<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia Raih Rp1,3 Triliun dari Pendapatan Kargo</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan kargo pada awal  kuartal III-2021 sebesar USD90,9 juta atau setara Rp1,3 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458078/garuda-indonesia-raih-rp1-3-triliun-dari-pendapatan-kargo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458078/garuda-indonesia-raih-rp1-3-triliun-dari-pendapatan-kargo"/><item><title>Garuda Indonesia Raih Rp1,3 Triliun dari Pendapatan Kargo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458078/garuda-indonesia-raih-rp1-3-triliun-dari-pendapatan-kargo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458078/garuda-indonesia-raih-rp1-3-triliun-dari-pendapatan-kargo</guid><pubDate>Kamis 19 Agustus 2021 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2458078/garuda-indonesia-raih-rp1-3-triliun-dari-pendapatan-kargo-CcNzUKAE1K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia raih pendapatan Rp13 triliun dari bisnis kargo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2458078/garuda-indonesia-raih-rp1-3-triliun-dari-pendapatan-kargo-CcNzUKAE1K.jpg</image><title>Garuda Indonesia raih pendapatan Rp13 triliun dari bisnis kargo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan kargo pada awal kuartal III-2021 sebesar USD90,9 juta atau setara Rp1,3 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda, Prasetio menyebut, nilai tersebut mengalami kenaikan dari pendapatan kargo pada kuartal III-2020 sebesar USD61,3 juta.
Baca Juga: Garuda Indonesia dan Rolls Royce Sepakat Berdamai 
 
&quot;Hari ini juga bila dibandingkan dengan Q3 2020, peningkatan terjadi yaitu USD61,3 juta menjadi sekitar USD90,9 juta . Opportunity dari kargo ini terus kami tingkatkan di dalam tahun-tahun selanjutnya yaitu 2021,&quot; ujar Prasetio dalam public expose, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Jumlah Penumpang Turun, Garuda Indonesia Incar Cuan dari Bisnis Kargo
 
Emiten pun mencatatkan pendapatan penumpang pada kuartal IV-2020 sebesar USD192,5 juta atau setara Rp2,7 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di tahun yang sama.
Meski demikian, secara agregat pendapatan penumpang terkontraksi atau mengalami penurunan sebesar 73% secara tahunan (YoY) karena pandemi Covid-19.
&quot;Penerbangan yang berjadwal mencapai sekitar 73%, dimana, peningkatan  yang tertinggi itu terjadi di Desember 2020 dari bulan-bulan  sebelumnya. Dari April-Desember cukup berat bagi kita, namun SLF (Seat  Load Factor) yang terakhir bila dibandingkan kuartal III dan kuartal IV  mengalami peningkatan cukup baik,&quot; katanya.
Sepanjang pandemi Covid-19, manajemen memperoleh opportunity atau  peluang untuk meningkatkan pendapatan kargo dan dokumen pernerbangan  berjadwal.
Prasetio menyebut, bila dibandingkan dengan SLF atau tingkat  keterisian penumpang pada 2019, emiten mencatatkan peningkatan dari  40,9% menjadi 51,7%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan kargo pada awal kuartal III-2021 sebesar USD90,9 juta atau setara Rp1,3 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda, Prasetio menyebut, nilai tersebut mengalami kenaikan dari pendapatan kargo pada kuartal III-2020 sebesar USD61,3 juta.
Baca Juga: Garuda Indonesia dan Rolls Royce Sepakat Berdamai 
 
&quot;Hari ini juga bila dibandingkan dengan Q3 2020, peningkatan terjadi yaitu USD61,3 juta menjadi sekitar USD90,9 juta . Opportunity dari kargo ini terus kami tingkatkan di dalam tahun-tahun selanjutnya yaitu 2021,&quot; ujar Prasetio dalam public expose, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Jumlah Penumpang Turun, Garuda Indonesia Incar Cuan dari Bisnis Kargo
 
Emiten pun mencatatkan pendapatan penumpang pada kuartal IV-2020 sebesar USD192,5 juta atau setara Rp2,7 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di tahun yang sama.
Meski demikian, secara agregat pendapatan penumpang terkontraksi atau mengalami penurunan sebesar 73% secara tahunan (YoY) karena pandemi Covid-19.
&quot;Penerbangan yang berjadwal mencapai sekitar 73%, dimana, peningkatan  yang tertinggi itu terjadi di Desember 2020 dari bulan-bulan  sebelumnya. Dari April-Desember cukup berat bagi kita, namun SLF (Seat  Load Factor) yang terakhir bila dibandingkan kuartal III dan kuartal IV  mengalami peningkatan cukup baik,&quot; katanya.
Sepanjang pandemi Covid-19, manajemen memperoleh opportunity atau  peluang untuk meningkatkan pendapatan kargo dan dokumen pernerbangan  berjadwal.
Prasetio menyebut, bila dibandingkan dengan SLF atau tingkat  keterisian penumpang pada 2019, emiten mencatatkan peningkatan dari  40,9% menjadi 51,7%.</content:encoded></item></channel></rss>
