<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bakrie &amp; Brothers Rugi Rp43 Miliar di Semester I-2021</title><description>PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih yang mencapai Rp43 miliar pada pertengahan 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449791/bakrie-brothers-rugi-rp43-miliar-di-semester-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449791/bakrie-brothers-rugi-rp43-miliar-di-semester-i-2021"/><item><title>Bakrie &amp; Brothers Rugi Rp43 Miliar di Semester I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449791/bakrie-brothers-rugi-rp43-miliar-di-semester-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449791/bakrie-brothers-rugi-rp43-miliar-di-semester-i-2021</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/278/2449791/bakrie-brothers-rugi-rp43-miliar-di-semester-i-2021-WncZWALxQA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bakrie and Brothers catat kerugian di pertengahan tahun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/278/2449791/bakrie-brothers-rugi-rp43-miliar-di-semester-i-2021-WncZWALxQA.jpeg</image><title>Bakrie and Brothers catat kerugian di pertengahan tahun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih yang mencapai Rp43 miliar pada pertengahan 2021. Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode sama 2020 yang rugi bersih sebesar Rp121 miliar lebih.
&amp;ldquo;Alhamdulillah hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami miliki,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur BNBR Anindya Bakrie dilansir dari Antara, Senin (2/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Bakrie Brothers Mulai Garap Proyek Kendaraan Listrik
 
Dia menjelaskan bahwa pilihan sektor bisnis yang ditekuni selama ini telah terbukti mampu membawa BNBR melewati berbagai macam krisis dan tantangan. Diakuinya pula pandemi yang berkepanjangan ini memang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan namun, secara bertahap perusahaan dapat membalik kinerja negatif tersebut.
Dikatakan dalam menjalankan efisiensi perusahaan, beberapa cara kami tempuh termasuk langkah-langkah penghematan, penurunan biaya-biaya, hingga penjadwalan ulang pembayaran kewajiban.
Baca Juga: Emiten Grup Bakrie Ini Private Placement 297 Juta Lembar Saham
Sementara itu, kata Anindya, pendapatan perusahaan sepanjang setengah tahun di 2021 ini berada di angka Rp1,038 triliun, turun sekitar 21% dibanding tahun lalu. Sejalan dengan itu,secara proporsional harga pokok penjualan/COGS juga mengalami penurunan sebesar 21%.
Selain mengendalikan COGS, BNBR juga berhasil melakukan efisiensi sebesar 27% pada beban usaha dibanding periode yang sama tahun lalu, yang menjadi indikasi positif atas upaya efisiensi yang dilakukan oleh Bakrie &amp;amp; Brothers.
Anindya juga mengatakan perusahaan kini merintis beberapa sektor  usaha yang tergolong dalam bisnis baru yang berkelanjutan. Di antaranya  Bakrie Autoparts, unit usaha BNBR yang bergerak di bidang komponen  otomotif, yang tengah memasok unit bus listrik kepada Pemerintah  Provinsi DKI Jakarta melalui PT Transjakarta.
&quot;Sebanyak 30 unit bus saat ini akan segera digunakan oleh pihak  Transjakarta. Ke depan BNBR juga telah berkomitmen untuk menyediakan  tambahan unit berikutnya, demi memenuhi target DKI Jakarta sebanyak 100  unit bus listrik di tahun ini,&quot; katanya.
Dalam sektor industri energi baru dan terbarukan,perusahaan melalui  anak usaha PT Bakrie Power belum lama ini menyepakati kerja sama dengan  PT PLN (Persero) dalam proyek pengadaan dan pemasangan Pembangkit  Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Desa Parak, Selayar, Sulsel.
BNBR melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) yang berfokus pada  industri teknologi informasi dan komunikasi/ICT dan penyediaan jasa  pendukung infrastruktur IT, saat ini juga mulai berkiprah sebagai salah  satu penyedia jasa IoT (Internet of Things) untuk industri mining,  manufacturing and utilities.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatat rugi bersih yang mencapai Rp43 miliar pada pertengahan 2021. Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode sama 2020 yang rugi bersih sebesar Rp121 miliar lebih.
&amp;ldquo;Alhamdulillah hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami miliki,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur BNBR Anindya Bakrie dilansir dari Antara, Senin (2/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Bakrie Brothers Mulai Garap Proyek Kendaraan Listrik
 
Dia menjelaskan bahwa pilihan sektor bisnis yang ditekuni selama ini telah terbukti mampu membawa BNBR melewati berbagai macam krisis dan tantangan. Diakuinya pula pandemi yang berkepanjangan ini memang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan namun, secara bertahap perusahaan dapat membalik kinerja negatif tersebut.
Dikatakan dalam menjalankan efisiensi perusahaan, beberapa cara kami tempuh termasuk langkah-langkah penghematan, penurunan biaya-biaya, hingga penjadwalan ulang pembayaran kewajiban.
Baca Juga: Emiten Grup Bakrie Ini Private Placement 297 Juta Lembar Saham
Sementara itu, kata Anindya, pendapatan perusahaan sepanjang setengah tahun di 2021 ini berada di angka Rp1,038 triliun, turun sekitar 21% dibanding tahun lalu. Sejalan dengan itu,secara proporsional harga pokok penjualan/COGS juga mengalami penurunan sebesar 21%.
Selain mengendalikan COGS, BNBR juga berhasil melakukan efisiensi sebesar 27% pada beban usaha dibanding periode yang sama tahun lalu, yang menjadi indikasi positif atas upaya efisiensi yang dilakukan oleh Bakrie &amp;amp; Brothers.
Anindya juga mengatakan perusahaan kini merintis beberapa sektor  usaha yang tergolong dalam bisnis baru yang berkelanjutan. Di antaranya  Bakrie Autoparts, unit usaha BNBR yang bergerak di bidang komponen  otomotif, yang tengah memasok unit bus listrik kepada Pemerintah  Provinsi DKI Jakarta melalui PT Transjakarta.
&quot;Sebanyak 30 unit bus saat ini akan segera digunakan oleh pihak  Transjakarta. Ke depan BNBR juga telah berkomitmen untuk menyediakan  tambahan unit berikutnya, demi memenuhi target DKI Jakarta sebanyak 100  unit bus listrik di tahun ini,&quot; katanya.
Dalam sektor industri energi baru dan terbarukan,perusahaan melalui  anak usaha PT Bakrie Power belum lama ini menyepakati kerja sama dengan  PT PLN (Persero) dalam proyek pengadaan dan pemasangan Pembangkit  Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Desa Parak, Selayar, Sulsel.
BNBR melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) yang berfokus pada  industri teknologi informasi dan komunikasi/ICT dan penyediaan jasa  pendukung infrastruktur IT, saat ini juga mulai berkiprah sebagai salah  satu penyedia jasa IoT (Internet of Things) untuk industri mining,  manufacturing and utilities.</content:encoded></item></channel></rss>
