<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Unicorn dan Decacorn Masuk BEI Dongkrak Market Cap Pasar Modal</title><description>Pertengahan tahun ini tercatat rencana dari beberapa perusahaan rintisan (startup) unicorn dan decacorn yang akan IPO.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453686/unicorn-dan-decacorn-masuk-bei-dongkrak-market-cap-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453686/unicorn-dan-decacorn-masuk-bei-dongkrak-market-cap-pasar-modal"/><item><title>Unicorn dan Decacorn Masuk BEI Dongkrak Market Cap Pasar Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453686/unicorn-dan-decacorn-masuk-bei-dongkrak-market-cap-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/10/278/2453686/unicorn-dan-decacorn-masuk-bei-dongkrak-market-cap-pasar-modal</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2021 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/10/278/2453686/unicorn-dan-decacorn-masuk-bei-dongkrak-market-cap-pasar-modal-zsPcf6mB9Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Unicorn dan Decacorn akan meningkatkan market cap IHSG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/10/278/2453686/unicorn-dan-decacorn-masuk-bei-dongkrak-market-cap-pasar-modal-zsPcf6mB9Z.jpg</image><title>IPO Unicorn dan Decacorn akan meningkatkan market cap IHSG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, pada pertengahan tahun ini tercatat rencana dari beberapa perusahaan rintisan (startup) unicorn dan decacorn yang akan melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
&quot;Dengan masuknya (startup) unicorn dan decacorn ke bursa saham Indonesia tentu akan berpotensi si mendongkrak market cap saham di pasar modal Indonesia dan di Bursa Efek tentunya, dan menarik lebih banyak investor termasuk investor asing,&quot; ujar Hoesen dalam konferensi pers Peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: IPO, Indo Oil Perkasa Incar Dana Rp45 Miliar
 
Hoesen menambahkan, masuknya startup unicorn maupun decacorn diprediksi akan lebih menggairahkan dagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Dalam rangka mengakomodasi perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan IPO di Indonesia dan juga untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan berinovasi tinggi, OJK bekerja sama dengan seluruh stakeholder termasuk SRO sedang menyiapkan regulasi yang sesuai dengan karakteristik unicorn dan decacorn tersebut.
Baca Juga: ByteDance, Induk TikTok Mau IPO di Bursa Hong Kong Awal 2022
Dia menyebut, berdasarkan praktik di internasional untuk melindungi visi dan misi perusahaan yang dibangun oleh para pendiri dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya, maka diperlukan pengaturan yang sesuai karakteristik bagi unicorn maupun decacorn tersebut untuk dapat melakukan penawaran umum.
&quot;Salah satu untuk diperlukan bagi unicorn dan decacorn tersebut   adalah dengan pengaturan Multiple Voting Share (MVS). Pengaturan  mengenai penerapan MVS memungkinkan pendiri unicorn dan decacorn menjaga  pengendaliannya sehingga tetap dapat membangun dan mengembangkan  bisnisnya dan mengundang investor-investor untuk berinvestasi di  perusahaannya dengan visi dan misi yang sudah direncanakan,&quot; kata dia.
Namun, dia menyebut penerapan MVS perlu dilakukan dengan tetap  memperhatikan kepentingan kepada pemegang saham minoritas. &quot;Dalam  memberikan perlindungan kepada pemegang saham minoritas, penerapan MVS  perlu diikuti dengan pengaturan antara lain mengenai kewajiban  pengungkapan dalam prospektus mengenai penerapan MVS dan pihak-pihak  yang akan memiliki MVS,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, pada pertengahan tahun ini tercatat rencana dari beberapa perusahaan rintisan (startup) unicorn dan decacorn yang akan melaksanakan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
&quot;Dengan masuknya (startup) unicorn dan decacorn ke bursa saham Indonesia tentu akan berpotensi si mendongkrak market cap saham di pasar modal Indonesia dan di Bursa Efek tentunya, dan menarik lebih banyak investor termasuk investor asing,&quot; ujar Hoesen dalam konferensi pers Peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: IPO, Indo Oil Perkasa Incar Dana Rp45 Miliar
 
Hoesen menambahkan, masuknya startup unicorn maupun decacorn diprediksi akan lebih menggairahkan dagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Dalam rangka mengakomodasi perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan IPO di Indonesia dan juga untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan berinovasi tinggi, OJK bekerja sama dengan seluruh stakeholder termasuk SRO sedang menyiapkan regulasi yang sesuai dengan karakteristik unicorn dan decacorn tersebut.
Baca Juga: ByteDance, Induk TikTok Mau IPO di Bursa Hong Kong Awal 2022
Dia menyebut, berdasarkan praktik di internasional untuk melindungi visi dan misi perusahaan yang dibangun oleh para pendiri dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya, maka diperlukan pengaturan yang sesuai karakteristik bagi unicorn maupun decacorn tersebut untuk dapat melakukan penawaran umum.
&quot;Salah satu untuk diperlukan bagi unicorn dan decacorn tersebut   adalah dengan pengaturan Multiple Voting Share (MVS). Pengaturan  mengenai penerapan MVS memungkinkan pendiri unicorn dan decacorn menjaga  pengendaliannya sehingga tetap dapat membangun dan mengembangkan  bisnisnya dan mengundang investor-investor untuk berinvestasi di  perusahaannya dengan visi dan misi yang sudah direncanakan,&quot; kata dia.
Namun, dia menyebut penerapan MVS perlu dilakukan dengan tetap  memperhatikan kepentingan kepada pemegang saham minoritas. &quot;Dalam  memberikan perlindungan kepada pemegang saham minoritas, penerapan MVS  perlu diikuti dengan pengaturan antara lain mengenai kewajiban  pengungkapan dalam prospektus mengenai penerapan MVS dan pihak-pihak  yang akan memiliki MVS,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
