<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MIMH Gelar Webinar Mothers and Economic Independence</title><description>Mama is my Hero (MIMH) bekerja sama dengan Work with Heart (WIE) mengadakan webinar dengan mengusung tema &amp;ldquo;Mothers and Economic Independence&amp;rdquo;.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/11/2456399/mimh-gelar-webinar-mothers-and-economic-independence</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/11/2456399/mimh-gelar-webinar-mothers-and-economic-independence"/><item><title>MIMH Gelar Webinar Mothers and Economic Independence</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/11/2456399/mimh-gelar-webinar-mothers-and-economic-independence</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/11/2456399/mimh-gelar-webinar-mothers-and-economic-independence</guid><pubDate>Senin 16 Agustus 2021 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/16/11/2456399/mimh-gelar-webinar-mothers-and-economic-independence-tVZGYK6Ayp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok.Mama is My Hero</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/16/11/2456399/mimh-gelar-webinar-mothers-and-economic-independence-tVZGYK6Ayp.jpeg</image><title>Foto: Dok.Mama is My Hero</title></images><description>BANDUNG - Mama is my Hero (MIMH) sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial bekerja sama dengan Work with Heart (WIE) sekelompok penerima Beasiswa Jabar Future Leaders serta para volunteers, mengadakan webinar dengan mengusung tema &amp;ldquo;Mothers and Economic Independence&amp;rdquo;.
Webinar ini diselenggarakan dalam rangka merealisasikan salah satu tujuan komunitas Mama is my Hero dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ibu sebagai kepala keluarga yang berjuang demi keluarganya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, ada 15,7 persen keluarga dengan ibu sebagai kepala rumah tangga, yang mana setara dengan 10,3 juta kepala keluarga.
Webinar ini diharapkan dapat menggerakkan kesadaran masyarakat berkenaan dengan adanya para ibu sebagai kepala keluarga dengan kemampuan ekonomi rendah di tengah-tengah mereka, serta mengedukasi masyarakat bahwa ibu kurang mampu sebagai kepala keluarga memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama dalam lingkungan sosial, serta mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam komunitas MIMH yang bertujuan untuk memberdayakan para ibu yang berperan sebagai kepala keluarga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tips Mengelola Keuangan, Milenial Wajib Tahu
Webinar ini menghadirkan tiga pembiara, yaitu Ema Widiastuti, MA, P.h.D Cand. (Direktur Pengembangan Bisnis ITDC), Yadi Hendriana, M. Sos (Direktur Pemberitaan MNC Portal Indonesia / Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), serta Atalia Praratya, S.I.P, M. I.Kom (Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat).
Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform zoom webinar serta live streaming Youtube yang dibuka dengan sambutan dari Ijang Faisal (Ketua Komisi Informasi Jawa Barat) dan Mr. Richard Adam (Founder Mama is my Hero) serta acara inti yang menghadirkan tiga pembicara handal, yang dipandu oleh Rini Anisyahrini (Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan).
Pemaparan pemateri diawali perkenalan para pembicara dengan menampilan CV singkat ke tiga pembicara. Webinar ini dimeriahkan pula dengan adanya doorprize berupa saldo gopay/ovo serta hampers dari Sariayu Martha Tilaar, bagi peserta webinar yang mengajukan pertanyaan paling menarik kepada pembicara.
Ketiga pembicara sependapat bahwa posisi seorang ibu adalah posisi yang sangat luar biasa, karena ia mengambil peran dibalik kesuksesan keluarga, baik anaknya maupun suaminya. Untuk mencapai economic independence, setiap individu harus memiliki sesuatu di dalam dirinya, salah satunya adalah jiwa leadership. Seperti yang diutarakan Ema, leadership bukan hanya berlaku pada satu gender tertentu, melainkan untuk semua individu tanpa kecuali.
&amp;ldquo;Seorang ibu pun tanpa kita sadari merupakan woman leader, para ibu dapat melakukan berbagai hal seperti mengurus keluarga dan bekerja membantu perekonomian keluarganya diwaktu yang bersamaan,&amp;rdquo; tuturnya.
Sedangkan, Yadi membagikan cerita yang berkaitan dengan peranan seorang ibu bagi kesuksesannya saat ini &amp;ldquo;miracle&amp;rdquo;, bahwa seorang ibu itu adalah keajaiban. &amp;ldquo;Bagi saya seorang ibu itu dapat membuat saya merasa tenang. Dari situ saya belajar tanggung jawab. Kemudian, dari seorang ibu juga saya belajar cara memulai hidup dan bergaul dalam lingkungan. Saya bisa seperti ini saat ini dan dapat meraih kesuksesan dalam karir dan lain-lain tentu adalah berkat dari seorang ibu, maka bagi saya ibu itu adalah keajaiban,&amp;rdquo; ujarnya.
Dari sisi pemerintah, media dan bisnis, perempuan memiliki tempat. Perempuan  dapat mengembangkan potensi dan berekspresi sesuai kemampuan mereka.  Bahkan di Jawa Barat pun pemerintah telah mengadakan berbagai kegiatan yang tujuannya untuk memberdayakan para ibu di Jawa Barat agar dapat mandiri secara ekonomi.
&amp;ldquo;Perempuan selalu dapat melakulan hal yang melebihi banyak ekspektasi. Kemudian, di Indonesia, sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin, masa depan bukan mustahil adalah milik perempuan,&amp;rdquo; ucap Yadi.
Ema berpesan, jangan takut gagal, dari kegagalan seseorang bisa berdiri lagi menganalisa kegagalan, kemudian pilih mana yang bisa diperbaiki.
&amp;ldquo;Kedua, fokus apa yang kalian kerjakan itu yang menjadi prioritas dan yang terakhir, sesuatu itu harus ada dasarnya komitmen itu yang utama, jujur, konsisten dan menghargai orang lain,&amp;rdquo; ucap Ema.
&amp;ldquo;Ibu adalah teladan, ibu yang mandiri turut mempersiapkan anak yang mandiri,&amp;rdquo; tutur Atalia.
CM</description><content:encoded>BANDUNG - Mama is my Hero (MIMH) sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial bekerja sama dengan Work with Heart (WIE) sekelompok penerima Beasiswa Jabar Future Leaders serta para volunteers, mengadakan webinar dengan mengusung tema &amp;ldquo;Mothers and Economic Independence&amp;rdquo;.
Webinar ini diselenggarakan dalam rangka merealisasikan salah satu tujuan komunitas Mama is my Hero dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ibu sebagai kepala keluarga yang berjuang demi keluarganya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, ada 15,7 persen keluarga dengan ibu sebagai kepala rumah tangga, yang mana setara dengan 10,3 juta kepala keluarga.
Webinar ini diharapkan dapat menggerakkan kesadaran masyarakat berkenaan dengan adanya para ibu sebagai kepala keluarga dengan kemampuan ekonomi rendah di tengah-tengah mereka, serta mengedukasi masyarakat bahwa ibu kurang mampu sebagai kepala keluarga memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama dalam lingkungan sosial, serta mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam komunitas MIMH yang bertujuan untuk memberdayakan para ibu yang berperan sebagai kepala keluarga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tips Mengelola Keuangan, Milenial Wajib Tahu
Webinar ini menghadirkan tiga pembiara, yaitu Ema Widiastuti, MA, P.h.D Cand. (Direktur Pengembangan Bisnis ITDC), Yadi Hendriana, M. Sos (Direktur Pemberitaan MNC Portal Indonesia / Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), serta Atalia Praratya, S.I.P, M. I.Kom (Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat).
Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform zoom webinar serta live streaming Youtube yang dibuka dengan sambutan dari Ijang Faisal (Ketua Komisi Informasi Jawa Barat) dan Mr. Richard Adam (Founder Mama is my Hero) serta acara inti yang menghadirkan tiga pembicara handal, yang dipandu oleh Rini Anisyahrini (Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan).
Pemaparan pemateri diawali perkenalan para pembicara dengan menampilan CV singkat ke tiga pembicara. Webinar ini dimeriahkan pula dengan adanya doorprize berupa saldo gopay/ovo serta hampers dari Sariayu Martha Tilaar, bagi peserta webinar yang mengajukan pertanyaan paling menarik kepada pembicara.
Ketiga pembicara sependapat bahwa posisi seorang ibu adalah posisi yang sangat luar biasa, karena ia mengambil peran dibalik kesuksesan keluarga, baik anaknya maupun suaminya. Untuk mencapai economic independence, setiap individu harus memiliki sesuatu di dalam dirinya, salah satunya adalah jiwa leadership. Seperti yang diutarakan Ema, leadership bukan hanya berlaku pada satu gender tertentu, melainkan untuk semua individu tanpa kecuali.
&amp;ldquo;Seorang ibu pun tanpa kita sadari merupakan woman leader, para ibu dapat melakukan berbagai hal seperti mengurus keluarga dan bekerja membantu perekonomian keluarganya diwaktu yang bersamaan,&amp;rdquo; tuturnya.
Sedangkan, Yadi membagikan cerita yang berkaitan dengan peranan seorang ibu bagi kesuksesannya saat ini &amp;ldquo;miracle&amp;rdquo;, bahwa seorang ibu itu adalah keajaiban. &amp;ldquo;Bagi saya seorang ibu itu dapat membuat saya merasa tenang. Dari situ saya belajar tanggung jawab. Kemudian, dari seorang ibu juga saya belajar cara memulai hidup dan bergaul dalam lingkungan. Saya bisa seperti ini saat ini dan dapat meraih kesuksesan dalam karir dan lain-lain tentu adalah berkat dari seorang ibu, maka bagi saya ibu itu adalah keajaiban,&amp;rdquo; ujarnya.
Dari sisi pemerintah, media dan bisnis, perempuan memiliki tempat. Perempuan  dapat mengembangkan potensi dan berekspresi sesuai kemampuan mereka.  Bahkan di Jawa Barat pun pemerintah telah mengadakan berbagai kegiatan yang tujuannya untuk memberdayakan para ibu di Jawa Barat agar dapat mandiri secara ekonomi.
&amp;ldquo;Perempuan selalu dapat melakulan hal yang melebihi banyak ekspektasi. Kemudian, di Indonesia, sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin, masa depan bukan mustahil adalah milik perempuan,&amp;rdquo; ucap Yadi.
Ema berpesan, jangan takut gagal, dari kegagalan seseorang bisa berdiri lagi menganalisa kegagalan, kemudian pilih mana yang bisa diperbaiki.
&amp;ldquo;Kedua, fokus apa yang kalian kerjakan itu yang menjadi prioritas dan yang terakhir, sesuatu itu harus ada dasarnya komitmen itu yang utama, jujur, konsisten dan menghargai orang lain,&amp;rdquo; ucap Ema.
&amp;ldquo;Ibu adalah teladan, ibu yang mandiri turut mempersiapkan anak yang mandiri,&amp;rdquo; tutur Atalia.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
