<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Akui Pandemi Hantam Bisnis UMKM tapi Percepat Digitalisasi</title><description>Sistem digital bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/455/2454586/wapres-akui-pandemi-hantam-bisnis-umkm-tapi-percepat-digitalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/455/2454586/wapres-akui-pandemi-hantam-bisnis-umkm-tapi-percepat-digitalisasi"/><item><title>Wapres Akui Pandemi Hantam Bisnis UMKM tapi Percepat Digitalisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/455/2454586/wapres-akui-pandemi-hantam-bisnis-umkm-tapi-percepat-digitalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/12/455/2454586/wapres-akui-pandemi-hantam-bisnis-umkm-tapi-percepat-digitalisasi</guid><pubDate>Kamis 12 Agustus 2021 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/12/455/2454586/wapres-akui-pandemi-hantam-bisnis-umkm-tapi-percepat-digitalisasi-YnzwaX02zh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor UMKM terdampak pandemi covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/12/455/2454586/wapres-akui-pandemi-hantam-bisnis-umkm-tapi-percepat-digitalisasi-YnzwaX02zh.jpg</image><title>Sektor UMKM terdampak pandemi covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sistem digital bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dan tetap bertahan di masa disrupsi pandemi COVID-19.
&quot;Pada era disrupsi ini, digitalisasi semakin relevan dan strategis bagi UMKM untuk tetap bertahan dan berperan sebagai penggerak utama pemulihan ekonomi,&quot; kata Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin dilansir dari Antara, Kamis (12/8/2021).
Baca Juga: Wapres Optimistis UMKM Berperan dalam Pembangunan Ekonomi
 
Digitalisasi terhadap kegiatan UMKM juga harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha dan dukungan kebijakan akses pasar bagi produk-produk domestik, kata Wapres.
Bencana kesehatan pandemi COVID-19, yang ikut berdampak di sektor ekonomi, juga memberikan efek positif bagi pengembangan UMKM.
&quot;Pandemi memang telah menghantam sebagian besar bisnis UMKM. Namun pandemi juga membawa dampak positif, salah satunya mempercepat digitalisasi UMKM,&quot; tambahnya.
Baca Juga: Hari UMKM Nasional, Menkop Teten: Pelaku Usaha Harus Berinovasi
 
Oleh karena itu, Wapres mengajak seluruh pelaku UMKM dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan komitmen bersama dalam melakukan pembinaan dan pendampingan guna mendorong produktivitas UMKM.
&quot;Dengan demikian UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produknya serta mendukung fasilitas kemudahan pembiayaan dan kolaborasi dengan usaha besar,&quot; jelas Wapres.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengatakan pelaku usaha yang hadir dalam ekosistem digital masih rendah, yakni hanya sebesar 22,7 persen atau setara dengan 14,6 juta pelaku usaha.&quot;Baru 22,7 persen UMKM yang hadir dalam ekosistem digital atau 14,6 juta pelaku usaha,&quot; kata Teten.
Oleh karena itu, Teten berharap berbagai program bantuan dari  Pemerintah dapat memperbaiki ekosistem UMKM untuk semakin berkembang dan  mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Upaya Pemerintah untuk meredam pandemi dihadirkan melalui beberapa  langkah, seperti total anggaran PEN 2021 sebanyak 21 persen atau Rp161,2  triliun dialokasikan untuk dukungan UMKM,&quot; ujar Teten.
Teten juga berharap momen peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2021  dapat menjadi kesempatan untuk membangkitkan kembali upaya transformasi  UMKM untuk masa mendatang.
&quot;Saya berharap kesempatan ini dapat kita manfaatkan untuk  mempersiapkan kebangkitan UMKM Indonesia untuk merajai dan mengangkasa  kembali sembari beradaptasi di tengah disrupsi pandemi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sistem digital bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional dan tetap bertahan di masa disrupsi pandemi COVID-19.
&quot;Pada era disrupsi ini, digitalisasi semakin relevan dan strategis bagi UMKM untuk tetap bertahan dan berperan sebagai penggerak utama pemulihan ekonomi,&quot; kata Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin dilansir dari Antara, Kamis (12/8/2021).
Baca Juga: Wapres Optimistis UMKM Berperan dalam Pembangunan Ekonomi
 
Digitalisasi terhadap kegiatan UMKM juga harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha dan dukungan kebijakan akses pasar bagi produk-produk domestik, kata Wapres.
Bencana kesehatan pandemi COVID-19, yang ikut berdampak di sektor ekonomi, juga memberikan efek positif bagi pengembangan UMKM.
&quot;Pandemi memang telah menghantam sebagian besar bisnis UMKM. Namun pandemi juga membawa dampak positif, salah satunya mempercepat digitalisasi UMKM,&quot; tambahnya.
Baca Juga: Hari UMKM Nasional, Menkop Teten: Pelaku Usaha Harus Berinovasi
 
Oleh karena itu, Wapres mengajak seluruh pelaku UMKM dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan komitmen bersama dalam melakukan pembinaan dan pendampingan guna mendorong produktivitas UMKM.
&quot;Dengan demikian UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produknya serta mendukung fasilitas kemudahan pembiayaan dan kolaborasi dengan usaha besar,&quot; jelas Wapres.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengatakan pelaku usaha yang hadir dalam ekosistem digital masih rendah, yakni hanya sebesar 22,7 persen atau setara dengan 14,6 juta pelaku usaha.&quot;Baru 22,7 persen UMKM yang hadir dalam ekosistem digital atau 14,6 juta pelaku usaha,&quot; kata Teten.
Oleh karena itu, Teten berharap berbagai program bantuan dari  Pemerintah dapat memperbaiki ekosistem UMKM untuk semakin berkembang dan  mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Upaya Pemerintah untuk meredam pandemi dihadirkan melalui beberapa  langkah, seperti total anggaran PEN 2021 sebanyak 21 persen atau Rp161,2  triliun dialokasikan untuk dukungan UMKM,&quot; ujar Teten.
Teten juga berharap momen peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2021  dapat menjadi kesempatan untuk membangkitkan kembali upaya transformasi  UMKM untuk masa mendatang.
&quot;Saya berharap kesempatan ini dapat kita manfaatkan untuk  mempersiapkan kebangkitan UMKM Indonesia untuk merajai dan mengangkasa  kembali sembari beradaptasi di tengah disrupsi pandemi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
