<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Infrastruktur di 2022, Jokowi Siapkan Rp384,8 Triliun</title><description>Anggaran pembangunan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp384,8 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/470/2456350/bangun-infrastruktur-di-2022-jokowi-siapkan-rp384-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/470/2456350/bangun-infrastruktur-di-2022-jokowi-siapkan-rp384-8-triliun"/><item><title>Bangun Infrastruktur di 2022, Jokowi Siapkan Rp384,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/470/2456350/bangun-infrastruktur-di-2022-jokowi-siapkan-rp384-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/16/470/2456350/bangun-infrastruktur-di-2022-jokowi-siapkan-rp384-8-triliun</guid><pubDate>Senin 16 Agustus 2021 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/16/470/2456350/bangun-infrastruktur-di-2022-jokowi-siapkan-rp384-8-triliun-7OK0qw7sgF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Siapkan Anggaran Infrastruktur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/16/470/2456350/bangun-infrastruktur-di-2022-jokowi-siapkan-rp384-8-triliun-7OK0qw7sgF.jpg</image><title>Jokowi Siapkan Anggaran Infrastruktur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp384,8 triliun.

&quot;Pembangunan infrastruktur dianggarkan Rp384,8 triliun,&quot; kata Presiden Joko Widodo dalam pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR-RI Tahun Sidang 2021 - 2022, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Presiden Jokowi menuturkan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung penguatan penyediaan pelayanan dasar; mendukung peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas; menyediakan infrastruktur energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan memperhatikan aspek lingkungan; serta pemerataan infrastruktur dan akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

&quot;Untuk mendukung target pembangunan infrastruktur, strategi memadukan anggaran dengan bauran pendanaan (blended finance) akan terus dilakukan,&quot; katanya.

Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), lanjut Kepala Negara, menjadi model pembiayaan yang terus ditawarkan. Bauran pendanaan antara kementerian/lembaga, BUMN, dan swasta akan terus diperkuat.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp384,8 triliun.

&quot;Pembangunan infrastruktur dianggarkan Rp384,8 triliun,&quot; kata Presiden Joko Widodo dalam pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR-RI Tahun Sidang 2021 - 2022, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Presiden Jokowi menuturkan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung penguatan penyediaan pelayanan dasar; mendukung peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas; menyediakan infrastruktur energi dan pangan yang terjangkau, andal, dan memperhatikan aspek lingkungan; serta pemerataan infrastruktur dan akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

&quot;Untuk mendukung target pembangunan infrastruktur, strategi memadukan anggaran dengan bauran pendanaan (blended finance) akan terus dilakukan,&quot; katanya.

Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), lanjut Kepala Negara, menjadi model pembiayaan yang terus ditawarkan. Bauran pendanaan antara kementerian/lembaga, BUMN, dan swasta akan terus diperkuat.
</content:encoded></item></channel></rss>
