<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Pede Penghimpunan Dana Pasar Modal Lebih Besar Sebelum Pandemi</title><description>OJK optimistis jumlah penghimpunan dana melalui  pasar modal pada akhir tahun ini akan mencapai level sebelum pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453575/ojk-pede-penghimpunan-dana-pasar-modal-lebih-besar-sebelum-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453575/ojk-pede-penghimpunan-dana-pasar-modal-lebih-besar-sebelum-pandemi"/><item><title>OJK Pede Penghimpunan Dana Pasar Modal Lebih Besar Sebelum Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453575/ojk-pede-penghimpunan-dana-pasar-modal-lebih-besar-sebelum-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453575/ojk-pede-penghimpunan-dana-pasar-modal-lebih-besar-sebelum-pandemi</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2021 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/10/278/2453575/ojk-pede-penghimpunan-dana-pasar-modal-lebih-besar-sebelum-pandemi-rk2OAFDPHz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK optimis dana himpunan pasar modal melebihi masa sebelum pandemi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/10/278/2453575/ojk-pede-penghimpunan-dana-pasar-modal-lebih-besar-sebelum-pandemi-rk2OAFDPHz.jpg</image><title>OJK optimis dana himpunan pasar modal melebihi masa sebelum pandemi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis jumlah penghimpunan dana melalui pasar modal pada akhir tahun ini akan mencapai level sebelum pandemi. Hal ini bisa dicapai seiring dengan meningkatnya minat perusahaan untuk masuk ke bursa serta semakin bertambahnya jumlah investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 3 Agustus 2021 tumbuh sebesar 99,36% (yoy) atau sebesar Rp117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan penawaran umum.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Masyarakat Berburu Cuan di Pasar Modal 
 
&quot;Angka ini belum termasuk realisasi IPO perusahaan start-up yaitu Bukalapak yang baru saja efektif per tanggal 6 Agustus 2021. Capaian ini hampir melampaui perolehan tahun 2020 yang sebesar Rp118,7 triliun dan kami yakin dapat kembali mencapai level sebelum pandemi yakni di akhir tahun 2021,&quot; ujar Wimboh dilansir dari Antara, Selasa (10/8/2021).
Berdasarkan catatan OJK, masih terdapat 83 penawaran umum dalam proses (pipeline) senilai total Rp52,56 triliun dengan 40 penawaran umum, di antaranya akan dilakukan melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO).
Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Perbankan Hampir Tembus Rp1.000 Triliun
 
Ke depan, lanjut Wimboh, OJK akan terus berupaya meningkatkan basis suplai antara lain dengan mengakomodir calon emiten dari new economy atau start-up untuk  meramaikan perdagangan saham di BEI.
&quot;Antusiasme dan optimisme penghimpunan dana melalui pasar modal yang terjaga ini diharapkan dapat menjadikan pasar modal sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan tema peringatan ulang tahun pasar modal kali ini yaitu sinergi pasar modal bagi pemulihan ekonomi,&quot; kata Wimboh.Wimboh menyampaikan pasar modal Indonesia masih mampu bertahan dari  dampak pandemi dan menunjukkan kinerja yang terus membaik. Berbagai  capaian diraih seperti pertumbuhan investor pasar modal yang sangat  signifikan. Ia pun mengapresiasi seluruh insan pasar modal yang telah  berperan aktif mendukung pertumbuhan pasar modal di Indonesia agar terus  berperan dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.
Menurut Wimboh, pandemi COVID-19 menyebabkan mobilitas masyarakat  terbatas sehingga terjadi penurunan konsumsi di masyarakat dan berdampak  meningkatnya pendapatan yang dapat dibelanjakan yang mengendap dalam  bentuk simpanan di perbankan. Selain itu kebijakan fiskal dan moneter  juga turut meningkatkan likuiditas di pasar.
&quot;Implikasi dari kebijakan dimaksud membuat masyarakat memiliki dana  berlebih yang siap untuk diinvestasikan. Masyarakat kemudian mencari  alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi, salah  satunya instrumen pasar modal,&quot; ujar Wimboh.
Hingga Juli 2021 investor pasar modal meningkat menjadi 5,82 juta  investor atau tumbuh 93% (yoy) yang didominasi oleh investor ritel  berumur di bawah 30 tahun atau investor milenial. Pertumbuhan investor  tersebut mencapai dua kali lipat sejak awal pandemi dimana hal tersebut  mencerminkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal  Indonesia.
&quot;Keberhasilan ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga  volatilitas pasar modal agar senantiasa stabil dan terkendali.  Peningkatan jumlah investor ritel tersebut juga merupakan hasil dari  transformasi digital yang menjadi kunci utama bagi pendalaman basis  investor di pasar modal,&quot; kata Wimboh.
Wimboh menambahkan, industri pasar modal masih dalam kondisi yang  stabil pada 2021. IHSG hingga 9 Agustus 2021 tercatat menguat ke level  6.127,46 atau tumbuh 2,48% (ytd) dengan aliran dana non-residen tercatat  masuk sebesar Rp18,24 triliun (ytd).</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis jumlah penghimpunan dana melalui pasar modal pada akhir tahun ini akan mencapai level sebelum pandemi. Hal ini bisa dicapai seiring dengan meningkatnya minat perusahaan untuk masuk ke bursa serta semakin bertambahnya jumlah investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 3 Agustus 2021 tumbuh sebesar 99,36% (yoy) atau sebesar Rp117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan penawaran umum.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Masyarakat Berburu Cuan di Pasar Modal 
 
&quot;Angka ini belum termasuk realisasi IPO perusahaan start-up yaitu Bukalapak yang baru saja efektif per tanggal 6 Agustus 2021. Capaian ini hampir melampaui perolehan tahun 2020 yang sebesar Rp118,7 triliun dan kami yakin dapat kembali mencapai level sebelum pandemi yakni di akhir tahun 2021,&quot; ujar Wimboh dilansir dari Antara, Selasa (10/8/2021).
Berdasarkan catatan OJK, masih terdapat 83 penawaran umum dalam proses (pipeline) senilai total Rp52,56 triliun dengan 40 penawaran umum, di antaranya akan dilakukan melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO).
Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Perbankan Hampir Tembus Rp1.000 Triliun
 
Ke depan, lanjut Wimboh, OJK akan terus berupaya meningkatkan basis suplai antara lain dengan mengakomodir calon emiten dari new economy atau start-up untuk  meramaikan perdagangan saham di BEI.
&quot;Antusiasme dan optimisme penghimpunan dana melalui pasar modal yang terjaga ini diharapkan dapat menjadikan pasar modal sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan tema peringatan ulang tahun pasar modal kali ini yaitu sinergi pasar modal bagi pemulihan ekonomi,&quot; kata Wimboh.Wimboh menyampaikan pasar modal Indonesia masih mampu bertahan dari  dampak pandemi dan menunjukkan kinerja yang terus membaik. Berbagai  capaian diraih seperti pertumbuhan investor pasar modal yang sangat  signifikan. Ia pun mengapresiasi seluruh insan pasar modal yang telah  berperan aktif mendukung pertumbuhan pasar modal di Indonesia agar terus  berperan dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.
Menurut Wimboh, pandemi COVID-19 menyebabkan mobilitas masyarakat  terbatas sehingga terjadi penurunan konsumsi di masyarakat dan berdampak  meningkatnya pendapatan yang dapat dibelanjakan yang mengendap dalam  bentuk simpanan di perbankan. Selain itu kebijakan fiskal dan moneter  juga turut meningkatkan likuiditas di pasar.
&quot;Implikasi dari kebijakan dimaksud membuat masyarakat memiliki dana  berlebih yang siap untuk diinvestasikan. Masyarakat kemudian mencari  alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi, salah  satunya instrumen pasar modal,&quot; ujar Wimboh.
Hingga Juli 2021 investor pasar modal meningkat menjadi 5,82 juta  investor atau tumbuh 93% (yoy) yang didominasi oleh investor ritel  berumur di bawah 30 tahun atau investor milenial. Pertumbuhan investor  tersebut mencapai dua kali lipat sejak awal pandemi dimana hal tersebut  mencerminkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal  Indonesia.
&quot;Keberhasilan ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga  volatilitas pasar modal agar senantiasa stabil dan terkendali.  Peningkatan jumlah investor ritel tersebut juga merupakan hasil dari  transformasi digital yang menjadi kunci utama bagi pendalaman basis  investor di pasar modal,&quot; kata Wimboh.
Wimboh menambahkan, industri pasar modal masih dalam kondisi yang  stabil pada 2021. IHSG hingga 9 Agustus 2021 tercatat menguat ke level  6.127,46 atau tumbuh 2,48% (ytd) dengan aliran dana non-residen tercatat  masuk sebesar Rp18,24 triliun (ytd).</content:encoded></item></channel></rss>
