<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkeu: Pemulihan Ekonomi Tergantung Pengendalian Covid-19</title><description>Arah pemulihan ekonomi nasional ke depan akan sangat berkaitan erat dengan progres penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451412/kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451412/kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19"/><item><title>Kemenkeu: Pemulihan Ekonomi Tergantung Pengendalian Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451412/kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/05/320/2451412/kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19</guid><pubDate>Kamis 05 Agustus 2021 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451412/kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19-rLTUQc8k1O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemulihan Ekonomi bergantung pada pengendalian kasus covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/05/320/2451412/kemenkeu-pemulihan-ekonomi-tergantung-pengendalian-covid-19-rLTUQc8k1O.jpg</image><title>Pemulihan Ekonomi bergantung pada pengendalian kasus covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Arah pemulihan ekonomi nasional ke depan akan sangat berkaitan erat dengan progres penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19.
&amp;ldquo;Sejak pertengahan Juni 2021 perkembangan kasus di Indonesia mengalami peningkatan akibat munculnya varian Delta yang menyebar sangat cepat,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).
Baca Juga:Ekonomi Tumbuh 7,07%, Wakil Ketua Banggar: Bersyukur Keluar dari Resesi
 
Febrio mengatakan pemerintah pun merespons cepat terhadap peningkatan kasus COVID-19 dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak 3 Juli 2021. Dia menuturkan kebijakan tersebut merupakan upaya nyata pemerintah dalam memprioritaskan penanganan pandemi demi menyelamatkan masyarakat Indonesia.
Implementasi PPKM bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat agar penyebaran penularan kasus COVID-19 dapat dicegah dan jumlah kasus aktif dapat segera diturunkan kembali.
Baca Juga: Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
 
Febrio tak memungkiri upaya itu berimplikasi pada tertahannya konsumsi masyarakat namun ini adalah langkah yang dibutuhkan untuk mengendalikan pandemi agar pemulihan ekonomi dapat segera kembali berjalan.
Ia optimistis momentum pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor akan terus terjaga seiring dengan implementasi PPKM yang efektif. Momentum perbaikan tersebut turut membantu peran APBN dan program PEN yang masih tetap berjalan namun dorongannya akan terbatas jika sumber pertumbuhan lainnya terganggu.Arah pemulihan sektor usaha strategis seperti industri pengolahan,  transportasi pergudangan, serta sektor penyediaan akomodasi dan  makan-minum juga sangat bergantung pada sisi pengendalian COVID-19.
&amp;ldquo;Pemerintah akan tetap fokus pada langkah-langkah antisipatif dan  responsif dalam menekan penyebaran pandemi terutama dengan  mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dan memperkuat testing, tracing,  treatment (3T),&amp;rdquo; jelasnya.
Ia memastikan sinergi kebijakan fiskal dan moneter juga terus  diperkuat untuk mewaspadai dampak negatif yang berpotensi terjadi dari  eskalasi kasus COVID-19.
Berbagai upaya ini dipertahankan seiring kinerja ekonomi triwulan  II-2021 yang telah mampu tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) dan  sesuai dengan prediksi Kementerian Keuangan. &amp;ldquo;Hal ini membuktikan bahwa  arah dan strategi pemulihan telah berjalan dan terjadi secara nyata&amp;rdquo;,  ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Arah pemulihan ekonomi nasional ke depan akan sangat berkaitan erat dengan progres penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19.
&amp;ldquo;Sejak pertengahan Juni 2021 perkembangan kasus di Indonesia mengalami peningkatan akibat munculnya varian Delta yang menyebar sangat cepat,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dilansir dari Antara, Kamis (5/8/2021).
Baca Juga:Ekonomi Tumbuh 7,07%, Wakil Ketua Banggar: Bersyukur Keluar dari Resesi
 
Febrio mengatakan pemerintah pun merespons cepat terhadap peningkatan kasus COVID-19 dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak 3 Juli 2021. Dia menuturkan kebijakan tersebut merupakan upaya nyata pemerintah dalam memprioritaskan penanganan pandemi demi menyelamatkan masyarakat Indonesia.
Implementasi PPKM bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat agar penyebaran penularan kasus COVID-19 dapat dicegah dan jumlah kasus aktif dapat segera diturunkan kembali.
Baca Juga: Pulau Jawa dan Sumatera Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
 
Febrio tak memungkiri upaya itu berimplikasi pada tertahannya konsumsi masyarakat namun ini adalah langkah yang dibutuhkan untuk mengendalikan pandemi agar pemulihan ekonomi dapat segera kembali berjalan.
Ia optimistis momentum pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor akan terus terjaga seiring dengan implementasi PPKM yang efektif. Momentum perbaikan tersebut turut membantu peran APBN dan program PEN yang masih tetap berjalan namun dorongannya akan terbatas jika sumber pertumbuhan lainnya terganggu.Arah pemulihan sektor usaha strategis seperti industri pengolahan,  transportasi pergudangan, serta sektor penyediaan akomodasi dan  makan-minum juga sangat bergantung pada sisi pengendalian COVID-19.
&amp;ldquo;Pemerintah akan tetap fokus pada langkah-langkah antisipatif dan  responsif dalam menekan penyebaran pandemi terutama dengan  mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dan memperkuat testing, tracing,  treatment (3T),&amp;rdquo; jelasnya.
Ia memastikan sinergi kebijakan fiskal dan moneter juga terus  diperkuat untuk mewaspadai dampak negatif yang berpotensi terjadi dari  eskalasi kasus COVID-19.
Berbagai upaya ini dipertahankan seiring kinerja ekonomi triwulan  II-2021 yang telah mampu tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) dan  sesuai dengan prediksi Kementerian Keuangan. &amp;ldquo;Hal ini membuktikan bahwa  arah dan strategi pemulihan telah berjalan dan terjadi secara nyata&amp;rdquo;,  ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
