<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Kebijakan Fiskal 2022 Ekspansif demi Percepat Pemulihan Ekonomi</title><description>APBN tahun 2022 harus antisipatif, responsif, dan fleksibel namun tetap dan kehati-hatian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/320/2456242/jokowi-kebijakan-fiskal-2022-ekspansif-demi-percepat-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/320/2456242/jokowi-kebijakan-fiskal-2022-ekspansif-demi-percepat-pemulihan-ekonomi"/><item><title>Jokowi: Kebijakan Fiskal 2022 Ekspansif demi Percepat Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/320/2456242/jokowi-kebijakan-fiskal-2022-ekspansif-demi-percepat-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/320/2456242/jokowi-kebijakan-fiskal-2022-ekspansif-demi-percepat-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Senin 16 Agustus 2021 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/16/320/2456242/jokowi-kebijakan-fiskal-2022-ekspansif-demi-percepat-pemulihan-ekonomi-88l2e6E0Gd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi membacakan Nota Keuangan 2022 (Foto: Youtube Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/16/320/2456242/jokowi-kebijakan-fiskal-2022-ekspansif-demi-percepat-pemulihan-ekonomi-88l2e6E0Gd.jpg</image><title>Presiden Jokowi membacakan Nota Keuangan 2022 (Foto: Youtube Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan APBN 2022 harus antisipatif, responsif, dan fleksibel namun tetap dan kehati-hatian. Di sisi lain, kebijakan fiskal tahun depan juga akan ekspansif untuk mendorong ekonomi.
Baca Juga: Target Jokowi 2022, Kemiskinan Ekstrem Turun hingga Defisit APBN Maksimal 3%
 
&quot;Pemerintah merencanakan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif guna mendukung percepatan pemulihan sosial-ekonomi, namun juga konsolidatif untuk menyehatkan APBN dengan penguatan reformasi struktural,&quot; kata Jokowi dalam Penyampaian RUU APBN 2022 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Jakarta, Senin (16/8/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan enam fokus utama dalam kebijakan APBN 2022. Pertama, melanjutkan upaya pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan.
Baca Juga: Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5% di 2022, Jokowi Andalkan Investasi dan Ekspor
 
&quot;Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. Ketiga, memperkuat agenda peningkatan SDM yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing,&quot; ucapnya.
Kemudian keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan  meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima, penguatan  desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan  antardaerah. APBN 2022 juga melanjutkan reformasi penganggaran dengan  menerapkan zero-based budgeting.
&quot;Hal ini diterapkan untuk mendorong agar belanja lebih efisien,  memperkuat sinergi pusat dan daerah, fokus terhadap program prioritas  dan berbasis hasil, serta antisipatif terhadap kondisi ketidakpastian,&quot;  tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan APBN 2022 harus antisipatif, responsif, dan fleksibel namun tetap dan kehati-hatian. Di sisi lain, kebijakan fiskal tahun depan juga akan ekspansif untuk mendorong ekonomi.
Baca Juga: Target Jokowi 2022, Kemiskinan Ekstrem Turun hingga Defisit APBN Maksimal 3%
 
&quot;Pemerintah merencanakan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif guna mendukung percepatan pemulihan sosial-ekonomi, namun juga konsolidatif untuk menyehatkan APBN dengan penguatan reformasi struktural,&quot; kata Jokowi dalam Penyampaian RUU APBN 2022 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Jakarta, Senin (16/8/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan enam fokus utama dalam kebijakan APBN 2022. Pertama, melanjutkan upaya pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan.
Baca Juga: Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5% di 2022, Jokowi Andalkan Investasi dan Ekspor
 
&quot;Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. Ketiga, memperkuat agenda peningkatan SDM yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing,&quot; ucapnya.
Kemudian keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan  meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima, penguatan  desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan  antardaerah. APBN 2022 juga melanjutkan reformasi penganggaran dengan  menerapkan zero-based budgeting.
&quot;Hal ini diterapkan untuk mendorong agar belanja lebih efisien,  memperkuat sinergi pusat dan daerah, fokus terhadap program prioritas  dan berbasis hasil, serta antisipatif terhadap kondisi ketidakpastian,&quot;  tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
