<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri PUPR Ungkap Pentingnya Data BMKG saat Bangun Infrastruktur</title><description>Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya data Badan Meteorologi,  Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembangunan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/470/2449691/menteri-pupr-ungkap-pentingnya-data-bmkg-saat-bangun-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/470/2449691/menteri-pupr-ungkap-pentingnya-data-bmkg-saat-bangun-infrastruktur"/><item><title>Menteri PUPR Ungkap Pentingnya Data BMKG saat Bangun Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/470/2449691/menteri-pupr-ungkap-pentingnya-data-bmkg-saat-bangun-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/02/470/2449691/menteri-pupr-ungkap-pentingnya-data-bmkg-saat-bangun-infrastruktur</guid><pubDate>Senin 02 Agustus 2021 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/02/470/2449691/menteri-pupr-ungkap-pentingnya-data-bmkg-saat-bangun-infrastruktur-GSNKa2FOwb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Basuki ungkap pentingnya data BMKG saat pembangunan infrastruktur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/02/470/2449691/menteri-pupr-ungkap-pentingnya-data-bmkg-saat-bangun-infrastruktur-GSNKa2FOwb.jpg</image><title>Menteri Basuki ungkap pentingnya data BMKG saat pembangunan infrastruktur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembangunan infrastruktur.
&quot;Pemanfaatan data BMKG penting diperhatikan dalam seluruh tahapan pembangunan infrastruktur mulai dari perencanaan, tahap konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan untuk pencegahan dan mitigasi risiko bencana yang berdampak pada infrastruktur tersebut,&quot; kata Menteri Basuki dilansir dari Antara, Senin (2/8/2021).
Baca Juga: Bangun Infrastruktur, Menko Luhut: Lihat Betul-Betul Kegunaannya
 
Dalam konteks pencegahan risiko bencana, Menteri PUPR mengatakan pemanfaatan data meteorologi atau prediksi cuaca digunakan sebagai dasar Kementerian PUPR dalam merespons risiko bencana hidrometeorologi. Salah satu contohnya dengan membangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Jawa Barat yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir kawasan Metropolitan Jakarta.
&quot;Penggunaan data prakiraan cuaca yang akurat juga sebagai pertimbangan waktu kerja yang efektif (windows time) dalam pembangunan maupun operasional,&quot; ujar Menteri Basuki.
Baca Juga: Refocusing Anggaran, Basuki Pastikan Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan
 
Selanjutnya dalam konteks kesiapsiagaan bencana, Kementerian PUPR juga memanfaatkan data meteorologi yang diproduksi dalam peta model untuk prediksi banjir. Informasi akan dirangkum mulai tahapan pemodelan prediksi curah hujan, pengumpulan data curah hujan, pemodelan debit berdasarkan curah hujan yang menghasilkan peta curah hujan dan peta genangan yang selanjutnya diteruskan kepada Balai-Balai Kementerian PUPR di berbagai daerah.&quot;Pada masa musim hujan, kita juga harus mengetahui dulu prediksi  hujan ke depan, sehingga kita tidak hanya melakukan walking true untuk  mengecek tanggul-tanggul, tetapi juga pintu air dan pompa-pompa banjir  yang harus kita siapkan,&quot; kata Menteri Basuki.
Kementerian PUPR memanfaatkan aplikasi Sistem Manajemen Air Terpadu  (SIMADU) untuk memproses laporan prediksi cuaca yang selanjutnya  ditindaklanjuti oleh Pos Siaga Banjir terintegrasi dengan BMKG untuk  melakukan penanganan.
Selain itu juga aplikasi Sistem Informasi Bendungan dan Waduk  (SINBAD) untuk memantau keamanan dan operasi bendungan dan waduk dengan  menampilkan data tinggi muka air (TMA) dan volume bendungan beserta  kondisinya secara real time dalam rangka antisipasi terjadinya kondisi  bendungan yang tidak normal. Aplikasi SINBAD akan memanfaatkan data  klimatologi dari BMKG.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembangunan infrastruktur.
&quot;Pemanfaatan data BMKG penting diperhatikan dalam seluruh tahapan pembangunan infrastruktur mulai dari perencanaan, tahap konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan untuk pencegahan dan mitigasi risiko bencana yang berdampak pada infrastruktur tersebut,&quot; kata Menteri Basuki dilansir dari Antara, Senin (2/8/2021).
Baca Juga: Bangun Infrastruktur, Menko Luhut: Lihat Betul-Betul Kegunaannya
 
Dalam konteks pencegahan risiko bencana, Menteri PUPR mengatakan pemanfaatan data meteorologi atau prediksi cuaca digunakan sebagai dasar Kementerian PUPR dalam merespons risiko bencana hidrometeorologi. Salah satu contohnya dengan membangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Jawa Barat yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir kawasan Metropolitan Jakarta.
&quot;Penggunaan data prakiraan cuaca yang akurat juga sebagai pertimbangan waktu kerja yang efektif (windows time) dalam pembangunan maupun operasional,&quot; ujar Menteri Basuki.
Baca Juga: Refocusing Anggaran, Basuki Pastikan Proyek Infrastruktur Tetap Berjalan
 
Selanjutnya dalam konteks kesiapsiagaan bencana, Kementerian PUPR juga memanfaatkan data meteorologi yang diproduksi dalam peta model untuk prediksi banjir. Informasi akan dirangkum mulai tahapan pemodelan prediksi curah hujan, pengumpulan data curah hujan, pemodelan debit berdasarkan curah hujan yang menghasilkan peta curah hujan dan peta genangan yang selanjutnya diteruskan kepada Balai-Balai Kementerian PUPR di berbagai daerah.&quot;Pada masa musim hujan, kita juga harus mengetahui dulu prediksi  hujan ke depan, sehingga kita tidak hanya melakukan walking true untuk  mengecek tanggul-tanggul, tetapi juga pintu air dan pompa-pompa banjir  yang harus kita siapkan,&quot; kata Menteri Basuki.
Kementerian PUPR memanfaatkan aplikasi Sistem Manajemen Air Terpadu  (SIMADU) untuk memproses laporan prediksi cuaca yang selanjutnya  ditindaklanjuti oleh Pos Siaga Banjir terintegrasi dengan BMKG untuk  melakukan penanganan.
Selain itu juga aplikasi Sistem Informasi Bendungan dan Waduk  (SINBAD) untuk memantau keamanan dan operasi bendungan dan waduk dengan  menampilkan data tinggi muka air (TMA) dan volume bendungan beserta  kondisinya secara real time dalam rangka antisipasi terjadinya kondisi  bendungan yang tidak normal. Aplikasi SINBAD akan memanfaatkan data  klimatologi dari BMKG.</content:encoded></item></channel></rss>
