<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buwas soal Beras PPKM:  Jangan Bilang Ada Kutu, Telurnya Saja Enggak Mungkin</title><description>Perum Bulog memastikan tidak ada kesalahan dengan beras bantuan sosial (bansos) PPKM yang diterima masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454598/buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454598/buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin"/><item><title>Buwas soal Beras PPKM:  Jangan Bilang Ada Kutu, Telurnya Saja Enggak Mungkin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454598/buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/320/2454598/buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin</guid><pubDate>Kamis 12 Agustus 2021 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/12/320/2454598/buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin-Xl3GRLoXgg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buwas pastikan beras bansos tak berkutu (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/12/320/2454598/buwas-soal-beras-ppkm-jangan-bilang-ada-kutu-telurnya-saja-enggak-mungkin-Xl3GRLoXgg.jpg</image><title>Buwas pastikan beras bansos tak berkutu (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog memastikan tidak ada kesalahan dengan beras bantuan sosial (bansos) PPKM yang diterima sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah daerah. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menyebut, meski beras yang disalurkan jenis cadangan beras pemerintah (CBP) dengan kualitas medium, namun beras tersebut tetap dijamin untuk dikonsumsi. Bahkan, Bulog menjamin tidak ada telur dan kutu yang bercampur dengan butiran beras.
Baca Juga: Anggaran Bantuan Beras PPKM Tembus Rp3,54 Triliun
 
&quot;Jangan dibilang itu ada kutu, ya, telurnya aja gak mungkin. Ini supaya paham teman-teman,&quot; ujar Buwas, Kamis (12/8/2021).
Dari segi produksi beras, BUMN sektor pangan itu memiliki sistem rise to rise yang digunakan untuk mengontrol beras sebelum dikeluarkan dari gudang. Sistem tersebut menjadi standar awal perusahaan untuk mengawasi kualitas beras.
Baca Juga: Tilep Bantuan Negara di Masa Pandemi, Ini Deretan Kasus Korupsi Bansos
 
Sementara di sisi distribusi, Bulog juga memiliki sistem pengawasan yang ketat untuk menjaga kualitas pangan dasar agar tetap layak dikonsumsi. Begitu juga sistem kontrol penyaluran milik PT Pos Indonesia dan DNR Corporation yang dipercaya pemerintah sebagai agen distribusi beras PPKM.&quot;Jadi  tidak mungkin salah, kemudian juga dengan DNR mempunyai sistem  pencatatan, penerimaan, semuanya termasuk Bulog itu ada sistem  pengawasan. Kalau dalam produknya ada kualiti kontrol. Standar, Bulog  bilamana mengeluarkan beras CBP tidak begitu saja dikeluarkan karena  harus melalui proses rise to rise, minimal,&quot; kata dia.
Saat ini, Bulog kembali menyalurkan beras berkualitas medium yang  berasal dari CBP. Penyaluran tersebut masuk tahap kedua yang dibagikan  kepada 8,8 juta KPM.
Sebelumnya, ada 20 juta PKM di Indonesia yang sudah menerima beras  bantuan yang dicatatkan dalam program jaring pengaman sosial tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog memastikan tidak ada kesalahan dengan beras bantuan sosial (bansos) PPKM yang diterima sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah daerah. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menyebut, meski beras yang disalurkan jenis cadangan beras pemerintah (CBP) dengan kualitas medium, namun beras tersebut tetap dijamin untuk dikonsumsi. Bahkan, Bulog menjamin tidak ada telur dan kutu yang bercampur dengan butiran beras.
Baca Juga: Anggaran Bantuan Beras PPKM Tembus Rp3,54 Triliun
 
&quot;Jangan dibilang itu ada kutu, ya, telurnya aja gak mungkin. Ini supaya paham teman-teman,&quot; ujar Buwas, Kamis (12/8/2021).
Dari segi produksi beras, BUMN sektor pangan itu memiliki sistem rise to rise yang digunakan untuk mengontrol beras sebelum dikeluarkan dari gudang. Sistem tersebut menjadi standar awal perusahaan untuk mengawasi kualitas beras.
Baca Juga: Tilep Bantuan Negara di Masa Pandemi, Ini Deretan Kasus Korupsi Bansos
 
Sementara di sisi distribusi, Bulog juga memiliki sistem pengawasan yang ketat untuk menjaga kualitas pangan dasar agar tetap layak dikonsumsi. Begitu juga sistem kontrol penyaluran milik PT Pos Indonesia dan DNR Corporation yang dipercaya pemerintah sebagai agen distribusi beras PPKM.&quot;Jadi  tidak mungkin salah, kemudian juga dengan DNR mempunyai sistem  pencatatan, penerimaan, semuanya termasuk Bulog itu ada sistem  pengawasan. Kalau dalam produknya ada kualiti kontrol. Standar, Bulog  bilamana mengeluarkan beras CBP tidak begitu saja dikeluarkan karena  harus melalui proses rise to rise, minimal,&quot; kata dia.
Saat ini, Bulog kembali menyalurkan beras berkualitas medium yang  berasal dari CBP. Penyaluran tersebut masuk tahap kedua yang dibagikan  kepada 8,8 juta KPM.
Sebelumnya, ada 20 juta PKM di Indonesia yang sudah menerima beras  bantuan yang dicatatkan dalam program jaring pengaman sosial tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
