<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Energi Terbarukan, Indonesia Bisa Belajar dari Vietnam dan Thailand</title><description>Indonesia bisa belajar dari Vietnam dan Thailand dalam mengembangkan dan meningkatkan pembangkit listrik energi terbarukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/320/2449664/soal-energi-terbarukan-indonesia-bisa-belajar-dari-vietnam-dan-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/320/2449664/soal-energi-terbarukan-indonesia-bisa-belajar-dari-vietnam-dan-thailand"/><item><title>Soal Energi Terbarukan, Indonesia Bisa Belajar dari Vietnam dan Thailand</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/320/2449664/soal-energi-terbarukan-indonesia-bisa-belajar-dari-vietnam-dan-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/320/2449664/soal-energi-terbarukan-indonesia-bisa-belajar-dari-vietnam-dan-thailand</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 22:19 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/320/2449664/soal-energi-terbarukan-indonesia-bisa-belajar-dari-vietnam-dan-thailand-IP9Zbl7Gmz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Foto: Dokumentasi BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/320/2449664/soal-energi-terbarukan-indonesia-bisa-belajar-dari-vietnam-dan-thailand-IP9Zbl7Gmz.jpg</image><title>Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Foto: Dokumentasi BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia bisa belajar dari Vietnam dan Thailand dalam mengembangkan dan meningkatkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Senior Manager Corporate Ratings Division Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, salah satu yang dilakukan kedua negara tersebut adalah gencar memberikan insentif agar menarik minat para investor.
&quot;Yang dilakukan oleh Vietnam adalah mereka membebaskan tarif impor untuk beberapa barang yang terkait dengan pembangkit EBT, sekaligus melakukan pembebasan pajak penghasilan untuk investor pada 4 tahun pertama,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (2/8/2021).
Baca Juga: Bangun Pembangkit Listrik EBT, Perhatikan Hal Ini 
 
Selain itu, Vietnam juga secara aktif membuka akses terhadap sumber-sumber pembiayaan, baik untuk domestik maupun luar negeri. Saat ini tingkat bauran listrik EBT di Vietnam mencapai 44%. Sementara tingkat bauran listrik EBT di Indonesia baru mencapai 14%.
Baca Juga: Sah! PLN Akuisisi Pembangkit Listrik Blok Rokan 300 Mw
Martin melanjutkan, negara Thailand juga gencar memberikan insentif untuk menarik investor sektor EBT. Thailand menargetkan proporsi EBT sebesar 30% di tahun 2037 dan menunjukkan komitmen untuk mencapai target tersebut.
&quot;Thailand telah menerapkan feed-in tariffs yang cukup menarik  perhatian investor. Sistem ini merupakan pembelian energi dari produsen  oleh pemerintah di atas harga jual pasar,&quot; ungkapnya.
Menurut  dia, saat ini sistem feed-in tariffs di Indonesia masih dalam proses  untuk dibuatkan ke dalam regulasinya. Sistem ini setidaknya akan menarik  minat dari investor. &quot;Saya rasa insentif-insentif tersebut dapat ditiru  oleh Indonesia untuk meningkatkan minat dari investor,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia bisa belajar dari Vietnam dan Thailand dalam mengembangkan dan meningkatkan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Senior Manager Corporate Ratings Division Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, salah satu yang dilakukan kedua negara tersebut adalah gencar memberikan insentif agar menarik minat para investor.
&quot;Yang dilakukan oleh Vietnam adalah mereka membebaskan tarif impor untuk beberapa barang yang terkait dengan pembangkit EBT, sekaligus melakukan pembebasan pajak penghasilan untuk investor pada 4 tahun pertama,&quot; ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin (2/8/2021).
Baca Juga: Bangun Pembangkit Listrik EBT, Perhatikan Hal Ini 
 
Selain itu, Vietnam juga secara aktif membuka akses terhadap sumber-sumber pembiayaan, baik untuk domestik maupun luar negeri. Saat ini tingkat bauran listrik EBT di Vietnam mencapai 44%. Sementara tingkat bauran listrik EBT di Indonesia baru mencapai 14%.
Baca Juga: Sah! PLN Akuisisi Pembangkit Listrik Blok Rokan 300 Mw
Martin melanjutkan, negara Thailand juga gencar memberikan insentif untuk menarik investor sektor EBT. Thailand menargetkan proporsi EBT sebesar 30% di tahun 2037 dan menunjukkan komitmen untuk mencapai target tersebut.
&quot;Thailand telah menerapkan feed-in tariffs yang cukup menarik  perhatian investor. Sistem ini merupakan pembelian energi dari produsen  oleh pemerintah di atas harga jual pasar,&quot; ungkapnya.
Menurut  dia, saat ini sistem feed-in tariffs di Indonesia masih dalam proses  untuk dibuatkan ke dalam regulasinya. Sistem ini setidaknya akan menarik  minat dari investor. &quot;Saya rasa insentif-insentif tersebut dapat ditiru  oleh Indonesia untuk meningkatkan minat dari investor,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
