<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalbe Farma Raup Laba Rp1,49 Triliun di Semester I-2021</title><description>Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba bersih sebesar Rp 1,49 triliun pada semester I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449588/kalbe-farma-raup-laba-rp1-49-triliun-di-semester-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449588/kalbe-farma-raup-laba-rp1-49-triliun-di-semester-i-2021"/><item><title>Kalbe Farma Raup Laba Rp1,49 Triliun di Semester I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449588/kalbe-farma-raup-laba-rp1-49-triliun-di-semester-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449588/kalbe-farma-raup-laba-rp1-49-triliun-di-semester-i-2021</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/278/2449588/kalbe-farma-raup-laba-rp1-49-triliun-di-semester-i-2021-Odo2f1RGJk.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kalbe Farma Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/278/2449588/kalbe-farma-raup-laba-rp1-49-triliun-di-semester-i-2021-Odo2f1RGJk.jpeg</image><title>Kalbe Farma Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba bersih sebesar Rp 1,49 triliun pada semester I-2021. Nilai ini meningkat 7,9% dari semester I-2020 yang mencapai Rp 1,38 triliun.
&amp;ldquo;Peningkatan kinerja ini seiring dengan kegiatan bisnis yang mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir,&amp;rdquo;kata Chief Financial Officer Kalbe Farma, Bernadus Karmin Winata dalam siaran persnya di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Senin(2/8/2021).
Disampaikannya, pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2021 sebesar 3,1-3,3%, meningkat dibandingkan kuartal I-2021 yang sempat mengalami kontraksi. Kedepan, lanjutnya, perseroan akan menjaga pertumbuhan dengan melakukan inovasi melalui penyediaan layanan dan produk yang lebih terjangkau yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dulu Rugi, Kini Emiten RS Siloam Raup Laba Rp152 Miliar
Selain itu, Kalbe Farma juga beradaptasi dengan mengeluarkan produk kesehatan seperti herbal, suplemen, vitamin dan obat-obatan. Perseroan juga mengeluarkan produk nutrisi yang lebih terjangkau dan layanan tes serta diagnostik yang berhubungan dengan pandemi Covid-19.
Perseroan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba bersih.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vale Indonesia Raih Pendapatan USD414,94 Juta di Semester I-2021
&quot;Selain itu, Kalbe terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk internal maupun eksternal serta melakukan edukasi kepada pasar melalui berbagai saluran komunikasi,&quot;jelasnya.
Adapun penjualan bersih pada semester I-2021 tercatat sebesar Rp 12,37 triliun atau bertumbuh 6,6% dari semester I-2020. Peningkatan penjualan ditopang oleh divisi distribusi dan logistik yang mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 15,6% dari Rp 3,75 triliun menjadi Rp 4,34 triliun serta menyumbang 35,1% terhadap total penjualan bersih perseroan.Divisi obat resep membukukan peningkatan penjualan sebesar 5,4% dari Rp 2,56 triliun menjadi Rp 2,7 triliun serta menyumbang 21,9% dari total penjualan bersih Kalbe. Divisi Produk kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 3,1% menjadi Rp 2 triliun dengan kontribusi sebesar 16,2% terhadap total penjualan bersih. Penjualan bersih divisi nutrisi tercatat sebesar Rp 3,32 triliun pada semester I-2021 atau menurun sebesar 0,5% dari pencapaian pada tahun sebelumnya dan menyumbang 26,9% dari total penjualan bersih Kalbe pada semester pertama tahun 2021.
Laba usaha meningkat 7,3% menjadi Rp 1,84 triliun pada semester I-2021. Rasio laba usaha terhadap penjualan meningkat menjadi 14,9% dari 14,8% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak penghasilan pada semester I-2021 sebesar Rp 1,92 triliun atau bertumbuh 6,6% dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,6%, stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba bersih sebesar Rp 1,49 triliun pada semester I-2021. Nilai ini meningkat 7,9% dari semester I-2020 yang mencapai Rp 1,38 triliun.
&amp;ldquo;Peningkatan kinerja ini seiring dengan kegiatan bisnis yang mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir,&amp;rdquo;kata Chief Financial Officer Kalbe Farma, Bernadus Karmin Winata dalam siaran persnya di Jakarta, seperti dikutip Harian Neraca, Senin(2/8/2021).
Disampaikannya, pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2021 sebesar 3,1-3,3%, meningkat dibandingkan kuartal I-2021 yang sempat mengalami kontraksi. Kedepan, lanjutnya, perseroan akan menjaga pertumbuhan dengan melakukan inovasi melalui penyediaan layanan dan produk yang lebih terjangkau yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dulu Rugi, Kini Emiten RS Siloam Raup Laba Rp152 Miliar
Selain itu, Kalbe Farma juga beradaptasi dengan mengeluarkan produk kesehatan seperti herbal, suplemen, vitamin dan obat-obatan. Perseroan juga mengeluarkan produk nutrisi yang lebih terjangkau dan layanan tes serta diagnostik yang berhubungan dengan pandemi Covid-19.
Perseroan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba bersih.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vale Indonesia Raih Pendapatan USD414,94 Juta di Semester I-2021
&quot;Selain itu, Kalbe terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk internal maupun eksternal serta melakukan edukasi kepada pasar melalui berbagai saluran komunikasi,&quot;jelasnya.
Adapun penjualan bersih pada semester I-2021 tercatat sebesar Rp 12,37 triliun atau bertumbuh 6,6% dari semester I-2020. Peningkatan penjualan ditopang oleh divisi distribusi dan logistik yang mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 15,6% dari Rp 3,75 triliun menjadi Rp 4,34 triliun serta menyumbang 35,1% terhadap total penjualan bersih perseroan.Divisi obat resep membukukan peningkatan penjualan sebesar 5,4% dari Rp 2,56 triliun menjadi Rp 2,7 triliun serta menyumbang 21,9% dari total penjualan bersih Kalbe. Divisi Produk kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 3,1% menjadi Rp 2 triliun dengan kontribusi sebesar 16,2% terhadap total penjualan bersih. Penjualan bersih divisi nutrisi tercatat sebesar Rp 3,32 triliun pada semester I-2021 atau menurun sebesar 0,5% dari pencapaian pada tahun sebelumnya dan menyumbang 26,9% dari total penjualan bersih Kalbe pada semester pertama tahun 2021.
Laba usaha meningkat 7,3% menjadi Rp 1,84 triliun pada semester I-2021. Rasio laba usaha terhadap penjualan meningkat menjadi 14,9% dari 14,8% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak penghasilan pada semester I-2021 sebesar Rp 1,92 triliun atau bertumbuh 6,6% dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,6%, stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
