<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurs Rupiah Lesu di Awal Pekan</title><description>Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452922/kurs-rupiah-lesu-di-awal-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452922/kurs-rupiah-lesu-di-awal-pekan"/><item><title>Kurs Rupiah Lesu di Awal Pekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452922/kurs-rupiah-lesu-di-awal-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/09/320/2452922/kurs-rupiah-lesu-di-awal-pekan</guid><pubDate>Senin 09 Agustus 2021 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/09/320/2452922/kurs-rupiah-lesu-di-awal-pekan-gbFm5uFH19.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar Rupiah melemah (Foto: Okezon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/09/320/2452922/kurs-rupiah-lesu-di-awal-pekan-gbFm5uFH19.jpg</image><title>Nilai tukar Rupiah melemah (Foto: Okezon)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah. Rupiah tertekan isu pengetatan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.
Rupiah dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke posisi Rp14.373 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.353 per dolar AS.
&quot;Nilai tukar rupiah berpeluang bergerak melemah hari ini karena isu tapering kebijakan moneter AS kembali menguat,&quot; kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra dilansir dari Antara, Senin (9/8/2021).
Baca Juga: Tak Bergantung pada Dolar AS, Rupiah Bisa Dipakai di Luar Negeri
Ariston menyampaikan isu tapering tersebut didukung oleh data tenaga kerja AS versi pemerintah yang dirilis Jumat (6/9) malam yang lebih bagus dari prediksi.
Menurut Ariston, selama ini The Fed mengungkapkan bahwa situasi pekerjaan yang membaik di AS akan mendukung pengetatan kebijakan moneter ke depan.
Pekan lalu, Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida memberikan indikasi proses tapering akan mulai dilakukan di akhir tahun ini.
Baca Juga: Bye Dolar AS, Kini Rupiah Bisa Dipakai di Luar Negeri
&quot;Selain itu, pasar masih mewaspadai kenaikan kasus COVID-19 di dunia karena varian delta. Kekhawatiran ini bisa mendorong pelaku pasar menghindari aset berisiko,&quot; ujar Ariston.
Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air semakin turun di mana pada Minggu (8/8), kasus baru mencapai 26.415  sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,66 juta kasus.Namun, jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 masih tinggi  yaitu bertambah 1.498 kasus sehingga total  mencapai 107.096 kasus.
Sementara itu, sebanyak 3,08 juta orang telah dinyatakan sembuh  sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai  474.233 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran  Rp14.400 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.270 per  dolar AS.
Pada Jumat (9/8), rupiah ditutup terkoreksi 30 poin atau 0,21% ke  posisi Rp14.343 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan  perdagangan sebelumnya Rp14.3139 per dolar AS.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah. Rupiah tertekan isu pengetatan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.
Rupiah dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke posisi Rp14.373 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.353 per dolar AS.
&quot;Nilai tukar rupiah berpeluang bergerak melemah hari ini karena isu tapering kebijakan moneter AS kembali menguat,&quot; kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra dilansir dari Antara, Senin (9/8/2021).
Baca Juga: Tak Bergantung pada Dolar AS, Rupiah Bisa Dipakai di Luar Negeri
Ariston menyampaikan isu tapering tersebut didukung oleh data tenaga kerja AS versi pemerintah yang dirilis Jumat (6/9) malam yang lebih bagus dari prediksi.
Menurut Ariston, selama ini The Fed mengungkapkan bahwa situasi pekerjaan yang membaik di AS akan mendukung pengetatan kebijakan moneter ke depan.
Pekan lalu, Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida memberikan indikasi proses tapering akan mulai dilakukan di akhir tahun ini.
Baca Juga: Bye Dolar AS, Kini Rupiah Bisa Dipakai di Luar Negeri
&quot;Selain itu, pasar masih mewaspadai kenaikan kasus COVID-19 di dunia karena varian delta. Kekhawatiran ini bisa mendorong pelaku pasar menghindari aset berisiko,&quot; ujar Ariston.
Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air semakin turun di mana pada Minggu (8/8), kasus baru mencapai 26.415  sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,66 juta kasus.Namun, jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 masih tinggi  yaitu bertambah 1.498 kasus sehingga total  mencapai 107.096 kasus.
Sementara itu, sebanyak 3,08 juta orang telah dinyatakan sembuh  sehingga total kasus aktif COVID-19 sehingga total kasus aktif mencapai  474.233 kasus.
Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran  Rp14.400 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.270 per  dolar AS.
Pada Jumat (9/8), rupiah ditutup terkoreksi 30 poin atau 0,21% ke  posisi Rp14.343 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan  perdagangan sebelumnya Rp14.3139 per dolar AS.</content:encoded></item></channel></rss>
