<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berawal dari Hobi, Mahasiswa Ini Jadi Jutawan berkat Burung Parkit   </title><description>Kuliah secara online yang diterapkan dimanfaatkan seorang mahasiswa Bali untuk menjalankan usaha budidaya burung parkit Australia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/08/455/2452606/berawal-dari-hobi-mahasiswa-ini-jadi-jutawan-berkat-burung-parkit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/08/455/2452606/berawal-dari-hobi-mahasiswa-ini-jadi-jutawan-berkat-burung-parkit"/><item><title>Berawal dari Hobi, Mahasiswa Ini Jadi Jutawan berkat Burung Parkit   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/08/455/2452606/berawal-dari-hobi-mahasiswa-ini-jadi-jutawan-berkat-burung-parkit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/08/455/2452606/berawal-dari-hobi-mahasiswa-ini-jadi-jutawan-berkat-burung-parkit</guid><pubDate>Minggu 08 Agustus 2021 17:14 WIB</pubDate><dc:creator> I Gusti Bagus Alit Sidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/08/455/2452606/berawal-dari-hobi-mahasiswa-ini-jadi-jutawan-berkat-burung-parkit-o1lxb3ej1j.png" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Burung Parkit Australia (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/08/455/2452606/berawal-dari-hobi-mahasiswa-ini-jadi-jutawan-berkat-burung-parkit-o1lxb3ej1j.png</image><title>Bisnis Burung Parkit Australia (Foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Kuliah secara online yang diterapkan selama masa pandemi dimanfaatkan seorang mahasiswa di Badung, Bali untuk menjalankan usaha budidaya burung parkit Australia atau falk Australia.

Menggunakan lahan kosong di samping rumah, usaha mandiri yang dijalankan sejak merebaknya pandemi tak dinyana ternyata mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta Rupiah per bulannya.

Seiring dengan kemajuan usaha, permintaan pun kian banyak bahkan sampai kewalahan melayani pesanan pembeli dari luar Bali.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Mau Mencoba Usaha di Tengah Pandemi? Perhatikan Hal Berikut

Kadek Widiadnyana Putra tidak menyangka usaha budidaya burung parkit Australia atau falk Australia bisa menjadi penghasilan tambahan selama masa pandemi covid-19. Warga Seminyak, Kuta Utara, Badung, Bali ini semula hanya coba-coba beternak burung parkit Australia sebagai kegiatan  sampingan mengisi waktu selama menjalani kuliah dari rumah.

Berawal dari ketertarikannya terhadap burung parkit Australia, remaja ini lantas berinisiatif menggunakan uang tabungannya sekitar Rp4 juta untuk membeli sepasang burung parkit Australia guna dijadikan indukan.

Parkit Australia merupakan salah satu burung impor yang saat ini sedang gandrungi karena tampilan fisiknya yang menyerupai burung kaka tua, namun dengan ukuran lebih mini.

Selain itu, para penggemar burung umumnya terpesona dengan keindahan bulu dan kepintarannya karena jika dilatih secara intensif mampu menirukan berbagai jenis suara.

Penampilan yang membedakan dengan jenis burung parkit lainnya adalah kucir atau jambul di kepalanya serta ekornya yang tampak lebih panjang.

Agar rajin bertelur, setiap indukan ditempatkan pada kandang berukuran 1 meter kali 2 meter dilengkapi dengan tempat khusus yang berfungsi sebagai sarang tempat bertelur. Agar indukan bisa mengawasi telurnya, maka sarang tempat bertelur berbentuk kotak yang terbuat dari kayu ditempatkan di bagian tengah atau dasar kandang. Untuk pakannya, burung ini cukup diberikan biji-bijian seperti jagung muda.

Hanya berawal dari sepasang indukan, Kadek Widiadnyana Putra kini telah berhasil membudidayakan hingga menghasilkan puluhan burung parkit Australia berbagai jenis mulai dari albino, cinnamon, lutino, domain silver, white face dan lainnya.

&quot;Selain sebagai hiburan, budidaya parkit Australia juga menjadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan keuntungan,&quot; kata Kadek Widiadnyana Putra, Minggu (8/8/2021).

Tidak hanya dipasarkan melalui sistem online untuk menarik pembeli, Kadek Widiadnyana juga memajang sejumlah burung parkit Australia di toko pakan ternak milik orangtuanya.

Untuk satu jenis parkit Australia atau falk Australia dijual bervariasi sesuai dengan jenis dan warnanya mulai kisaran harga Rp700 ribu hingga Rp4 juta.

Tingginya minat penggemar burung untuk memiliki burung jenis ini membuat Kadek Widiadnyana mampu mengantongi omzet hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Apalagi di masa pandemi, memelihara burung berkicau dianggap sebagai hiburan saat berada di rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Kuliah secara online yang diterapkan selama masa pandemi dimanfaatkan seorang mahasiswa di Badung, Bali untuk menjalankan usaha budidaya burung parkit Australia atau falk Australia.

Menggunakan lahan kosong di samping rumah, usaha mandiri yang dijalankan sejak merebaknya pandemi tak dinyana ternyata mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta Rupiah per bulannya.

Seiring dengan kemajuan usaha, permintaan pun kian banyak bahkan sampai kewalahan melayani pesanan pembeli dari luar Bali.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Mau Mencoba Usaha di Tengah Pandemi? Perhatikan Hal Berikut

Kadek Widiadnyana Putra tidak menyangka usaha budidaya burung parkit Australia atau falk Australia bisa menjadi penghasilan tambahan selama masa pandemi covid-19. Warga Seminyak, Kuta Utara, Badung, Bali ini semula hanya coba-coba beternak burung parkit Australia sebagai kegiatan  sampingan mengisi waktu selama menjalani kuliah dari rumah.

Berawal dari ketertarikannya terhadap burung parkit Australia, remaja ini lantas berinisiatif menggunakan uang tabungannya sekitar Rp4 juta untuk membeli sepasang burung parkit Australia guna dijadikan indukan.

Parkit Australia merupakan salah satu burung impor yang saat ini sedang gandrungi karena tampilan fisiknya yang menyerupai burung kaka tua, namun dengan ukuran lebih mini.

Selain itu, para penggemar burung umumnya terpesona dengan keindahan bulu dan kepintarannya karena jika dilatih secara intensif mampu menirukan berbagai jenis suara.

Penampilan yang membedakan dengan jenis burung parkit lainnya adalah kucir atau jambul di kepalanya serta ekornya yang tampak lebih panjang.

Agar rajin bertelur, setiap indukan ditempatkan pada kandang berukuran 1 meter kali 2 meter dilengkapi dengan tempat khusus yang berfungsi sebagai sarang tempat bertelur. Agar indukan bisa mengawasi telurnya, maka sarang tempat bertelur berbentuk kotak yang terbuat dari kayu ditempatkan di bagian tengah atau dasar kandang. Untuk pakannya, burung ini cukup diberikan biji-bijian seperti jagung muda.

Hanya berawal dari sepasang indukan, Kadek Widiadnyana Putra kini telah berhasil membudidayakan hingga menghasilkan puluhan burung parkit Australia berbagai jenis mulai dari albino, cinnamon, lutino, domain silver, white face dan lainnya.

&quot;Selain sebagai hiburan, budidaya parkit Australia juga menjadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan keuntungan,&quot; kata Kadek Widiadnyana Putra, Minggu (8/8/2021).

Tidak hanya dipasarkan melalui sistem online untuk menarik pembeli, Kadek Widiadnyana juga memajang sejumlah burung parkit Australia di toko pakan ternak milik orangtuanya.

Untuk satu jenis parkit Australia atau falk Australia dijual bervariasi sesuai dengan jenis dan warnanya mulai kisaran harga Rp700 ribu hingga Rp4 juta.

Tingginya minat penggemar burung untuk memiliki burung jenis ini membuat Kadek Widiadnyana mampu mengantongi omzet hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Apalagi di masa pandemi, memelihara burung berkicau dianggap sebagai hiburan saat berada di rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
