<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Target Produksi Migas dan Penurunan Emisi Karbon Harus Seimbang</title><description>Transisi energi menjadi hal yang tak bisa dihindari oleh perusahaan migas di seluruh dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2457918/target-produksi-migas-dan-penurunan-emisi-karbon-harus-seimbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2457918/target-produksi-migas-dan-penurunan-emisi-karbon-harus-seimbang"/><item><title>Target Produksi Migas dan Penurunan Emisi Karbon Harus Seimbang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2457918/target-produksi-migas-dan-penurunan-emisi-karbon-harus-seimbang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2457918/target-produksi-migas-dan-penurunan-emisi-karbon-harus-seimbang</guid><pubDate>Kamis 19 Agustus 2021 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2457918/target-produksi-migas-dan-penurunan-emisi-karbon-harus-seimbang-ELxGUD8ATj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi migas dan penurunan emisi karbon harus seimbang (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2457918/target-produksi-migas-dan-penurunan-emisi-karbon-harus-seimbang-ELxGUD8ATj.jpg</image><title>Produksi migas dan penurunan emisi karbon harus seimbang (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi menjadi hal yang tak bisa dihindari oleh perusahaan migas di seluruh dunia. Kesepakatan Paris tentang target pengurangan emisi karbon disadari telah membuat pelaku industri hulu migas berupaya keras untuk dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatannya.
Baca Juga:&amp;nbsp; 7 Anjungan Migas Akan 'Dipensiunkan'
 
&amp;ldquo;IPA menyadari bahwa kebijakan ini harus dapat berjalan bersama dengan target produksi migas yang sudah ditetapkan Pemerintah,&quot; ujar Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Gary Selbie, Kamis (19/8/2021).
Menurutnya, sekalipun potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia cukup menjanjikan di tengah upaya pengurangan emisi karbon, namun potensi migas nasional seperti terdapat dalam bauran energi, diketahui masih sangat besar dan siap untuk dikembangkan. Selain sebagai sumber energi, migas juga dianggap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memiliki efek berganda secara ekonomi.
Baca Juga: Lelang 6 Blok Migas, RI Tawarkan 'Bonus' ke Investor
 
Itulah sebabnya, diperlukan keseimbangan antara target produksi migas nasional dengan target penurunan emisi karbon. Guna mencapai keseimbangan tersebut diperlukan kebijakan yang terintegrasi. Hal itu dapat menghadirkan kejelasan bagi para investor global yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. &amp;ldquo;Kebijakan yang jelas juga perlu diikuti dengan adanya kepastian peraturan dan perpajakan,&amp;rdquo; kata dia.Gary menyebutkan, dalam perhelatan IPA Convex tahun ini yang menjadi  fokus utama diskusi akan membahas mengenai bagaimana mencapai target  produksi migas seperti yang telah ditetapkan dengan mengoptimalkan  potensi-potensi migas yang ada di Indonesia. Konvensi dan Pameran IPA  ke-45 Tahun 2021 (&amp;ldquo;IPA Convex 2021&amp;rdquo;) akan digelar pada 1-3 September  2021 mendatang secara virtual sebagai adaptasi adanya pandemi Covid-19  dengan mengusung tema &amp;ldquo;Realizing Indonesia&amp;rsquo;s Energy Vision Post  Pandemic&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Selain itu, IPA Convex juga akan mendiskusikan berbagi hal terkait  transisi energi yang tidak dapat dihindari oleh industri ini di masa  depan,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketua Panitia IPA Convex 2021, Rina Rudd, menambahkan, pada tahun ini  IPA Convex mengadakan diskusi eksklusif yang menghadirkan tiga orang  menteri terkait dengan industri hulu migas di Indonesia. Ketiga menteri  tersebut adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri  Keuangan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Adapun topik  diskusinya berjudul &amp;ldquo;The New Landscape of Oil and Gas Investment in  Indonesia&amp;rdquo;.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi menjadi hal yang tak bisa dihindari oleh perusahaan migas di seluruh dunia. Kesepakatan Paris tentang target pengurangan emisi karbon disadari telah membuat pelaku industri hulu migas berupaya keras untuk dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatannya.
Baca Juga:&amp;nbsp; 7 Anjungan Migas Akan 'Dipensiunkan'
 
&amp;ldquo;IPA menyadari bahwa kebijakan ini harus dapat berjalan bersama dengan target produksi migas yang sudah ditetapkan Pemerintah,&quot; ujar Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Gary Selbie, Kamis (19/8/2021).
Menurutnya, sekalipun potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia cukup menjanjikan di tengah upaya pengurangan emisi karbon, namun potensi migas nasional seperti terdapat dalam bauran energi, diketahui masih sangat besar dan siap untuk dikembangkan. Selain sebagai sumber energi, migas juga dianggap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memiliki efek berganda secara ekonomi.
Baca Juga: Lelang 6 Blok Migas, RI Tawarkan 'Bonus' ke Investor
 
Itulah sebabnya, diperlukan keseimbangan antara target produksi migas nasional dengan target penurunan emisi karbon. Guna mencapai keseimbangan tersebut diperlukan kebijakan yang terintegrasi. Hal itu dapat menghadirkan kejelasan bagi para investor global yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. &amp;ldquo;Kebijakan yang jelas juga perlu diikuti dengan adanya kepastian peraturan dan perpajakan,&amp;rdquo; kata dia.Gary menyebutkan, dalam perhelatan IPA Convex tahun ini yang menjadi  fokus utama diskusi akan membahas mengenai bagaimana mencapai target  produksi migas seperti yang telah ditetapkan dengan mengoptimalkan  potensi-potensi migas yang ada di Indonesia. Konvensi dan Pameran IPA  ke-45 Tahun 2021 (&amp;ldquo;IPA Convex 2021&amp;rdquo;) akan digelar pada 1-3 September  2021 mendatang secara virtual sebagai adaptasi adanya pandemi Covid-19  dengan mengusung tema &amp;ldquo;Realizing Indonesia&amp;rsquo;s Energy Vision Post  Pandemic&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Selain itu, IPA Convex juga akan mendiskusikan berbagi hal terkait  transisi energi yang tidak dapat dihindari oleh industri ini di masa  depan,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketua Panitia IPA Convex 2021, Rina Rudd, menambahkan, pada tahun ini  IPA Convex mengadakan diskusi eksklusif yang menghadirkan tiga orang  menteri terkait dengan industri hulu migas di Indonesia. Ketiga menteri  tersebut adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri  Keuangan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Adapun topik  diskusinya berjudul &amp;ldquo;The New Landscape of Oil and Gas Investment in  Indonesia&amp;rdquo;.</content:encoded></item></channel></rss>
