<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mau Ajukan Pinjaman? Penuhi 2 Hal Ini</title><description>Ada dua hal yang harus dipenuhi ketika Anda mau berutang. Tidak sedikit orang ketika berutang namun tidak bisa melunasinya  kembali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/07/622/2452403/mau-ajukan-pinjaman-penuhi-2-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/07/622/2452403/mau-ajukan-pinjaman-penuhi-2-hal-ini"/><item><title>Mau Ajukan Pinjaman? Penuhi 2 Hal Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/07/622/2452403/mau-ajukan-pinjaman-penuhi-2-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/07/622/2452403/mau-ajukan-pinjaman-penuhi-2-hal-ini</guid><pubDate>Sabtu 07 Agustus 2021 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/07/622/2452403/mau-ajukan-pinjaman-penuhi-2-hal-ini-Svw58Xqx1h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips mengajukan pinjaman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/07/622/2452403/mau-ajukan-pinjaman-penuhi-2-hal-ini-Svw58Xqx1h.jpg</image><title>Tips mengajukan pinjaman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ada dua hal yang harus dipenuhi ketika Anda mau berutang. Pasalnya, tidak sedikit orang ketika berutang namun tidak bisa melunasinya kembali.
Pertama, kebutuhan apa yang diperlukan hingga harus berutang. Kedua, seseorang harus bisa membayar utang tersebut. Menurut Mike, jika dua hal tersebut tidak terpenuhi, sebaiknya Anda tidak mencoba untuk berutang.
Baca Juga: Alasan Kenapa Harus Membuat Catatan Keuangan Usaha
 
&amp;ldquo;Pertama, ada kebutuhannya dulu ga ngutang. Yang kedua, bisa bayarnya ga? Kalau dua itu tidak terpenuhi, jangan coba-coba ambil utangan ya. Baik utang melalui bank, online, ataupun fintech,&amp;rdquo; kata Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, Sabtu (7/8/2021).
Mike menjelaskan, seseorang bisa berutang apabila memang ada kebutuhannya. Adapun kebutuhan yang dimaksud bukan untuk kebutuhan konsumsi, seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Dapat Bansos Tunai Rp600.000, Begini Cara Mengaturnya
 
&amp;ldquo;Kebutuhannya juga tergantung kasusnya apa. Kalau kebutuhannya hanya untuk konsumsi ya, misalnya membeli kebutuhan pokok sehari-hari seperti belanja dapur. Itu disarankan jauhi berutang untuk kebutuhan sehari-hari,&amp;rdquo; jelas dia.
Lanjutnya, berapa pun penghasilan yang didapat seseorang, apabila total pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, itu akan memberikan dampak yang berbahaya.
&amp;ldquo;Misalnya mau makan kita ngutang, wah itu pasti ada masalah dengan  keuangan Anda. Berapa pun sebenarnya penghasilan kita, kalau kita punya  pengeluaran lebih besar daripada penghasilan kita, maka dampaknya itu  bisa berbahaya karena akan mendorong kita untuk berutang,&amp;rdquo; ucap Mike.
Mike menambahkan, berutang itu jika seseorang membeli aset, misalnya  seperti rumah. Selain itu, jika seseorang mempunyai penghasilan tetapi  ada pengeluaran yang sangat besar yang bersifat urgent.
&amp;ldquo;Utang itu hanya jika Anda membeli aset seperti rumah. Utang itu  kalau misalnya Anda tetap punya penghasilan tapi ada pengeluaran yang  sangat besar, jadi sifatnya urgent. Contohnya, seperti Anda masuk rumah  sakit, ada pembayaran rumah sakit yang sangat besar, itu karena kondisi  penyakitnya cukup parah misalnya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ada dua hal yang harus dipenuhi ketika Anda mau berutang. Pasalnya, tidak sedikit orang ketika berutang namun tidak bisa melunasinya kembali.
Pertama, kebutuhan apa yang diperlukan hingga harus berutang. Kedua, seseorang harus bisa membayar utang tersebut. Menurut Mike, jika dua hal tersebut tidak terpenuhi, sebaiknya Anda tidak mencoba untuk berutang.
Baca Juga: Alasan Kenapa Harus Membuat Catatan Keuangan Usaha
 
&amp;ldquo;Pertama, ada kebutuhannya dulu ga ngutang. Yang kedua, bisa bayarnya ga? Kalau dua itu tidak terpenuhi, jangan coba-coba ambil utangan ya. Baik utang melalui bank, online, ataupun fintech,&amp;rdquo; kata Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, Sabtu (7/8/2021).
Mike menjelaskan, seseorang bisa berutang apabila memang ada kebutuhannya. Adapun kebutuhan yang dimaksud bukan untuk kebutuhan konsumsi, seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Dapat Bansos Tunai Rp600.000, Begini Cara Mengaturnya
 
&amp;ldquo;Kebutuhannya juga tergantung kasusnya apa. Kalau kebutuhannya hanya untuk konsumsi ya, misalnya membeli kebutuhan pokok sehari-hari seperti belanja dapur. Itu disarankan jauhi berutang untuk kebutuhan sehari-hari,&amp;rdquo; jelas dia.
Lanjutnya, berapa pun penghasilan yang didapat seseorang, apabila total pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, itu akan memberikan dampak yang berbahaya.
&amp;ldquo;Misalnya mau makan kita ngutang, wah itu pasti ada masalah dengan  keuangan Anda. Berapa pun sebenarnya penghasilan kita, kalau kita punya  pengeluaran lebih besar daripada penghasilan kita, maka dampaknya itu  bisa berbahaya karena akan mendorong kita untuk berutang,&amp;rdquo; ucap Mike.
Mike menambahkan, berutang itu jika seseorang membeli aset, misalnya  seperti rumah. Selain itu, jika seseorang mempunyai penghasilan tetapi  ada pengeluaran yang sangat besar yang bersifat urgent.
&amp;ldquo;Utang itu hanya jika Anda membeli aset seperti rumah. Utang itu  kalau misalnya Anda tetap punya penghasilan tapi ada pengeluaran yang  sangat besar, jadi sifatnya urgent. Contohnya, seperti Anda masuk rumah  sakit, ada pembayaran rumah sakit yang sangat besar, itu karena kondisi  penyakitnya cukup parah misalnya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
