<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blok Rokan Resmi Jadi Aset Pertamina</title><description>Blok Rokan atau wilayah kerja rokan resmi menjadi aset PT Pertamina (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452833/blok-rokan-resmi-jadi-aset-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452833/blok-rokan-resmi-jadi-aset-pertamina"/><item><title>Blok Rokan Resmi Jadi Aset Pertamina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452833/blok-rokan-resmi-jadi-aset-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452833/blok-rokan-resmi-jadi-aset-pertamina</guid><pubDate>Senin 09 Agustus 2021 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/09/320/2452833/blok-rokan-resmi-jadi-aset-pertamina-8UhMghiUc5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Blok rokan resmi dikelola Pertamina (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/09/320/2452833/blok-rokan-resmi-jadi-aset-pertamina-8UhMghiUc5.jpg</image><title>Blok rokan resmi dikelola Pertamina (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Blok Rokan atau wilayah kerja rokan resmi menjadi aset PT Pertamina (Persero). Terhitung sejak 9 Agustus 2021, operasional Blok Rokan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha Pertamina.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mencatat, untuk memastikan kelancaran proses alih kelola, Pertamina melalui PHR sudah membentuk tim transisi yang bertugas memastikan kelancaran  operasi.
Baca Juga: Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan Hari Ini
 
Terutama di aspek subsurface, operasi produksi, project and facility engineering, operasi K3LL, hingga ke aspek sumber daya manusia, finansial , komersial, asset supply chain management serta IT.
&amp;ldquo;Hal yang tidak kalah penting dalam proses alih kelola ini, kami mengingatkan kembali mengenai high risk pengelolaan usaha migas, tidak hanya proses kehandalan tapi aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) tetap menjadi perhatian kita semua,&amp;rdquo; ujar Nicke dalam gelaran seremoni alih wilayah kerja Rokan, Minggu (8/8/2021).
Baca Juga: Pernah Jadi Penghasil Minyak Terbesar di RI, Berikut Tantangan Kelola Blok Rokan 
 
Manajemen optimis dapat menjalankan dan mengelola Blok Rokan untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Pertamina juga memiliki tugas lainnya, yaitu mendukung program pemerintah mencapai  produksi minyak mentah satu juta barrel oil per day (BOPD) dan 12 miliar standard cubic feet per day (BSCFD) di tahun 2030.

&quot;Selain kerja keras serta komitmen Pertamina, tentu juga diharapkan  dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan daerah serta seluruh  Stakeholder dan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut,&amp;rdquo;  katanya.
Hingga akhir tahun 2021, PHR merencanakan pengeboran 161 sumur baru,  termasuk sisa sumur dari komitmen operator sebelumnya. Pada 2022  mendatang, PHR juga merencanakan pengeboran 500 sumur baru.
Langkah tersebut merupakan komitmen investasi dan jumlah sumur  terbesar di antara wilayah kerja migas lain di Indonesia. Kegiatan  pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig  pemboran, sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig  untuk kegiatan Work Over &amp;amp; Well Service yang merupakan mirroring  dari kontrak sebelumnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Blok Rokan atau wilayah kerja rokan resmi menjadi aset PT Pertamina (Persero). Terhitung sejak 9 Agustus 2021, operasional Blok Rokan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha Pertamina.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mencatat, untuk memastikan kelancaran proses alih kelola, Pertamina melalui PHR sudah membentuk tim transisi yang bertugas memastikan kelancaran  operasi.
Baca Juga: Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan Hari Ini
 
Terutama di aspek subsurface, operasi produksi, project and facility engineering, operasi K3LL, hingga ke aspek sumber daya manusia, finansial , komersial, asset supply chain management serta IT.
&amp;ldquo;Hal yang tidak kalah penting dalam proses alih kelola ini, kami mengingatkan kembali mengenai high risk pengelolaan usaha migas, tidak hanya proses kehandalan tapi aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) tetap menjadi perhatian kita semua,&amp;rdquo; ujar Nicke dalam gelaran seremoni alih wilayah kerja Rokan, Minggu (8/8/2021).
Baca Juga: Pernah Jadi Penghasil Minyak Terbesar di RI, Berikut Tantangan Kelola Blok Rokan 
 
Manajemen optimis dapat menjalankan dan mengelola Blok Rokan untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Pertamina juga memiliki tugas lainnya, yaitu mendukung program pemerintah mencapai  produksi minyak mentah satu juta barrel oil per day (BOPD) dan 12 miliar standard cubic feet per day (BSCFD) di tahun 2030.

&quot;Selain kerja keras serta komitmen Pertamina, tentu juga diharapkan  dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan daerah serta seluruh  Stakeholder dan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut,&amp;rdquo;  katanya.
Hingga akhir tahun 2021, PHR merencanakan pengeboran 161 sumur baru,  termasuk sisa sumur dari komitmen operator sebelumnya. Pada 2022  mendatang, PHR juga merencanakan pengeboran 500 sumur baru.
Langkah tersebut merupakan komitmen investasi dan jumlah sumur  terbesar di antara wilayah kerja migas lain di Indonesia. Kegiatan  pengeboran tersebut akan didukung dengan penyiapan tambahan 10 rig  pemboran, sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig  untuk kegiatan Work Over &amp;amp; Well Service yang merupakan mirroring  dari kontrak sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
