<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pagi Ini</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/278/2456116/ihsg-diramal-menguat-simak-rekomendasi-saham-pagi-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/278/2456116/ihsg-diramal-menguat-simak-rekomendasi-saham-pagi-ini"/><item><title>IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pagi Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/278/2456116/ihsg-diramal-menguat-simak-rekomendasi-saham-pagi-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/278/2456116/ihsg-diramal-menguat-simak-rekomendasi-saham-pagi-ini</guid><pubDate>Senin 16 Agustus 2021 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/16/278/2456116/ihsg-diramal-menguat-simak-rekomendasi-saham-pagi-ini-eP5J96kzri.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/16/278/2456116/ihsg-diramal-menguat-simak-rekomendasi-saham-pagi-ini-eP5J96kzri.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 6.104-6.205.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada level Moving Average 5 hari setelah pada perdagangan sebelumnya berhasil rebound pada support bullish trendline dan Moving Average 50 dan 20 hari. Indikator stochastic menjenuh pada momentum bearishnya berpotensi reversal jangka pendek.
Baca Juga: 5 Fakta IHSG Sepekan Loyo, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp7.400 Triliun
 
&quot;IHSG berada pada jalur trend positif dengan menuju resistance 6.205 hingga 6.250 sebagai resistance channeling trend selanjutnya. Sehingga secara teknikal peluang penguatan IHSG diawal pekan cukup terbuka dengan support resistance 6.104-6.205,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (16/8/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AGII, BBRI, ICBP, JPFA, MIKA, TBIG, TOWR, UNVR.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1% ke 6.139 pada Pekan Kedua Agustus 2021
 
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,16 poin atau 0,00% ke level 6.139 dengan saham-saham perbankan menguat seperti BBCA, BBRI dan BMRI diimbangi dengan saham-saham infrastruktur yang melemah seperti TLKM dan FREN.
Minimnya katalis diakhir pekan menjadi faktor utama pergerakan yang cenderung moderate. Indeks sektor Industri (+0.71%), Konsumer Primer (+0.65%) dan Keuangan (+0.55%) memimpin penguatan sektoral disaat indeks Konsumsi non primer (-1.66%), Teknologi (-1.55%) dan Infrastruktur (-1.10%) terkoreksi lebih dari sepersen. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 447.51 miliar rupiah
Leader:
 
BBCA, BBRI, AGRO, BMRI, ASII
 
Laggard:
DCII, ARTO, TLKM, FREN, EMTK
Sementara itu, Bursa Asia bersiap mengawali pekan dengan bergerak  stabil karena investor menanti data penting di Tiongkok untuk mengukur  bagaimana dampak dari strain virus delta pada pemulihan ekonomi dari  pandemi.
Angka penjualan ritel dan produksi industri China akan rilis diawal  pekan dan mungkin akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat pada Juli  di tengah pembatasan mobilitas untuk memerangi wabah virus dan musibah  banjir. Investor juga terkesima oleh tindakan keras pemerintah Tiongkok  terhadap industri swasta dan potensi pelonggaran kebijakan moneternya.
Harga komoditas energy bervariasi dengan penurunan pada harga minyak  mentah WTI (-0.94%) dan penguatna pada harga batubara (+0.56%) sedangkan  harga komoditas logam mayoritas naik dipimpin oleh timah (+0.62%) dan  Nikel (+0.10%).
Dari dalam negeri Investor akan bersikap hati-hati menyambut libur  kemerdekaan Indonesia pada hari selasa dan menanti data neraca  perdagangan pada hari rabu. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi  menguat terbatas diawal pekan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 6.104-6.205.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada level Moving Average 5 hari setelah pada perdagangan sebelumnya berhasil rebound pada support bullish trendline dan Moving Average 50 dan 20 hari. Indikator stochastic menjenuh pada momentum bearishnya berpotensi reversal jangka pendek.
Baca Juga: 5 Fakta IHSG Sepekan Loyo, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp7.400 Triliun
 
&quot;IHSG berada pada jalur trend positif dengan menuju resistance 6.205 hingga 6.250 sebagai resistance channeling trend selanjutnya. Sehingga secara teknikal peluang penguatan IHSG diawal pekan cukup terbuka dengan support resistance 6.104-6.205,&quot; ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (16/8/2021).
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AGII, BBRI, ICBP, JPFA, MIKA, TBIG, TOWR, UNVR.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1% ke 6.139 pada Pekan Kedua Agustus 2021
 
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,16 poin atau 0,00% ke level 6.139 dengan saham-saham perbankan menguat seperti BBCA, BBRI dan BMRI diimbangi dengan saham-saham infrastruktur yang melemah seperti TLKM dan FREN.
Minimnya katalis diakhir pekan menjadi faktor utama pergerakan yang cenderung moderate. Indeks sektor Industri (+0.71%), Konsumer Primer (+0.65%) dan Keuangan (+0.55%) memimpin penguatan sektoral disaat indeks Konsumsi non primer (-1.66%), Teknologi (-1.55%) dan Infrastruktur (-1.10%) terkoreksi lebih dari sepersen. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 447.51 miliar rupiah
Leader:
 
BBCA, BBRI, AGRO, BMRI, ASII
 
Laggard:
DCII, ARTO, TLKM, FREN, EMTK
Sementara itu, Bursa Asia bersiap mengawali pekan dengan bergerak  stabil karena investor menanti data penting di Tiongkok untuk mengukur  bagaimana dampak dari strain virus delta pada pemulihan ekonomi dari  pandemi.
Angka penjualan ritel dan produksi industri China akan rilis diawal  pekan dan mungkin akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat pada Juli  di tengah pembatasan mobilitas untuk memerangi wabah virus dan musibah  banjir. Investor juga terkesima oleh tindakan keras pemerintah Tiongkok  terhadap industri swasta dan potensi pelonggaran kebijakan moneternya.
Harga komoditas energy bervariasi dengan penurunan pada harga minyak  mentah WTI (-0.94%) dan penguatna pada harga batubara (+0.56%) sedangkan  harga komoditas logam mayoritas naik dipimpin oleh timah (+0.62%) dan  Nikel (+0.10%).
Dari dalam negeri Investor akan bersikap hati-hati menyambut libur  kemerdekaan Indonesia pada hari selasa dan menanti data neraca  perdagangan pada hari rabu. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi  menguat terbatas diawal pekan.</content:encoded></item></channel></rss>
