<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Tapering Fed, BI: RI Butuh Investor Ritel</title><description>Investor ritel sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak dari  pengetatan kebijakan atau tapering off Bank Sentral AS, The Fed.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/320/2450179/antisipasi-tapering-fed-bi-ri-butuh-investor-ritel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/320/2450179/antisipasi-tapering-fed-bi-ri-butuh-investor-ritel"/><item><title>Antisipasi Tapering Fed, BI: RI Butuh Investor Ritel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/320/2450179/antisipasi-tapering-fed-bi-ri-butuh-investor-ritel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/320/2450179/antisipasi-tapering-fed-bi-ri-butuh-investor-ritel</guid><pubDate>Selasa 03 Agustus 2021 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/03/320/2450179/antisipasi-tapering-fed-bi-ri-butuh-investor-ritel-tue0FS64kx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor ritel diperlukan untuk mengantisipasi kebijakan the fed (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/03/320/2450179/antisipasi-tapering-fed-bi-ri-butuh-investor-ritel-tue0FS64kx.jpg</image><title>Investor ritel diperlukan untuk mengantisipasi kebijakan the fed (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Investor ritel sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak dari pengetatan kebijakan atau tapering off Bank Sentral AS, The Fed.
&quot;Semakin banyak investor ritel, tentu saja pasar keuangan kita akan semakin kuat,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir Antara, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Perry Warjiyo Lantik 7 Pimpinan Baru Kantor Perwakilan BI
 
Dia menjelaskan pasar keuangan yang kuat bisa meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia agar lebih tahan menghadapi angin global yang penuh ketidakpastian akibat COVID-19.
Oleh karena itu, Perry menegaskan akan memajukan dan mendukung perluasan basis investor melalui literasi keuangan bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca Juga: Lowongan Kerja di Bank Indonesia, Minat?
 
Menurut dia, perluasan basis investor dalam negeri akan membangun negara melalui partisipasi pembiayaan fiskal seperti Surat Berharga Negara (SBN), obligasi atau saham korporasi, dan tabungan perbankan
&quot;Ini yang diperlukan, ayo ikut membangun negeri ini,&quot; katanya.Perry memastikan, semakin banyak investor yang berpartisipasi di  pasar keuangan, akan meningkatkan perputaran uang yang merupakan bagian  dari reformasi struktural.
Perputaran uang dari perbankan ke pasar modal dan sebaliknya, serta  dari pembiayaan anggaran pemerintah dan korporasi oleh investor ritel  juga akan sangat mendukung produktivitas, efisiensi, dan kemajuan  ekonomi Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor ritel sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak dari pengetatan kebijakan atau tapering off Bank Sentral AS, The Fed.
&quot;Semakin banyak investor ritel, tentu saja pasar keuangan kita akan semakin kuat,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir Antara, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Perry Warjiyo Lantik 7 Pimpinan Baru Kantor Perwakilan BI
 
Dia menjelaskan pasar keuangan yang kuat bisa meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia agar lebih tahan menghadapi angin global yang penuh ketidakpastian akibat COVID-19.
Oleh karena itu, Perry menegaskan akan memajukan dan mendukung perluasan basis investor melalui literasi keuangan bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca Juga: Lowongan Kerja di Bank Indonesia, Minat?
 
Menurut dia, perluasan basis investor dalam negeri akan membangun negara melalui partisipasi pembiayaan fiskal seperti Surat Berharga Negara (SBN), obligasi atau saham korporasi, dan tabungan perbankan
&quot;Ini yang diperlukan, ayo ikut membangun negeri ini,&quot; katanya.Perry memastikan, semakin banyak investor yang berpartisipasi di  pasar keuangan, akan meningkatkan perputaran uang yang merupakan bagian  dari reformasi struktural.
Perputaran uang dari perbankan ke pasar modal dan sebaliknya, serta  dari pembiayaan anggaran pemerintah dan korporasi oleh investor ritel  juga akan sangat mendukung produktivitas, efisiensi, dan kemajuan  ekonomi Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
