<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri E-Commerce Tumbuh Sangat Cepat di Tengah Pandemi Covid-19</title><description>Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi e-comerce mencapai Rp395 triliun pada 2021.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454495/industri-e-commerce-tumbuh-sangat-cepat-di-tengah-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454495/industri-e-commerce-tumbuh-sangat-cepat-di-tengah-pandemi-covid-19"/><item><title>Industri E-Commerce Tumbuh Sangat Cepat di Tengah Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454495/industri-e-commerce-tumbuh-sangat-cepat-di-tengah-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454495/industri-e-commerce-tumbuh-sangat-cepat-di-tengah-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Kamis 12 Agustus 2021 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/12/320/2454495/industri-e-commerce-tumbuh-sangat-cepat-di-tengah-pandemi-covid-19-uZzzX3pnKf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri E-Commerce Tumbuh Sangat Cepat</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/12/320/2454495/industri-e-commerce-tumbuh-sangat-cepat-di-tengah-pandemi-covid-19-uZzzX3pnKf.jpg</image><title>Industri E-Commerce Tumbuh Sangat Cepat</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi e-comerce mencapai Rp395 triliun pada 2021. Tercatat, pada semester I-2021 nilai transaksi e-commerce mencapai Rp186 triliun, yang membuat pemerintah terus menggenjot UMKM untuk go e-commerce.

Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEa) Arshi Adini mengatakan, angka peningkatan ini menarik mengingat banyak pihak sudah memprediksi pertumbuhan positif e-commerce ke depannya.

&quot;Menurut kami sangat menarik ya tapi yang terjadi saat ini lebih cepat dari prediksi tersebut karena memang kondisi ini sangat mendorong pertumbuhan biasa dari sisi seller, konsumen dan juga transaksinya,&quot; kata Arshi dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga: Transaksi Keuangan Digital Diramal Tembus Rp370 Triliun di Tengah Covid-19


Terkait pandemi covid-19 di Indonesia yang belum usai, idEa melihat kesadaran akan kesehatan masyarakat juga mempengaruhi potensi pertumbuhan e-commerce.

&quot;Jadi masyarakat mulai memahami bahwa kesehatan sekarang sangat penting, membatasi aktivitas dan tatap muka memang mau tak mau dilakukan untuk menghindari penyebaran covid-19, bukan lagi kesehatan pribadi tapi lebih ke keluarga ya sekarang banyak klaster keluarga terjadi, jadi selama kebutuhan mereka masih bisa dipenuhi melalui belanja online, mereka lakukan,&quot; jelas Arshi.

Melihat tren positif yang selalu naik, pertumbuhan penjual yang bergabung di e-commerce diharap memenuhi semua kebutuhan konsumen.

&quot;Kita tahu semua produk kebutuhan bisa kita temukan di e-commerce dan bukan hanya produk UMKM juga bahkan retailer juga membuka flagship store di e-commerce, jadi banyak store-store yang sudah shifting ke online juga bahkan mereka juga menaikkan transaksi jadi lebih sangat jauh sekarang,&quot; katanya.

Dengan demikian, idEa yakin dan optimis akan lebih tinggi lagi kenaikannya melebihi 5 tahun terakhir.

&quot;Pasti, kalau dari data BI kan trennya setiap tahun naik 35%, sudah 5 tahun terakhir kami optimis bahkan mungkin kalau lihat dari sektor digital secara lebih luas, pasti akan lebih tinggi kenaikannya,&quot; kata Arshi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi e-comerce mencapai Rp395 triliun pada 2021. Tercatat, pada semester I-2021 nilai transaksi e-commerce mencapai Rp186 triliun, yang membuat pemerintah terus menggenjot UMKM untuk go e-commerce.

Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEa) Arshi Adini mengatakan, angka peningkatan ini menarik mengingat banyak pihak sudah memprediksi pertumbuhan positif e-commerce ke depannya.

&quot;Menurut kami sangat menarik ya tapi yang terjadi saat ini lebih cepat dari prediksi tersebut karena memang kondisi ini sangat mendorong pertumbuhan biasa dari sisi seller, konsumen dan juga transaksinya,&quot; kata Arshi dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga: Transaksi Keuangan Digital Diramal Tembus Rp370 Triliun di Tengah Covid-19


Terkait pandemi covid-19 di Indonesia yang belum usai, idEa melihat kesadaran akan kesehatan masyarakat juga mempengaruhi potensi pertumbuhan e-commerce.

&quot;Jadi masyarakat mulai memahami bahwa kesehatan sekarang sangat penting, membatasi aktivitas dan tatap muka memang mau tak mau dilakukan untuk menghindari penyebaran covid-19, bukan lagi kesehatan pribadi tapi lebih ke keluarga ya sekarang banyak klaster keluarga terjadi, jadi selama kebutuhan mereka masih bisa dipenuhi melalui belanja online, mereka lakukan,&quot; jelas Arshi.

Melihat tren positif yang selalu naik, pertumbuhan penjual yang bergabung di e-commerce diharap memenuhi semua kebutuhan konsumen.

&quot;Kita tahu semua produk kebutuhan bisa kita temukan di e-commerce dan bukan hanya produk UMKM juga bahkan retailer juga membuka flagship store di e-commerce, jadi banyak store-store yang sudah shifting ke online juga bahkan mereka juga menaikkan transaksi jadi lebih sangat jauh sekarang,&quot; katanya.

Dengan demikian, idEa yakin dan optimis akan lebih tinggi lagi kenaikannya melebihi 5 tahun terakhir.

&quot;Pasti, kalau dari data BI kan trennya setiap tahun naik 35%, sudah 5 tahun terakhir kami optimis bahkan mungkin kalau lihat dari sektor digital secara lebih luas, pasti akan lebih tinggi kenaikannya,&quot; kata Arshi.</content:encoded></item></channel></rss>
