<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Bergerak di Kisaran 6.052-6.136, Cek Saham Berikut</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453404/ihsg-bergerak-di-kisaran-6-052-6-136-cek-saham-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453404/ihsg-bergerak-di-kisaran-6-052-6-136-cek-saham-berikut"/><item><title>IHSG Bergerak di Kisaran 6.052-6.136, Cek Saham Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453404/ihsg-bergerak-di-kisaran-6-052-6-136-cek-saham-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453404/ihsg-bergerak-di-kisaran-6-052-6-136-cek-saham-berikut</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2021 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/10/278/2453404/ihsg-bergerak-di-kisaran-6-052-6-136-cek-saham-berikut-wJiYPnswhG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/10/278/2453404/ihsg-bergerak-di-kisaran-6-052-6-136-cek-saham-berikut-wJiYPnswhG.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini berada di kisaran 6.052-6.136.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola bearish meeting line yang terbentuk pada hari jumat dengan melemah diawal pekan. Indikasi menguji support Moving Average 20 hari dan 50 hari kembali sebagai uji ketahana trend bullish jangka panjang.
Baca Juga: IHSG Ditutup Anjlok 1,22% ke 6.127
 
&quot;Indikator Stochastic dan RSI bergerak dead-cross diarea overbought dan Indikator MACD bergerak negatif berpeluang cross over dari area overvalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpeluang kembali melemah dengan support resistance 6.052-6.136,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Selasa (10/8/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AGII, ANTM, INCO, MCAS, TINS, TOWR, UNTR, MIKA.
Baca Juga: IHSG Sesi I Melemah Tipis ke 6.194
 
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 75,97 poin atau 1,22 persen ke level 6.127 dengan saham EMTK, BBRI, ARTO, BMRI dan BRIS yang menjadi laggard pergerakan IHSG. Meskipun dibuka dengan optimis investor cenderung mengawali pekan dengan aksi jual, Penguatan yang sudah cukup optimis pada pekan lalu akibat uforia PDB yang memberikan signal keluar dari zona resesi di Indonesia, minimnnya sentimen diawal pekan, dan potensi pengurangan stimulus AS yang makin jelas menjadi alasan-alasan investor melakukan profit taking diawal pekan.
Data indeks keyakinan konsumen Indonesia pada bulan Juli 2021 terjun cukup dalam menjadi 80.2 dari 107.4 ikut andil dalam pesimistis investor diawal pekan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp670,15 miliar.
Leader:
BUKA, BBCA, BANK, AMRT, BCIC
Laggard:
EMTK, BBRI, ARTO, BMRI, BRIS
Sementara itu, Bursa Asia berpotensi kembali terkonsolidasi karena  investor mempertimbangkan dampak penurunan harga komoditas dan  pembicaraan the fed mengenai penguaran stimulus hingga kebangkitan kasus  virus delta. Harga minyak mentah WTI menyentuh level terendah dalam  tiga minggu ditengah kekhawatiran ketegangan kasus virus delta akan  menghambat pertumbuhan permintaan.
The Fed menyerukan potensi adanya pengurangan pembelian aset setelah  adanya kenaikan laporan pekerjaan yang kuat dalam dua bulan terakhir dan  investor akan menanti data inflasi yang juga akan menjadi indikator.  Penyebaran kasus covid 19 delta dipenjuru dunia menimbulkan kekhawatiran  bahwa pemulihan dari pandemi akan terhambat. Kasus virus corona baru di  AS melonjak ke level mingguan tertinggi sejak awal Februari, sementara  kematian meningkat paling tinggi sejak Desember.
Indeks future di Australi dan Hongkong naik mengiringi kenaikan  infeks future di Jepang setelah ditutup libur awal pekan. Secara  sentimen IHSG berpotensi kembali bergerak tertekan dengan investor yang  menanti data penjualan eceran dengan ekspektasi melambat di level 10%  dari 14.7%.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini berada di kisaran 6.052-6.136.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola bearish meeting line yang terbentuk pada hari jumat dengan melemah diawal pekan. Indikasi menguji support Moving Average 20 hari dan 50 hari kembali sebagai uji ketahana trend bullish jangka panjang.
Baca Juga: IHSG Ditutup Anjlok 1,22% ke 6.127
 
&quot;Indikator Stochastic dan RSI bergerak dead-cross diarea overbought dan Indikator MACD bergerak negatif berpeluang cross over dari area overvalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpeluang kembali melemah dengan support resistance 6.052-6.136,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Selasa (10/8/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AGII, ANTM, INCO, MCAS, TINS, TOWR, UNTR, MIKA.
Baca Juga: IHSG Sesi I Melemah Tipis ke 6.194
 
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 75,97 poin atau 1,22 persen ke level 6.127 dengan saham EMTK, BBRI, ARTO, BMRI dan BRIS yang menjadi laggard pergerakan IHSG. Meskipun dibuka dengan optimis investor cenderung mengawali pekan dengan aksi jual, Penguatan yang sudah cukup optimis pada pekan lalu akibat uforia PDB yang memberikan signal keluar dari zona resesi di Indonesia, minimnnya sentimen diawal pekan, dan potensi pengurangan stimulus AS yang makin jelas menjadi alasan-alasan investor melakukan profit taking diawal pekan.
Data indeks keyakinan konsumen Indonesia pada bulan Juli 2021 terjun cukup dalam menjadi 80.2 dari 107.4 ikut andil dalam pesimistis investor diawal pekan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp670,15 miliar.
Leader:
BUKA, BBCA, BANK, AMRT, BCIC
Laggard:
EMTK, BBRI, ARTO, BMRI, BRIS
Sementara itu, Bursa Asia berpotensi kembali terkonsolidasi karena  investor mempertimbangkan dampak penurunan harga komoditas dan  pembicaraan the fed mengenai penguaran stimulus hingga kebangkitan kasus  virus delta. Harga minyak mentah WTI menyentuh level terendah dalam  tiga minggu ditengah kekhawatiran ketegangan kasus virus delta akan  menghambat pertumbuhan permintaan.
The Fed menyerukan potensi adanya pengurangan pembelian aset setelah  adanya kenaikan laporan pekerjaan yang kuat dalam dua bulan terakhir dan  investor akan menanti data inflasi yang juga akan menjadi indikator.  Penyebaran kasus covid 19 delta dipenjuru dunia menimbulkan kekhawatiran  bahwa pemulihan dari pandemi akan terhambat. Kasus virus corona baru di  AS melonjak ke level mingguan tertinggi sejak awal Februari, sementara  kematian meningkat paling tinggi sejak Desember.
Indeks future di Australi dan Hongkong naik mengiringi kenaikan  infeks future di Jepang setelah ditutup libur awal pekan. Secara  sentimen IHSG berpotensi kembali bergerak tertekan dengan investor yang  menanti data penjualan eceran dengan ekspektasi melambat di level 10%  dari 14.7%.</content:encoded></item></channel></rss>
