<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM Mau Hebat? Masyarakat Harus Beli Produk Lokal, Jangan Asing</title><description>Upaya pemerintah dalam mengembangkan pasar UMKM Indonesia lebih besar lagi perlu didukung oleh masyarakat Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/455/2450392/umkm-mau-hebat-masyarakat-harus-beli-produk-lokal-jangan-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/455/2450392/umkm-mau-hebat-masyarakat-harus-beli-produk-lokal-jangan-asing"/><item><title>UMKM Mau Hebat? Masyarakat Harus Beli Produk Lokal, Jangan Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/455/2450392/umkm-mau-hebat-masyarakat-harus-beli-produk-lokal-jangan-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/03/455/2450392/umkm-mau-hebat-masyarakat-harus-beli-produk-lokal-jangan-asing</guid><pubDate>Selasa 03 Agustus 2021 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/03/455/2450392/umkm-mau-hebat-masyarakat-harus-beli-produk-lokal-jangan-asing-D4g9G3uZkH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dukung UMKM dengan membeli produk lokal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/03/455/2450392/umkm-mau-hebat-masyarakat-harus-beli-produk-lokal-jangan-asing-D4g9G3uZkH.jpg</image><title>Dukung UMKM dengan membeli produk lokal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Upaya pemerintah dalam mengembangkan pasar UMKM Indonesia lebih besar lagi perlu didukung oleh masyarakat Indonesia. Misalnya dengan membeli produk-produk dalam negeri ketimbang produk asing.
&quot;Kebijakan pemerintah untuk memberi ruang agar pasar berkembang lebih besar di dalam negeri, harus bersamaan dengan kesadaran masyarakat membeli produk dalam negeri. Tanpa itu saya kira kita akan terus menjadi negara konsumen,&quot; kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dilansir dari Antara, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Percepat UMKM Naik Kelas 
 
Teten mengatakan saat ini pemerintah gencar mendorong pengembangan UMKM dalam negeri mulai dari pendampingan dalam pengembangan produk untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas, literasi digital pada pelaku UMKM agar produknya bisa masuk ke ekosistem pemasaran digital, penyiapan infrastruktur internet, hingga penyediaan alat produksi dan logistik yang terjangkau industri kecil.
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan tengah menyusun regulasi terkait perdagangan elektronik dalam rangka melindungi pelaku UMKM lokal dari serbuan produk asing.
Baca Juga: TikTok Beri Akses Edukasi Pemasaran Digital Gratis bagi UMKM
 
Pemerintah berupaya memblokir produk-produk UKM dari luar negeri untuk berjualan di Indonesia melalui lokapasar daring.
Namun, Teten mengatakan upaya pemerintah itu tidak akan cukup apabila masyarakat Indonesia masih banyak yang membeli produk-produk luar negeri ketimbang produk lokal. Pemerintah mendorong agar masyarakat mau membeli produk lokal melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.Teten meyakini UMKM lokal bisa berkembang menjadi lebih besar karena  Indonesia memiliki pangsa pasar yang luas yaitu 273 penduduk Indonesia.  Selain itu, saat ini pemerintah juga mewajibkan bagi  kementerian-lembaga, termasuk BUMN, untuk belanja barang dan jasa pada  UMKM dalam negeri.
Saat ini terdapat 13,7 juta pelaku UMKM yang sudah beralih ke  platform digital. Pemerintah Indonesia menargetkan 30 juta pelaku UMKM  sudah masuk dalam ekosistem pemasaran digital pada tahun 2024.</description><content:encoded>JAKARTA - Upaya pemerintah dalam mengembangkan pasar UMKM Indonesia lebih besar lagi perlu didukung oleh masyarakat Indonesia. Misalnya dengan membeli produk-produk dalam negeri ketimbang produk asing.
&quot;Kebijakan pemerintah untuk memberi ruang agar pasar berkembang lebih besar di dalam negeri, harus bersamaan dengan kesadaran masyarakat membeli produk dalam negeri. Tanpa itu saya kira kita akan terus menjadi negara konsumen,&quot; kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dilansir dari Antara, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Percepat UMKM Naik Kelas 
 
Teten mengatakan saat ini pemerintah gencar mendorong pengembangan UMKM dalam negeri mulai dari pendampingan dalam pengembangan produk untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas, literasi digital pada pelaku UMKM agar produknya bisa masuk ke ekosistem pemasaran digital, penyiapan infrastruktur internet, hingga penyediaan alat produksi dan logistik yang terjangkau industri kecil.
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan tengah menyusun regulasi terkait perdagangan elektronik dalam rangka melindungi pelaku UMKM lokal dari serbuan produk asing.
Baca Juga: TikTok Beri Akses Edukasi Pemasaran Digital Gratis bagi UMKM
 
Pemerintah berupaya memblokir produk-produk UKM dari luar negeri untuk berjualan di Indonesia melalui lokapasar daring.
Namun, Teten mengatakan upaya pemerintah itu tidak akan cukup apabila masyarakat Indonesia masih banyak yang membeli produk-produk luar negeri ketimbang produk lokal. Pemerintah mendorong agar masyarakat mau membeli produk lokal melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.Teten meyakini UMKM lokal bisa berkembang menjadi lebih besar karena  Indonesia memiliki pangsa pasar yang luas yaitu 273 penduduk Indonesia.  Selain itu, saat ini pemerintah juga mewajibkan bagi  kementerian-lembaga, termasuk BUMN, untuk belanja barang dan jasa pada  UMKM dalam negeri.
Saat ini terdapat 13,7 juta pelaku UMKM yang sudah beralih ke  platform digital. Pemerintah Indonesia menargetkan 30 juta pelaku UMKM  sudah masuk dalam ekosistem pemasaran digital pada tahun 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
