<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bank Syariah Indonesia Rp1,48 Triliun, Naik 34%</title><description>PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meraup laba bersih Rp1,48 triliun  pada semester I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448464/laba-bank-syariah-indonesia-rp1-48-triliun-naik-34</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448464/laba-bank-syariah-indonesia-rp1-48-triliun-naik-34"/><item><title>Laba Bank Syariah Indonesia Rp1,48 Triliun, Naik 34%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448464/laba-bank-syariah-indonesia-rp1-48-triliun-naik-34</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/07/30/278/2448464/laba-bank-syariah-indonesia-rp1-48-triliun-naik-34</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2021 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/30/278/2448464/laba-bank-syariah-indonesia-rp1-48-triliun-naik-34-PxNWxIMt4N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bank Syariah Indonesia alami kenaiakn (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/30/278/2448464/laba-bank-syariah-indonesia-rp1-48-triliun-naik-34-PxNWxIMt4N.jpg</image><title>Laba Bank Syariah Indonesia alami kenaiakn (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meraup laba bersih Rp1,48 triliun pada semester I-2021, atau tumbuh 34,29% dari semester I-2020 yakni Rp1,1 triliun.
&quot;Tentu kita lihat proses merger ini menghasilkan bank yang baik dan meningkatkan kepercayaan nasabah,&quot; kata Direktur Keuangan BSI Ade Cahyo Nugroho dilansir dari Antara, Jumat (30/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; BSI dan Pemkot Jakpus Jemput Bola Gelar Vaksinasi dari Masjid ke Masjid
 
Ade menjelaskan, dari sisi volume, aset BSI tumbuh hingga 15,16%, dari Rp214,75 triliun pada semester I-2020, menjadi Rp247,3 triliun di semester I-2021.
Peningkatan aset tersebut cenderung ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 16,03%, dari Rp186,5 triliun di semester I-2020 menjadi Rp216,4 triliun pada semester I-2021.
Baca Juga: Penjelasan Setwapres soal 'Restui' Rektor UIII Komaruddin Hidayat Jadi Komisaris BUMN
 
Sementara, pembiayaan juga berhasil meningkat 11,73%, dari Rp144,5 triliun di semester I-2020 menjadi Rp161,5 triliun pada semester I-2021.
&quot;Peningkatan ini sangat kami syukuri di tengah pembiayaan nasional yang masih terkontraksi,&quot; ujar Ade.Di sisi lain, ia menyebutkan, rasio pembiayaan bermasalah atau Non  Performing Financing (NPF) gross berhasil turun 0,12%, dari 3,2% pada  akhir Juni 2020 menjadi 3,11% per Juni 2021, begitu pula dengan NPF nett  yang turun dari 1,52% menjadi 0,93%.
BSI juga mampu membentuk cadangan yang sangat kuat pada paruh pertama  tahun ini, yang tercermin dari cadangan kas atau cash coverage yang  meningkat 38,88% dari 105,19% di semester I-2020 menjadi 144,07% pada  semester I-2021.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meraup laba bersih Rp1,48 triliun pada semester I-2021, atau tumbuh 34,29% dari semester I-2020 yakni Rp1,1 triliun.
&quot;Tentu kita lihat proses merger ini menghasilkan bank yang baik dan meningkatkan kepercayaan nasabah,&quot; kata Direktur Keuangan BSI Ade Cahyo Nugroho dilansir dari Antara, Jumat (30/7/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; BSI dan Pemkot Jakpus Jemput Bola Gelar Vaksinasi dari Masjid ke Masjid
 
Ade menjelaskan, dari sisi volume, aset BSI tumbuh hingga 15,16%, dari Rp214,75 triliun pada semester I-2020, menjadi Rp247,3 triliun di semester I-2021.
Peningkatan aset tersebut cenderung ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 16,03%, dari Rp186,5 triliun di semester I-2020 menjadi Rp216,4 triliun pada semester I-2021.
Baca Juga: Penjelasan Setwapres soal 'Restui' Rektor UIII Komaruddin Hidayat Jadi Komisaris BUMN
 
Sementara, pembiayaan juga berhasil meningkat 11,73%, dari Rp144,5 triliun di semester I-2020 menjadi Rp161,5 triliun pada semester I-2021.
&quot;Peningkatan ini sangat kami syukuri di tengah pembiayaan nasional yang masih terkontraksi,&quot; ujar Ade.Di sisi lain, ia menyebutkan, rasio pembiayaan bermasalah atau Non  Performing Financing (NPF) gross berhasil turun 0,12%, dari 3,2% pada  akhir Juni 2020 menjadi 3,11% per Juni 2021, begitu pula dengan NPF nett  yang turun dari 1,52% menjadi 0,93%.
BSI juga mampu membentuk cadangan yang sangat kuat pada paruh pertama  tahun ini, yang tercermin dari cadangan kas atau cash coverage yang  meningkat 38,88% dari 105,19% di semester I-2020 menjadi 144,07% pada  semester I-2021.</content:encoded></item></channel></rss>
