<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Konsumsi 5,9%, Mendag Sebut Lebih Baik Sebelum Ada Corona</title><description>Pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama kuartal II 2021 mencapai 5,93%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451395/pertumbuhan-konsumsi-5-9-mendag-sebut-lebih-baik-sebelum-ada-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451395/pertumbuhan-konsumsi-5-9-mendag-sebut-lebih-baik-sebelum-ada-corona"/><item><title>Pertumbuhan Konsumsi 5,9%, Mendag Sebut Lebih Baik Sebelum Ada Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451395/pertumbuhan-konsumsi-5-9-mendag-sebut-lebih-baik-sebelum-ada-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451395/pertumbuhan-konsumsi-5-9-mendag-sebut-lebih-baik-sebelum-ada-corona</guid><pubDate>Kamis 05 Agustus 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451395/pertumbuhan-konsumsi-5-9-mendag-sebut-lebih-baik-sebelum-ada-corona-PkmzymIgG8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konsumsi rumah tangga membaik di kuartal II 2021 (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451395/pertumbuhan-konsumsi-5-9-mendag-sebut-lebih-baik-sebelum-ada-corona-PkmzymIgG8.jpg</image><title>Konsumsi rumah tangga membaik di kuartal II 2021 (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama kuartal II 2021 mencapai 5,93%. Kondisi ini mengindikasikan perbaikan bahkan melebihi tren konsumsi di Indonesia sebelum timbul dampak pandemi COVID-19.
&amp;ldquo;Pertumbuhan konsumsi sudah berada di 5,93% (year on year/yoy), atau sebenarnya data ini menunjukkan bahwa level ini sudah kembali, bahkan lebih baik dibandingkan sebelum masa pandemi,&amp;rdquo; kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).
Baca Juga: 5 Sektor Usaha Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi 7,07%
 
Mendag membandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II 2021 dengan periode sebelum pandemi yakni kuartal I 2019 dan kuartal II 2019. Saat itu pertumbuhan konsumsi rumah tangga masing-masing hanya 5,02% dan 5,18%.
Padahal konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam struktur pertumbuhan ekonoi yakni mencapai 57,23% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di kuartal II 2021. Berdasarkan data BPS itu, porsi konsumsi rumah tangga menunjukkan kenaikan dibanding kuartal I 2021 yang sebesar 57,6%.
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 7,07%, Wakil Ketua Banggar: Bersyukur Keluar dari Resesi 
 
Pada kuartal II 2021 komponen pengeluaran lain seperti ekspor dan impor juga tumbuh signifikan yakni 31,7% dan 31, 2%, sedangkan konsumsi pemerintah naik 8,06% dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,5%. &amp;ldquo;Impor juga sudah jauh membaik dibandingkan periode-periode sebelum pandemi COVID-19,&amp;rdquo; ujar Lutfi.Pertumbuhan sektor pengeluaran tersebut mendorong kegiatan ekonomi  domestik untuk tumbuh secara kumulatif mencapai 7,07% (yoy) pada kuartal  II 2021 ini. Pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07% (yoy) pada kuartal II  2021 membuat Indonesia secara teknikal keluar dari zona resesi yang  telah dialami sejak empat kuartal sebelumnya.
Dalam dialog yang sama, Ekonom yang juga Mantan Menteri Keuangan  Chatib Basri mengatakan konsumsi rumah tangga yang bertumbuh 5,93%  disebabkan longgarnya ketentuan mobilitas masyarakat selama kuartal II  2021. Pada kuartal II 2021 atau periode April hingga Juni 2021,  pemerintah belum menerapkan PPKM Darurat atau PPKM berbagai level, yang  baru diterapkan pada awal Juli 2021.
Pelonggaran mobilitas masyarakat, kata Chatib, meningkatkan konsumsi  dan permintaan domestik, yang juga memberikan efek pengganda ekonomi ke  sektor-sektor lain seperti industri dan bidang jasa.
&amp;ldquo;Mobilitas kembali bergerak di kuartal II 2021. Belanja untuk sektor  ritel naik, permintaan juga naik, kemudian dengan naiknya sektor rumah  tangga, permintaan banyak dan direspons oleh produksi,&amp;rdquo; ujar Chatib.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama kuartal II 2021 mencapai 5,93%. Kondisi ini mengindikasikan perbaikan bahkan melebihi tren konsumsi di Indonesia sebelum timbul dampak pandemi COVID-19.
&amp;ldquo;Pertumbuhan konsumsi sudah berada di 5,93% (year on year/yoy), atau sebenarnya data ini menunjukkan bahwa level ini sudah kembali, bahkan lebih baik dibandingkan sebelum masa pandemi,&amp;rdquo; kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).
Baca Juga: 5 Sektor Usaha Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi 7,07%
 
Mendag membandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II 2021 dengan periode sebelum pandemi yakni kuartal I 2019 dan kuartal II 2019. Saat itu pertumbuhan konsumsi rumah tangga masing-masing hanya 5,02% dan 5,18%.
Padahal konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam struktur pertumbuhan ekonoi yakni mencapai 57,23% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di kuartal II 2021. Berdasarkan data BPS itu, porsi konsumsi rumah tangga menunjukkan kenaikan dibanding kuartal I 2021 yang sebesar 57,6%.
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 7,07%, Wakil Ketua Banggar: Bersyukur Keluar dari Resesi 
 
Pada kuartal II 2021 komponen pengeluaran lain seperti ekspor dan impor juga tumbuh signifikan yakni 31,7% dan 31, 2%, sedangkan konsumsi pemerintah naik 8,06% dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,5%. &amp;ldquo;Impor juga sudah jauh membaik dibandingkan periode-periode sebelum pandemi COVID-19,&amp;rdquo; ujar Lutfi.Pertumbuhan sektor pengeluaran tersebut mendorong kegiatan ekonomi  domestik untuk tumbuh secara kumulatif mencapai 7,07% (yoy) pada kuartal  II 2021 ini. Pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07% (yoy) pada kuartal II  2021 membuat Indonesia secara teknikal keluar dari zona resesi yang  telah dialami sejak empat kuartal sebelumnya.
Dalam dialog yang sama, Ekonom yang juga Mantan Menteri Keuangan  Chatib Basri mengatakan konsumsi rumah tangga yang bertumbuh 5,93%  disebabkan longgarnya ketentuan mobilitas masyarakat selama kuartal II  2021. Pada kuartal II 2021 atau periode April hingga Juni 2021,  pemerintah belum menerapkan PPKM Darurat atau PPKM berbagai level, yang  baru diterapkan pada awal Juli 2021.
Pelonggaran mobilitas masyarakat, kata Chatib, meningkatkan konsumsi  dan permintaan domestik, yang juga memberikan efek pengganda ekonomi ke  sektor-sektor lain seperti industri dan bidang jasa.
&amp;ldquo;Mobilitas kembali bergerak di kuartal II 2021. Belanja untuk sektor  ritel naik, permintaan juga naik, kemudian dengan naiknya sektor rumah  tangga, permintaan banyak dan direspons oleh produksi,&amp;rdquo; ujar Chatib.</content:encoded></item></channel></rss>
