<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Banyak yang Main Saham, Jumlah Investor Naik 50%</title><description>Jumlah investor pasar modal meningkat 50% secara year to date pada 30 Juli 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/278/2451420/makin-banyak-yang-main-saham-jumlah-investor-naik-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/278/2451420/makin-banyak-yang-main-saham-jumlah-investor-naik-50"/><item><title>Makin Banyak yang Main Saham, Jumlah Investor Naik 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/278/2451420/makin-banyak-yang-main-saham-jumlah-investor-naik-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/278/2451420/makin-banyak-yang-main-saham-jumlah-investor-naik-50</guid><pubDate>Kamis 05 Agustus 2021 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/05/278/2451420/makin-banyak-yang-main-saham-jumlah-investor-naik-50-830GEuySIT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Investor pasar modal mengalami pertumbuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/05/278/2451420/makin-banyak-yang-main-saham-jumlah-investor-naik-50-830GEuySIT.jpeg</image><title>Investor pasar modal mengalami pertumbuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah investor pasar modal meningkat 50% secara year to date pada 30 Juli 2021. Pertumbuhan ini terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai 5,82 juta atau tumbuh dari 3,88 juta pada akhir 2020.
&amp;ldquo;Perkembangan investor di pasar modal Indonesia saat ini cukup memberikan optimisme atas perkembangan pasar modal Indonesia di 2021. Ditambah adanya sentimen positif atas rencana masuknya berbagai perusahaan unicorn terkemuka di Indonesia pada beberapa tahun ini dan ke depan,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).
Baca Juga: Euforia Ekonomi Meroket 7,07%, IHSG Ditutup Perkasa ke 6.205
 
Sebanyak 58% dari total investor pasar modal, menurut Hoesen, adalah generasi milenial dan generasi Z yang berusia di bawah 30 tahun. Ia mengatakan kehadiran pemodal muda akan mendorong perkembangan pasar modal Indonesia meski di tengah pandemi COVID-19.
&amp;ldquo;Kaidah sederhananya di saat pasar masih melihat perkembangan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi tentu banyak yang akan bersifat wait and see untuk menentukan keputusannya dalam berinvestasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya masyarakat kita berbondong-bondong terjun berinvestasi di pasar modal,&amp;rdquo; imbuhnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Meroket 7,07%, IHSG Sesi I Menguat ke 6.202
 
Selain kehadiran investor muda, menurutnya pasar modal akan berkembang didorong oleh rencana Initial Public Offerings (IPO) dari beberapa perusahaan rintisan berbasis teknologi (start up) yang berstatus unicorn dan decacorn di samping Bukalapak. Realisasi IPO ini berpotensi mendongkrak kapitalisasi pasar emiten di Bursa Efek Indonesia.OJK bersama BEI akan membuat regulasi yang sesuai dengan perusahaan  rintisan yang diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi  masyarakat.
&amp;ldquo;Hal ini tentu yang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor, termasuk investor asing,&amp;rdquo; kata Hoesen.
Bersamaan dengan itu, selain menyambut gembira kehadiran investor  berusia muda, OJK juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat  terkait pasar modal. Apalagi akhir-akhir ini semakin banyak investasi  bodong yang mengaku telah mendapat izin dari OJK.
&amp;ldquo;Untuk itu kami berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat sebelum  berinvestasi di pasar modal, pelajari dan pahami dulu. Kita harus  waspada terhadap investasi bodong atau ilegal, dan jangan mudah terbujuk  rayuan atau janji-janji untuk mendapat imbal hasil yang tidak masuk  akal,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah investor pasar modal meningkat 50% secara year to date pada 30 Juli 2021. Pertumbuhan ini terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai 5,82 juta atau tumbuh dari 3,88 juta pada akhir 2020.
&amp;ldquo;Perkembangan investor di pasar modal Indonesia saat ini cukup memberikan optimisme atas perkembangan pasar modal Indonesia di 2021. Ditambah adanya sentimen positif atas rencana masuknya berbagai perusahaan unicorn terkemuka di Indonesia pada beberapa tahun ini dan ke depan,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).
Baca Juga: Euforia Ekonomi Meroket 7,07%, IHSG Ditutup Perkasa ke 6.205
 
Sebanyak 58% dari total investor pasar modal, menurut Hoesen, adalah generasi milenial dan generasi Z yang berusia di bawah 30 tahun. Ia mengatakan kehadiran pemodal muda akan mendorong perkembangan pasar modal Indonesia meski di tengah pandemi COVID-19.
&amp;ldquo;Kaidah sederhananya di saat pasar masih melihat perkembangan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi tentu banyak yang akan bersifat wait and see untuk menentukan keputusannya dalam berinvestasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya masyarakat kita berbondong-bondong terjun berinvestasi di pasar modal,&amp;rdquo; imbuhnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Meroket 7,07%, IHSG Sesi I Menguat ke 6.202
 
Selain kehadiran investor muda, menurutnya pasar modal akan berkembang didorong oleh rencana Initial Public Offerings (IPO) dari beberapa perusahaan rintisan berbasis teknologi (start up) yang berstatus unicorn dan decacorn di samping Bukalapak. Realisasi IPO ini berpotensi mendongkrak kapitalisasi pasar emiten di Bursa Efek Indonesia.OJK bersama BEI akan membuat regulasi yang sesuai dengan perusahaan  rintisan yang diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi  masyarakat.
&amp;ldquo;Hal ini tentu yang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor, termasuk investor asing,&amp;rdquo; kata Hoesen.
Bersamaan dengan itu, selain menyambut gembira kehadiran investor  berusia muda, OJK juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat  terkait pasar modal. Apalagi akhir-akhir ini semakin banyak investasi  bodong yang mengaku telah mendapat izin dari OJK.
&amp;ldquo;Untuk itu kami berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat sebelum  berinvestasi di pasar modal, pelajari dan pahami dulu. Kita harus  waspada terhadap investasi bodong atau ilegal, dan jangan mudah terbujuk  rayuan atau janji-janji untuk mendapat imbal hasil yang tidak masuk  akal,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
