<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Kantongi Rp11 Triliun dari Lelang Sukuk</title><description>Pemerintah menyerap Rp11 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/11/320/2453991/sri-mulyani-kantongi-rp11-triliun-dari-lelang-sukuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/11/320/2453991/sri-mulyani-kantongi-rp11-triliun-dari-lelang-sukuk"/><item><title>Sri Mulyani Kantongi Rp11 Triliun dari Lelang Sukuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/11/320/2453991/sri-mulyani-kantongi-rp11-triliun-dari-lelang-sukuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/11/320/2453991/sri-mulyani-kantongi-rp11-triliun-dari-lelang-sukuk</guid><pubDate>Rabu 11 Agustus 2021 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/11/320/2453991/sri-mulyani-kantongi-rp11-triliun-dari-lelang-sukuk-SfMdda6RG6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah serap Rp11 triliun dari lelang sukuk (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/11/320/2453991/sri-mulyani-kantongi-rp11-triliun-dari-lelang-sukuk-SfMdda6RG6.jpg</image><title>Pemerintah serap Rp11 triliun dari lelang sukuk (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyerap Rp11 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp51,65 triliun.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan hasil lelang sukuk ini mendekati target indikatif Rp12 triliun.
Baca Juga: Indonesia Terbitkan Sukuk Negara hingga Rp1.810,02 Triliun sejak 2008
 
Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS12022022 sebesar Rp0,5 triliun serta imbal hasil rata-rata tertimbang 2,936%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 12 Februari 2022 ini mencapai Rp10,25 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 2,93% dan tertinggi 3,22%.
Baca Juga: Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp12,5 Triliun 
 
Untuk seri PBS031, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,38062%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2024 ini mencapai Rp12,058 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,36% dan tertinggi 4,6%.
Untuk seri PBS032, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,1224%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2026  ini mencapai Rp8,49 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,1% dan  tertinggi 5,3%. Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,45%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034  ini mencapai Rp8,85 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,45% dan  tertinggi 6,82%. Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,48%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Februari 2037 ini  mencapai Rp3,53 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,48% dan  tertinggi 6,66%. Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp3,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,13815%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Oktober 2046 ini  mencapai Rp8,47 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,1% dan  tertinggi 7,33%. Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara periode Januari-Agustus 2021 telah mencapai Rp185,09 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyerap Rp11 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp51,65 triliun.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan hasil lelang sukuk ini mendekati target indikatif Rp12 triliun.
Baca Juga: Indonesia Terbitkan Sukuk Negara hingga Rp1.810,02 Triliun sejak 2008
 
Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS12022022 sebesar Rp0,5 triliun serta imbal hasil rata-rata tertimbang 2,936%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 12 Februari 2022 ini mencapai Rp10,25 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 2,93% dan tertinggi 3,22%.
Baca Juga: Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp12,5 Triliun 
 
Untuk seri PBS031, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,38062%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2024 ini mencapai Rp12,058 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,36% dan tertinggi 4,6%.
Untuk seri PBS032, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,1224%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2026  ini mencapai Rp8,49 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,1% dan  tertinggi 5,3%. Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,45%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034  ini mencapai Rp8,85 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,45% dan  tertinggi 6,82%. Untuk seri PBS004, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,48%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Februari 2037 ini  mencapai Rp3,53 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,48% dan  tertinggi 6,66%. Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp3,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,13815%.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Oktober 2046 ini  mencapai Rp8,47 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,1% dan  tertinggi 7,33%. Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara periode Januari-Agustus 2021 telah mencapai Rp185,09 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
