<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title><description>Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451370/pulau-jawa-dan-sumatera-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451370/pulau-jawa-dan-sumatera-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451370/pulau-jawa-dan-sumatera-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451370/pulau-jawa-dan-sumatera-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 05 Agustus 2021 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451370/pulau-jawa-dan-sumatera-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-SwmqYHv34F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451370/pulau-jawa-dan-sumatera-penopang-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-SwmqYHv34F.jpg</image><title>Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021. Tercatat ekonomi Indonesia kuartal II-2021 tumbuh 7,07% secara year on year (yoy).


Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, kontribusi Pulau Jawa dalam ekonomi nasional sebesar 57,92%. Adapun, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa tumbuh 7,88%.

Kontribusi terbesar berikutnya disumbang oleh Pulau Sumatera yakni sebesar 21,73% yang mampu tumbuh 5,27%. Kemudian, Kalimantan dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 8,21% dan mampu tumbuh 6,28%

&quot;Lalu Sulawesi share-nya 6,88%, tumbuh 8,51%. Bali dan Nusa Tenggara share-nya 2,85%, hanya tumbuh 3,7%,&quot; ucap Margo dalam video virtual, Kamis (5/8/2021).

Namun, pertumbuhan tertinggi sebenarnya terjadi di Maluku dan Papua mencapai 8,75%.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 3,17%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi 2,3%, ekspor setelah dikurangi impor 0,98%, konsumsi pemerintah 0,61%, dan sisanya 0,01% dari konsumsi lembaga non-profit pendukung rumah tangga.

Lalu, investasi yang tumbuh 7,54%. Pertumbuhan ini tercipta dari realisasi belanja APBN yang naik 45,56% pada kuartal II 2021 dari kuartal II 2020. Selain itu, realisasi investasi yang tercatat di BKPM juga meningkat 16,21%.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021. Tercatat ekonomi Indonesia kuartal II-2021 tumbuh 7,07% secara year on year (yoy).


Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, kontribusi Pulau Jawa dalam ekonomi nasional sebesar 57,92%. Adapun, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa tumbuh 7,88%.

Kontribusi terbesar berikutnya disumbang oleh Pulau Sumatera yakni sebesar 21,73% yang mampu tumbuh 5,27%. Kemudian, Kalimantan dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 8,21% dan mampu tumbuh 6,28%

&quot;Lalu Sulawesi share-nya 6,88%, tumbuh 8,51%. Bali dan Nusa Tenggara share-nya 2,85%, hanya tumbuh 3,7%,&quot; ucap Margo dalam video virtual, Kamis (5/8/2021).

Namun, pertumbuhan tertinggi sebenarnya terjadi di Maluku dan Papua mencapai 8,75%.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 3,17%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi 2,3%, ekspor setelah dikurangi impor 0,98%, konsumsi pemerintah 0,61%, dan sisanya 0,01% dari konsumsi lembaga non-profit pendukung rumah tangga.

Lalu, investasi yang tumbuh 7,54%. Pertumbuhan ini tercipta dari realisasi belanja APBN yang naik 45,56% pada kuartal II 2021 dari kuartal II 2020. Selain itu, realisasi investasi yang tercatat di BKPM juga meningkat 16,21%.

</content:encoded></item></channel></rss>
