<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Sangat Bergantung pada Kesuksesan Pengendalian Pandemi   </title><description>Pertumbuhan ekonomi nasional masih sangat bergantung pada efektivitas penanganan Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/17/320/2456678/pertumbuhan-ekonomi-sangat-bergantung-pada-kesuksesan-pengendalian-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/17/320/2456678/pertumbuhan-ekonomi-sangat-bergantung-pada-kesuksesan-pengendalian-pandemi"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Sangat Bergantung pada Kesuksesan Pengendalian Pandemi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/17/320/2456678/pertumbuhan-ekonomi-sangat-bergantung-pada-kesuksesan-pengendalian-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/17/320/2456678/pertumbuhan-ekonomi-sangat-bergantung-pada-kesuksesan-pengendalian-pandemi</guid><pubDate>Selasa 17 Agustus 2021 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/17/320/2456678/pertumbuhan-ekonomi-sangat-bergantung-pada-kesuksesan-pengendalian-pandemi-gnAoxEyten.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi Sangat Bergantung pada Pengendalian Covid-19. (Foto :okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/17/320/2456678/pertumbuhan-ekonomi-sangat-bergantung-pada-kesuksesan-pengendalian-pandemi-gnAoxEyten.jpg</image><title>Pertumbuhan Ekonomi Sangat Bergantung pada Pengendalian Covid-19. (Foto :okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -  Pertumbuhan ekonomi nasional masih sangat bergantung pada efektivitas penanganan Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah sangat serius mencegah penularan Covid-19 dengan beragam cara.
&amp;ldquo;Pertumbuhan Ekonomi sangat tergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat, penciptaan lapangan kerja, dan kesiapan melakukan transformasi digital untuk masa depan kita bersama,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (17/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Target Jokowi 2022, Kemiskinan Ekstrem Turun hingga Defisit APBN Maksimal 3%
Menurut Airlangga, berdasarkan data historis pada kuartal pertama tahun ini, jumlah kasus aktif Covid-19 tercatat di kisaran lebih dari 170 ribu kasus dan berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran -0,74%.
&amp;ldquo;Pemerintah masih optimistis kinerja ekonomi di tahun 2021 dan tahun 2022 masih akan positif, sejalan dengan pemulihan ekonomi global dan bauran strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pernah 10,9%, Tertinggi sejak Merdeka! Ini JejaknyaTidak dapat dipungkiri, bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 yang berdampak pada pemberlakuan PPKM telah mempengaruhi laju pemulihan ekonomi. Namun, Pemerintah terus menjaga fleksibilitas APBN untuk merespon dinamika pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Pemerintah kini mewaspadai angka pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga, ketika angka kasus Covid-19 pernah mencapai puncak tertinggi di kisaran 573 ribu kasus. Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 yang berada pada kisaran 3 &amp;ndash; 4% maka Pemerintah menargetkan penurunan kasus aktif paling lama pada akhir September,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pertumbuhan ekonomi nasional masih sangat bergantung pada efektivitas penanganan Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah sangat serius mencegah penularan Covid-19 dengan beragam cara.
&amp;ldquo;Pertumbuhan Ekonomi sangat tergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat, penciptaan lapangan kerja, dan kesiapan melakukan transformasi digital untuk masa depan kita bersama,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (17/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Target Jokowi 2022, Kemiskinan Ekstrem Turun hingga Defisit APBN Maksimal 3%
Menurut Airlangga, berdasarkan data historis pada kuartal pertama tahun ini, jumlah kasus aktif Covid-19 tercatat di kisaran lebih dari 170 ribu kasus dan berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran -0,74%.
&amp;ldquo;Pemerintah masih optimistis kinerja ekonomi di tahun 2021 dan tahun 2022 masih akan positif, sejalan dengan pemulihan ekonomi global dan bauran strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pernah 10,9%, Tertinggi sejak Merdeka! Ini JejaknyaTidak dapat dipungkiri, bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 yang berdampak pada pemberlakuan PPKM telah mempengaruhi laju pemulihan ekonomi. Namun, Pemerintah terus menjaga fleksibilitas APBN untuk merespon dinamika pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Pemerintah kini mewaspadai angka pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga, ketika angka kasus Covid-19 pernah mencapai puncak tertinggi di kisaran 573 ribu kasus. Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 yang berada pada kisaran 3 &amp;ndash; 4% maka Pemerintah menargetkan penurunan kasus aktif paling lama pada akhir September,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
