<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021 Diprediksi 6,37% Ditopang Bansos hingga Lebaran</title><description>Badan Pusat Stastik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451123/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-diprediksi-6-37-ditopang-bansos-hingga-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451123/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-diprediksi-6-37-ditopang-bansos-hingga-lebaran"/><item><title> Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021 Diprediksi 6,37% Ditopang Bansos hingga Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451123/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-diprediksi-6-37-ditopang-bansos-hingga-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451123/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-diprediksi-6-37-ditopang-bansos-hingga-lebaran</guid><pubDate>Kamis 05 Agustus 2021 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451123/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-diprediksi-6-37-ditopang-bansos-hingga-lebaran-rdU1slKcal.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451123/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kuartal-ii-2021-diprediksi-6-37-ditopang-bansos-hingga-lebaran-rdU1slKcal.jpg</image><title>Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Stastik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 diperkirakan tumbuh 6,37% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -0,74% yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 5,43% yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi 2,23% yoy.

&quot;Data yang menunjukan adanya perbaikan dari konsumsi rumah tangga di antaranya penjualan ritel yang tumbuh 4,5% yoy dari kuartal sebelumnya -14,6% yoy,&quot; kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Sementara, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada akhir kuartal II-2021 tercatat berada dalam level 107,36 dari akhir kuartal I-2021 yang tercatat pada level 93,37. Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil ritel tercatat naik sekitar 194% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -19% yoy.


&quot;Penjualan motor sepanjang kuartal II-2021 juga mengalami pertumbuhan signifikan yakni 269%yoy dari kuartal sebelumnya -18%yoy,&quot; katanya.

Selain itu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal II tahun 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 31,5% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 15,6% yoy.

Pertumbuhan PMTB/Investasi pada 2Q21 diperkirakan tumbuh di kisaran 8,23% yoy, membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat -0,23%.

&quot;Perbaikan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang tercatat 12,2%y oy pada Apr-Jun&amp;rsquo;21, dari kuartal sebelumnya sebesar -0,2% yoy. Selain itu, investasi non-bangunan juga tercatat 31,5% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 15,6%yoy,&quot; katanya.

Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh sekitar 2,96% yoy sejalan dengan belanja pemerintah pada April hingga Juni 2021 yang tercatat 5% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 15,6% yoy. Sementara itu, net ekspor juga diperkirakan tumbuh sekitar 36,4% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 15,9% yoy.

Peningkatan net ekspor ditopang oleh solidnya kinerja ekspor sepanjang kuartal II-2021 meskipun impor juga menunjukkan peningkatan sejalan dengan pemulihan permintaan domestik.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 yang diperkirakan sekitar 6,37% dipengaruhi oleh low base effect pada kuartal II-2020 yang dipengaruhi oleh penurunan aktivitas ekonomi di awal masa pandemi COVID-19.

Selain itu, percepatan penyaluran bansos pada kuartal II-2021 yang dipengaruhi juga oleh faktor musiman Lebaran juga mendukung pemulihan konsumsi rumah tangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Stastik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 diperkirakan tumbuh 6,37% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -0,74% yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 5,43% yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi 2,23% yoy.

&quot;Data yang menunjukan adanya perbaikan dari konsumsi rumah tangga di antaranya penjualan ritel yang tumbuh 4,5% yoy dari kuartal sebelumnya -14,6% yoy,&quot; kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Sementara, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada akhir kuartal II-2021 tercatat berada dalam level 107,36 dari akhir kuartal I-2021 yang tercatat pada level 93,37. Dari konsumsi barang tahan lama/durable goods, pertumbuhan penjualan mobil ritel tercatat naik sekitar 194% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -19% yoy.


&quot;Penjualan motor sepanjang kuartal II-2021 juga mengalami pertumbuhan signifikan yakni 269%yoy dari kuartal sebelumnya -18%yoy,&quot; katanya.

Selain itu, impor barang konsumsi sepanjang kuartal II tahun 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 31,5% yoy, meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 15,6% yoy.

Pertumbuhan PMTB/Investasi pada 2Q21 diperkirakan tumbuh di kisaran 8,23% yoy, membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat -0,23%.

&quot;Perbaikan ini dapat terindikasi pertumbuhan konsumsi semen yang tercatat 12,2%y oy pada Apr-Jun&amp;rsquo;21, dari kuartal sebelumnya sebesar -0,2% yoy. Selain itu, investasi non-bangunan juga tercatat 31,5% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 15,6%yoy,&quot; katanya.

Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh sekitar 2,96% yoy sejalan dengan belanja pemerintah pada April hingga Juni 2021 yang tercatat 5% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 15,6% yoy. Sementara itu, net ekspor juga diperkirakan tumbuh sekitar 36,4% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 15,9% yoy.

Peningkatan net ekspor ditopang oleh solidnya kinerja ekspor sepanjang kuartal II-2021 meskipun impor juga menunjukkan peningkatan sejalan dengan pemulihan permintaan domestik.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 yang diperkirakan sekitar 6,37% dipengaruhi oleh low base effect pada kuartal II-2020 yang dipengaruhi oleh penurunan aktivitas ekonomi di awal masa pandemi COVID-19.

Selain itu, percepatan penyaluran bansos pada kuartal II-2021 yang dipengaruhi juga oleh faktor musiman Lebaran juga mendukung pemulihan konsumsi rumah tangga.</content:encoded></item></channel></rss>
