<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia Meroket 7,07%, Mendag: Ini Sangat Menjanjikan</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,07% pada kuartal II-2021 ditopang oleh beberapa faktor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451383/ekonomi-indonesia-meroket-7-07-mendag-ini-sangat-menjanjikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451383/ekonomi-indonesia-meroket-7-07-mendag-ini-sangat-menjanjikan"/><item><title>Ekonomi Indonesia Meroket 7,07%, Mendag: Ini Sangat Menjanjikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451383/ekonomi-indonesia-meroket-7-07-mendag-ini-sangat-menjanjikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451383/ekonomi-indonesia-meroket-7-07-mendag-ini-sangat-menjanjikan</guid><pubDate>Kamis 05 Agustus 2021 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451383/ekonomi-indonesia-meroket-7-07-mendag-ini-sangat-menjanjikan-NrlZh8urYO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Foto: Humas Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451383/ekonomi-indonesia-meroket-7-07-mendag-ini-sangat-menjanjikan-NrlZh8urYO.jpg</image><title>Mendag soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Foto: Humas Kemendag)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,07% pada kuartal II-2021 ditopang oleh beberapa faktor. Di antaranya pertumbuhan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93%, pembentukan modal tetap bruto investasi 7,54%, pertumbuhan ekpor 31,78%, dan pertumbuhan pemerintah tumbuh 8,06%.


&amp;ldquo;Ini sangat menjanjikan karena terutama di kuartal II ini beberapa negara mitra dagang penting Indonesia tumbuh 7,9%, Amerika Serikat di mana surplus Indonesia pada tahun 2020 adalah USD10 miliar menjadi negara terpenting surplusnya tumbuh 12,2%,&amp;rdquo; ujarnya dalam webinar Dialog Ekonomi, Kamis (5/8/2021).



Sementara itu, pertumbuhan juga didukung oleh sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 25,1%. Artinya, logistik tumbuh signifikan dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020.



Kemudian, dia melanjutkan, pada sektor akomodasi makanan dan minuman tumbuh 21,58%, sektor perdagangan tumbuh 9,44%, dan sektor industri pengolahan tumbuh 6,58%. &amp;ldquo;Harapan tersebut semakin membaik karena pada Mei 2021 tumbuh 107%. Artinya kepercayaan indeks konsumen tumbuh menguat,&amp;rdquo; katanya.



Ini juga diilustrasikan sejajar dengan pertumbuhan penjualan sepeda motor pada periode yang sama 2020 tumbuh 268%, serta penjualan ritel dengan pertumbuhan kelompok makanan dan minuman suku cadang dan barang-barang lainnya.



Pada kuartal III ini, lanjut Lutfi, pengeluaran rumah tangga tumbuh 57,23% dan non rumah tangga tumbuh 1,32%. Artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh konsumsi besarnya mencapai 58,55% dari pada perekonomian Indonesia.



&amp;ldquo;Konsumsi pemerintah adalah 8,7% sedangkan pembentukan modal tetap bruto 30,75%, ekspor jasa 19,07% dan impor jasa 18,72%. Inilah komposisi dari PDB kita,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,07% pada kuartal II-2021 ditopang oleh beberapa faktor. Di antaranya pertumbuhan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93%, pembentukan modal tetap bruto investasi 7,54%, pertumbuhan ekpor 31,78%, dan pertumbuhan pemerintah tumbuh 8,06%.


&amp;ldquo;Ini sangat menjanjikan karena terutama di kuartal II ini beberapa negara mitra dagang penting Indonesia tumbuh 7,9%, Amerika Serikat di mana surplus Indonesia pada tahun 2020 adalah USD10 miliar menjadi negara terpenting surplusnya tumbuh 12,2%,&amp;rdquo; ujarnya dalam webinar Dialog Ekonomi, Kamis (5/8/2021).



Sementara itu, pertumbuhan juga didukung oleh sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 25,1%. Artinya, logistik tumbuh signifikan dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020.



Kemudian, dia melanjutkan, pada sektor akomodasi makanan dan minuman tumbuh 21,58%, sektor perdagangan tumbuh 9,44%, dan sektor industri pengolahan tumbuh 6,58%. &amp;ldquo;Harapan tersebut semakin membaik karena pada Mei 2021 tumbuh 107%. Artinya kepercayaan indeks konsumen tumbuh menguat,&amp;rdquo; katanya.



Ini juga diilustrasikan sejajar dengan pertumbuhan penjualan sepeda motor pada periode yang sama 2020 tumbuh 268%, serta penjualan ritel dengan pertumbuhan kelompok makanan dan minuman suku cadang dan barang-barang lainnya.



Pada kuartal III ini, lanjut Lutfi, pengeluaran rumah tangga tumbuh 57,23% dan non rumah tangga tumbuh 1,32%. Artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh konsumsi besarnya mencapai 58,55% dari pada perekonomian Indonesia.



&amp;ldquo;Konsumsi pemerintah adalah 8,7% sedangkan pembentukan modal tetap bruto 30,75%, ekspor jasa 19,07% dan impor jasa 18,72%. Inilah komposisi dari PDB kita,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
