<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Malaysia hingga Jepang Kompak Tinggalkan Dolar AS, Ini Manfaatnya Pakai Uang Lokal</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkuat kerja sama mata uang lokal (LCS) Indonesia dengan Malaysia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/06/320/2451774/ri-malaysia-hingga-jepang-kompak-tinggalkan-dolar-as-ini-manfaatnya-pakai-uang-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/06/320/2451774/ri-malaysia-hingga-jepang-kompak-tinggalkan-dolar-as-ini-manfaatnya-pakai-uang-lokal"/><item><title>RI-Malaysia hingga Jepang Kompak Tinggalkan Dolar AS, Ini Manfaatnya Pakai Uang Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/06/320/2451774/ri-malaysia-hingga-jepang-kompak-tinggalkan-dolar-as-ini-manfaatnya-pakai-uang-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/06/320/2451774/ri-malaysia-hingga-jepang-kompak-tinggalkan-dolar-as-ini-manfaatnya-pakai-uang-lokal</guid><pubDate>Jum'at 06 Agustus 2021 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/06/320/2451774/ri-malaysia-hingga-jepang-kompak-tinggalkan-dolar-as-ini-manfaatnya-pakai-uang-lokal-h6wrbV9erJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manfaat Pakai Mata Uang Lokal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/06/320/2451774/ri-malaysia-hingga-jepang-kompak-tinggalkan-dolar-as-ini-manfaatnya-pakai-uang-lokal-h6wrbV9erJ.jpg</image><title>Manfaat Pakai Mata Uang Lokal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat kerja sama mata uang lokal (LCS) Indonesia dengan Malaysia dan Indonesia dan Jepang.

Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan, penguatan dimaksud merupakan sebuah upaya untuk memperkuat pasar valas Indonesia.

&quot;Ini merupakan upaya bersama baik Indonesia dengan berbagai pihak untuk bagaimana kita memperkuat pasar valas kita bisa lebih berimbang,&quot; ujar Doddy dalam diskusi virtual, Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Kini RI-Jepang Sepakat Pakai Mata Uang Lokal


Penguatan kerangka kerja sama yang berlaku efektif 5 Agustus 2021 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong perdagangan dan investasi.

Selain itu juga turut memperkuat stabilitas makroekonomi dengan mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang.

&quot;Kita tahu perdagangan Indonesia dengan berbagai mitra itu baik di kawasan Asia maupun luar Asia masif, didominasi oleh penggunaan mata uang dolar Amerika, bahkan kalau kita melihat data terkini sudah beberapa tahun ini 90% perdagangan Indonesia dengan negara-negara luar itu menggunakan mata uang dolar AS,&quot; kata Doddy.

Dirinya menyebut, karena banyaknya menggunakan mata uang dolar AS dalam penyelesaian transaksi, barang dagang, baik jasa maupun investasi, dapat menimbulkan ketergantungan pada pasar valas domestik.

&quot;Kalau pasar valas yang sehat, itu artinya ada pasar valas Rupiah dengan YEN, rupiah dengan euro, rupiah dengan ringgit, intinya Rupiah dengan mata uang negara-negara mitra dagang dan investasi kita,&quot; kata Doddy

Namun karena masih menggunakan dolar AS, meski berdagang dengan China, Jepang, Thailand dan lain-lain, Indonesia harus tetap menggunakan dolar AS. Hal ini membuat mata uang Rupiah menjadi sangat sensitif terhadap apa yang terjadi dengan dolar AS.

&quot;Karenanya Bank Indonesia berinisiatif untuk terus mencoba menjaga stabilitasnya dengan melakukan pendekatan yang sifatnya lebih struktural, yaitu dengan mendalami pasar keuangan, terutama pasar keuangan valas non-dolar AS dalam negeri,&quot; kata Doddy.


</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkuat kerja sama mata uang lokal (LCS) Indonesia dengan Malaysia dan Indonesia dan Jepang.

Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan, penguatan dimaksud merupakan sebuah upaya untuk memperkuat pasar valas Indonesia.

&quot;Ini merupakan upaya bersama baik Indonesia dengan berbagai pihak untuk bagaimana kita memperkuat pasar valas kita bisa lebih berimbang,&quot; ujar Doddy dalam diskusi virtual, Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga: Kini RI-Jepang Sepakat Pakai Mata Uang Lokal


Penguatan kerangka kerja sama yang berlaku efektif 5 Agustus 2021 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong perdagangan dan investasi.

Selain itu juga turut memperkuat stabilitas makroekonomi dengan mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Jepang.

&quot;Kita tahu perdagangan Indonesia dengan berbagai mitra itu baik di kawasan Asia maupun luar Asia masif, didominasi oleh penggunaan mata uang dolar Amerika, bahkan kalau kita melihat data terkini sudah beberapa tahun ini 90% perdagangan Indonesia dengan negara-negara luar itu menggunakan mata uang dolar AS,&quot; kata Doddy.

Dirinya menyebut, karena banyaknya menggunakan mata uang dolar AS dalam penyelesaian transaksi, barang dagang, baik jasa maupun investasi, dapat menimbulkan ketergantungan pada pasar valas domestik.

&quot;Kalau pasar valas yang sehat, itu artinya ada pasar valas Rupiah dengan YEN, rupiah dengan euro, rupiah dengan ringgit, intinya Rupiah dengan mata uang negara-negara mitra dagang dan investasi kita,&quot; kata Doddy

Namun karena masih menggunakan dolar AS, meski berdagang dengan China, Jepang, Thailand dan lain-lain, Indonesia harus tetap menggunakan dolar AS. Hal ini membuat mata uang Rupiah menjadi sangat sensitif terhadap apa yang terjadi dengan dolar AS.

&quot;Karenanya Bank Indonesia berinisiatif untuk terus mencoba menjaga stabilitasnya dengan melakukan pendekatan yang sifatnya lebih struktural, yaitu dengan mendalami pasar keuangan, terutama pasar keuangan valas non-dolar AS dalam negeri,&quot; kata Doddy.


</content:encoded></item></channel></rss>
