<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serap Banyak Tenaga Kerja, Sektor Perkebunan hingga Farmasi Jadi Prioritas</title><description>Sinergi kebijakan otoritas, perbankan, dan dunia usaha, saat ini sedang  berfokus kepada sektor-sektor prioritas dan berdaya tahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455309/serap-banyak-tenaga-kerja-sektor-perkebunan-hingga-farmasi-jadi-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455309/serap-banyak-tenaga-kerja-sektor-perkebunan-hingga-farmasi-jadi-prioritas"/><item><title>Serap Banyak Tenaga Kerja, Sektor Perkebunan hingga Farmasi Jadi Prioritas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455309/serap-banyak-tenaga-kerja-sektor-perkebunan-hingga-farmasi-jadi-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/13/320/2455309/serap-banyak-tenaga-kerja-sektor-perkebunan-hingga-farmasi-jadi-prioritas</guid><pubDate>Jum'at 13 Agustus 2021 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/13/320/2455309/serap-banyak-tenaga-kerja-sektor-perkebunan-hingga-farmasi-jadi-prioritas-4d7Wx5evwK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri yang menyerap tenaga kerja akan jadi prioritas (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/13/320/2455309/serap-banyak-tenaga-kerja-sektor-perkebunan-hingga-farmasi-jadi-prioritas-4d7Wx5evwK.jpg</image><title>Industri yang menyerap tenaga kerja akan jadi prioritas (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Sinergi kebijakan otoritas, perbankan, dan dunia usaha, saat ini sedang berfokus kepada sektor-sektor prioritas dan berdaya tahan. Sektor-sektor yang dimaksud yakni hortikultura, tanaman perkebunan, pertambangan bijih logam, industri makanan dan minuman, industri kimia farmasi, serta kehutanan dan penebangan kayu.
&quot;Sektor-sektor ini yang menjadi prioritas dan sedang kami garap,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Jumat (13/8/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga: Pekerja Migran Pahlawan Devisa
 
Menurut dia, sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan ekspor, sehingga diprioritaskan untuk saat ini.
Selain itu terdapat 15 sektor lainnya yang terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti peternakan, perikanan, industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri barang dari logam dan elektronik, industri mesin dan perlengkapan, industri kayu dan furnitur, serta industri logam dasar.
Baca Juga: Pengangguran Tembus 8,75 Juta Orang, Didominasi Lulusan SMK
 
Kemudian, sektor informasi dan telekomunikasi, real estat, jasa pertanian, tanaman pangan, pengadaan air, pengolahan tembakau, dan industri barang galian bukan logam.
&quot;Sektor real estat dan otomotif, ini yang baru saja kami berikan stimulusnya,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo.Sementara terdapat 17 sektor penopang pemulihan yang terus didorong  yaitu pertambangan batu bara dan lignit, konstruksi, industri alat  angkutan, hotel dan restoran, jasa kesehatan, perdagangan besar dan  eceran, logistik, administrasi pemerintahan , serta jasa pendidikan.
Selanjutnya, industri karet dan plastik, angkutan darat, angkutan  rel, transportasi udara, asuransi dan dana pensiun, jasa penunjang  keuangan, jasa perantara keuangan, serta jasa keuangan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sinergi kebijakan otoritas, perbankan, dan dunia usaha, saat ini sedang berfokus kepada sektor-sektor prioritas dan berdaya tahan. Sektor-sektor yang dimaksud yakni hortikultura, tanaman perkebunan, pertambangan bijih logam, industri makanan dan minuman, industri kimia farmasi, serta kehutanan dan penebangan kayu.
&quot;Sektor-sektor ini yang menjadi prioritas dan sedang kami garap,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Jumat (13/8/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga: Pekerja Migran Pahlawan Devisa
 
Menurut dia, sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan ekspor, sehingga diprioritaskan untuk saat ini.
Selain itu terdapat 15 sektor lainnya yang terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti peternakan, perikanan, industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri barang dari logam dan elektronik, industri mesin dan perlengkapan, industri kayu dan furnitur, serta industri logam dasar.
Baca Juga: Pengangguran Tembus 8,75 Juta Orang, Didominasi Lulusan SMK
 
Kemudian, sektor informasi dan telekomunikasi, real estat, jasa pertanian, tanaman pangan, pengadaan air, pengolahan tembakau, dan industri barang galian bukan logam.
&quot;Sektor real estat dan otomotif, ini yang baru saja kami berikan stimulusnya,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo.Sementara terdapat 17 sektor penopang pemulihan yang terus didorong  yaitu pertambangan batu bara dan lignit, konstruksi, industri alat  angkutan, hotel dan restoran, jasa kesehatan, perdagangan besar dan  eceran, logistik, administrasi pemerintahan , serta jasa pendidikan.
Selanjutnya, industri karet dan plastik, angkutan darat, angkutan  rel, transportasi udara, asuransi dan dana pensiun, jasa penunjang  keuangan, jasa perantara keuangan, serta jasa keuangan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
