<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTS Atap Naik Pamor Melesat 1.000%, Kini Ada 4.000 Pelanggan</title><description>ESDM mencatat pencapaian signifikan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455109/plts-atap-naik-pamor-melesat-1-000-kini-ada-4-000-pelanggan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455109/plts-atap-naik-pamor-melesat-1-000-kini-ada-4-000-pelanggan"/><item><title>PLTS Atap Naik Pamor Melesat 1.000%, Kini Ada 4.000 Pelanggan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455109/plts-atap-naik-pamor-melesat-1-000-kini-ada-4-000-pelanggan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455109/plts-atap-naik-pamor-melesat-1-000-kini-ada-4-000-pelanggan</guid><pubDate>Jum'at 13 Agustus 2021 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/13/320/2455109/plts-atap-naik-pamor-melesat-1-000-kini-ada-4-000-pelanggan-L2ib5gEQa7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna PLTS atas semakin banyak (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/13/320/2455109/plts-atap-naik-pamor-melesat-1-000-kini-ada-4-000-pelanggan-L2ib5gEQa7.jpg</image><title>Pengguna PLTS atas semakin banyak (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pencapaian signifikan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan jumlah pengguna PLTS atap meningkat lebih dari 1.000 persen dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Garap 'Harta Karun' Energi, RI Jor-joran Bangun PLTS hingga PLTA Raksasa
 
&quot;Saat ini tercatat sekitar 4.000 pelanggan yang telah memasang PLTS atap. Jumlah ini sebetulnya meningkat lebih dari 1.000 persen dibandingkan dengan awal 2018 hanya 350 pelanggan yang memasang,&quot; kata Dadan di Jakarta, Jumat (13/8/2021).
Dia menambahkan meski jumlah pengguna PLTS atap mengalami pertumbuhan signifikan, namun angka itu belum seberapa ketimbang potensi dan manfaat.
Angka potensi PLTS atap mencapai 32.000 MegaWatt (MW), sedangkan yang baru termanfaatkan hanya 31 MW.
Baca Juga: Dirut PLN: PLTS Terapung Cirata Jadi Revolusi Pengembangan EBT di RI
Dari sisi manfaat, PLTS atap dapat menekan emisi karbon dari pembangkit berbahan bakar batu bara dan mengurangi impor minyak untuk pembangkit listrik tenaga diesel.
Pemerintah mendorong pengembangan secara progresif untuk PLTS atap dan membuka peluang bisnis mengingat harga panel Surya yang makin ekonomis.
&quot;International Renewable Energy Agency atau Irena mencatat bahwa penurunan biaya investasi PLTS lebih dari 80 persen dalam satu dekade terakhir,&quot; ujar Dadan.
Kementerian ESDM saat ini sedang melakukan revisi Peraturan Menteri  ESDM Nomor 49 Tahun 2018 untuk memperluas pemanfaatan PLTS atap agar  tidak hanya bagi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN), tetapi juga  bagi pelanggan di wilayah usaha non-PLN.
Melalui revisi regulasi tersebut pemerintah akan mempersingkat waktu  permohonan izin pemasangan karena pengajuannya berbasis aplikasi.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif tambahan bagi masyarakat yang memasang PLTS di atap rumah
Terdapat tiga insentif yang akan diberikan pemerintah kepada pengguna  PLTS atap yaitu kenaikan tarif ekspor-impor listrik dari semula dikali  65 persen akan ditingkatkan menjadi 75 hingga 90 persen.
Selanjutnya perpanjangan periode reset kelebihan ekspor listrik dari  semula tiga bulan menjadi lima bulan. Kemudian, penurunan biaya  kapasitas untuk pelanggan industri dari 40 jam menjadi lima jam per  bulan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pencapaian signifikan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan jumlah pengguna PLTS atap meningkat lebih dari 1.000 persen dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Garap 'Harta Karun' Energi, RI Jor-joran Bangun PLTS hingga PLTA Raksasa
 
&quot;Saat ini tercatat sekitar 4.000 pelanggan yang telah memasang PLTS atap. Jumlah ini sebetulnya meningkat lebih dari 1.000 persen dibandingkan dengan awal 2018 hanya 350 pelanggan yang memasang,&quot; kata Dadan di Jakarta, Jumat (13/8/2021).
Dia menambahkan meski jumlah pengguna PLTS atap mengalami pertumbuhan signifikan, namun angka itu belum seberapa ketimbang potensi dan manfaat.
Angka potensi PLTS atap mencapai 32.000 MegaWatt (MW), sedangkan yang baru termanfaatkan hanya 31 MW.
Baca Juga: Dirut PLN: PLTS Terapung Cirata Jadi Revolusi Pengembangan EBT di RI
Dari sisi manfaat, PLTS atap dapat menekan emisi karbon dari pembangkit berbahan bakar batu bara dan mengurangi impor minyak untuk pembangkit listrik tenaga diesel.
Pemerintah mendorong pengembangan secara progresif untuk PLTS atap dan membuka peluang bisnis mengingat harga panel Surya yang makin ekonomis.
&quot;International Renewable Energy Agency atau Irena mencatat bahwa penurunan biaya investasi PLTS lebih dari 80 persen dalam satu dekade terakhir,&quot; ujar Dadan.
Kementerian ESDM saat ini sedang melakukan revisi Peraturan Menteri  ESDM Nomor 49 Tahun 2018 untuk memperluas pemanfaatan PLTS atap agar  tidak hanya bagi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN), tetapi juga  bagi pelanggan di wilayah usaha non-PLN.
Melalui revisi regulasi tersebut pemerintah akan mempersingkat waktu  permohonan izin pemasangan karena pengajuannya berbasis aplikasi.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif tambahan bagi masyarakat yang memasang PLTS di atap rumah
Terdapat tiga insentif yang akan diberikan pemerintah kepada pengguna  PLTS atap yaitu kenaikan tarif ekspor-impor listrik dari semula dikali  65 persen akan ditingkatkan menjadi 75 hingga 90 persen.
Selanjutnya perpanjangan periode reset kelebihan ekspor listrik dari  semula tiga bulan menjadi lima bulan. Kemudian, penurunan biaya  kapasitas untuk pelanggan industri dari 40 jam menjadi lima jam per  bulan.</content:encoded></item></channel></rss>
