<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih MNCN Rp1,2 Triliun di Semester I-2021, Meroket 26%</title><description>PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan kenaikan laba bersih  sebesar 25% (YoY) menjadi Rp843,2 miliar pada kuartal II 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449855/laba-bersih-mncn-rp1-2-triliun-di-semester-i-2021-meroket-26</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449855/laba-bersih-mncn-rp1-2-triliun-di-semester-i-2021-meroket-26"/><item><title>Laba Bersih MNCN Rp1,2 Triliun di Semester I-2021, Meroket 26%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449855/laba-bersih-mncn-rp1-2-triliun-di-semester-i-2021-meroket-26</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/278/2449855/laba-bersih-mncn-rp1-2-triliun-di-semester-i-2021-meroket-26</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 21:59 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/278/2449855/laba-bersih-mncn-rp1-2-triliun-di-semester-i-2021-meroket-26-nK8mT1doJm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba MNCN mengalami kenaikan 25% pada kuartal II 2021 (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/278/2449855/laba-bersih-mncn-rp1-2-triliun-di-semester-i-2021-meroket-26-nK8mT1doJm.jpg</image><title>Laba MNCN mengalami kenaikan 25% pada kuartal II 2021 (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25% (YoY) menjadi Rp843,2 miliar pada kuartal II 2021. Pada periode yang sama tahun lalu laba MNCN tercatat Rp674,9 miliar.
Baca Juga: Dinanti Pemirsa, MNCN Sukses Siaran Digital di 13 Kota, Ini Daftarnya!
 
Dengan mengecualikan nilai penyesuaian forex, laba bersih dibukukan sebesar Rp745,8 miliar dibandingkan Rp466,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mewakili peningkatan sebesar 60% YoY dengan marjin laba bersih sebesar 27%. Untuk semester I 2021, laba bersih mengalami peningkatan sebesar 26% YoY menjadi Rp1.264 miliar dari Rp1.008 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: MNCN Bakal Buyback, Harga Maksimal Rp1.200 per Saham
 
Dikutip dari keterangan resmi, Senin (2/8/2021), pendapatan Usaha MNCN telah menorehkan hasil yang baik dengan membukukan peningkatan yang signifikan dalam pendapatan konsolidasi sebesar 40% YoY di kuartal II 2021 menjadi Rp2.722 miliar dari Rp1.951 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara total pendapatan yang dicapai pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp4.863 miliar, mengalami peningkatan sebesar 23% YoY dari Rp3.967 miliar pada semester I 2020.
Secara rinci, pendapatan iklan pada kuartal II 2021 menorehkan pertumbuhan sebesar 47% YoY menjadi Rp2.655 miliar dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar Rp1.803 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan non-digital yang merupakan kontributor utama pendapatan iklan Perseroan, mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 31% YoY dari Rp1.593 miliar di kuartal II 2020 menjadi Rp2.087 miliar di kuartal II 2021.Perlu diketahui, total pendapatan yang diperoleh RCTI pada bulan  April 2021 telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah FTA TV di  Indonesia dengan mencapai Rp441 miliar pada bulan tersebut. Selain itu,  pertumbuhan pendapatan non-digital yang signifikan berasal dari kinerja  berbagai program reguler dan special yang baik, serta dimulainya EURO  2020,
yang ditayangkan pada kuartal tersebut yang menghasilkan iklan  reguler dan iklan non-reguler yang signifikan bagi MNCN. Seperti yang  tertera pada tabel di bawah ini, Perseroan berhasil memperoleh  pencapaian yang hampir setara dengan perolehan pada kuartal II 2019,  yang membuka jalan untuk kinerja yang baik pada semester kedua di tahun  buku 2021.
Pendapatan digital mengalami pertumbuhan sebesar 171% YoY dari  Rp209,8 miliar menjadi Rp568,2 miliar pada kuartal II 2021. Hal ini  disebabkan oleh kinerja baik RCTI+ secara berkelanjutan, serta sumber  pendapatan digital MNCN lainnya yaitu monetisasi media sosial di  Facebook, YouTube, &amp;amp; TikTok dan portal online milik Perseroan, yang  terus menunjukkan pencapaian positif di tahun 2021.
Sementara itu, pada semester I 2021, pendapatan iklan mengalami  kenaikan sebesar 27% YoY menjadi Rp4.595 miliar dari Rp3.615 miliar pada  periode yang sama di tahun lalu, dengan rincian: (i) iklan non-digital  mengalami peningkatan sebesar 16% YoY menjadi Rp3.706 miliar
dari Rp3.207 miliar pada semester I 2020, dan (ii) iklan digital  megalami peningkatan yang signifikan sebesar 117% menjadi Rp889,2 miliar  pada H1-2021 dari Rp409 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25% (YoY) menjadi Rp843,2 miliar pada kuartal II 2021. Pada periode yang sama tahun lalu laba MNCN tercatat Rp674,9 miliar.
Baca Juga: Dinanti Pemirsa, MNCN Sukses Siaran Digital di 13 Kota, Ini Daftarnya!
 
Dengan mengecualikan nilai penyesuaian forex, laba bersih dibukukan sebesar Rp745,8 miliar dibandingkan Rp466,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mewakili peningkatan sebesar 60% YoY dengan marjin laba bersih sebesar 27%. Untuk semester I 2021, laba bersih mengalami peningkatan sebesar 26% YoY menjadi Rp1.264 miliar dari Rp1.008 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: MNCN Bakal Buyback, Harga Maksimal Rp1.200 per Saham
 
Dikutip dari keterangan resmi, Senin (2/8/2021), pendapatan Usaha MNCN telah menorehkan hasil yang baik dengan membukukan peningkatan yang signifikan dalam pendapatan konsolidasi sebesar 40% YoY di kuartal II 2021 menjadi Rp2.722 miliar dari Rp1.951 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara total pendapatan yang dicapai pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp4.863 miliar, mengalami peningkatan sebesar 23% YoY dari Rp3.967 miliar pada semester I 2020.
Secara rinci, pendapatan iklan pada kuartal II 2021 menorehkan pertumbuhan sebesar 47% YoY menjadi Rp2.655 miliar dibandingkan sebelumnya yaitu sebesar Rp1.803 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Pendapatan non-digital yang merupakan kontributor utama pendapatan iklan Perseroan, mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 31% YoY dari Rp1.593 miliar di kuartal II 2020 menjadi Rp2.087 miliar di kuartal II 2021.Perlu diketahui, total pendapatan yang diperoleh RCTI pada bulan  April 2021 telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah FTA TV di  Indonesia dengan mencapai Rp441 miliar pada bulan tersebut. Selain itu,  pertumbuhan pendapatan non-digital yang signifikan berasal dari kinerja  berbagai program reguler dan special yang baik, serta dimulainya EURO  2020,
yang ditayangkan pada kuartal tersebut yang menghasilkan iklan  reguler dan iklan non-reguler yang signifikan bagi MNCN. Seperti yang  tertera pada tabel di bawah ini, Perseroan berhasil memperoleh  pencapaian yang hampir setara dengan perolehan pada kuartal II 2019,  yang membuka jalan untuk kinerja yang baik pada semester kedua di tahun  buku 2021.
Pendapatan digital mengalami pertumbuhan sebesar 171% YoY dari  Rp209,8 miliar menjadi Rp568,2 miliar pada kuartal II 2021. Hal ini  disebabkan oleh kinerja baik RCTI+ secara berkelanjutan, serta sumber  pendapatan digital MNCN lainnya yaitu monetisasi media sosial di  Facebook, YouTube, &amp;amp; TikTok dan portal online milik Perseroan, yang  terus menunjukkan pencapaian positif di tahun 2021.
Sementara itu, pada semester I 2021, pendapatan iklan mengalami  kenaikan sebesar 27% YoY menjadi Rp4.595 miliar dari Rp3.615 miliar pada  periode yang sama di tahun lalu, dengan rincian: (i) iklan non-digital  mengalami peningkatan sebesar 16% YoY menjadi Rp3.706 miliar
dari Rp3.207 miliar pada semester I 2020, dan (ii) iklan digital  megalami peningkatan yang signifikan sebesar 117% menjadi Rp889,2 miliar  pada H1-2021 dari Rp409 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
