<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Digital Banking Tumbuh 53%, Nilainya Rp3.410 Triliun</title><description>Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking pada Juli 2021  tumbuh 53,08% secara tahunan menjadi Rp3.410,7  triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458081/transaksi-digital-banking-tumbuh-53-nilainya-rp3-410-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458081/transaksi-digital-banking-tumbuh-53-nilainya-rp3-410-triliun"/><item><title>Transaksi Digital Banking Tumbuh 53%, Nilainya Rp3.410 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458081/transaksi-digital-banking-tumbuh-53-nilainya-rp3-410-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458081/transaksi-digital-banking-tumbuh-53-nilainya-rp3-410-triliun</guid><pubDate>Kamis 19 Agustus 2021 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2458081/transaksi-digital-banking-tumbuh-53-nilainya-rp3-410-triliun-1XKrIIs7kW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia mencatat transaksi digital mengalami pertumbuhan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2458081/transaksi-digital-banking-tumbuh-53-nilainya-rp3-410-triliun-1XKrIIs7kW.jpg</image><title>Bank Indonesia mencatat transaksi digital mengalami pertumbuhan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking pada Juli 2021 tumbuh 53,08% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp3.410,7 triliun.
&quot;Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2021 terus tumbuh seiring meningkatnya ekseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking,&quot; ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk Indonesia USD2 Miliar
 
Maka dari itu, ia menegaskan kebijakan sistem pembayaran BI terus diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional dan mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif, aman, dan efisien.
Selain itu volume transaksi digital banking juga tercatat meningkat sebesar 56,07% (yoy) mencapai 649,8 juta transaksi.
Baca Juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 3,5%-4,3% di 2021
 
Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pun naik 57,71% (yoy) mencapai Rp25,4 triliun, serta nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit tercatat Rp642,3 triliun, tumbuh 6,84% (yoy), seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
&quot;Selanjutnya BI akan terus mendorong peningkatan transaksi nontunai  termasuk perluasan merchant QRIS serta berkoordinasi dengan  kementerian/lembaga dan Penyedia Jasa Pembayaran untuk mengakselerasi  pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital,&quot; ujar Perry  Warjiyo.
Di sisi tunai, bank sentral mencatat Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD)  pada Juli 2021 mencapai Rp852,9 triliun, meningkat 11,82% (yoy).
Gubernur BI itu menekankan bahwa pihaknya akan terus memperkuat  sistem distribusi yang efektif dan aman di tengah pembatasan kegiatan  masyarakat untuk menjamin ketersediaan dan kecukupan uang kartal di  masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking pada Juli 2021 tumbuh 53,08% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp3.410,7 triliun.
&quot;Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2021 terus tumbuh seiring meningkatnya ekseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital, dan akselerasi digital banking,&quot; ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk Indonesia USD2 Miliar
 
Maka dari itu, ia menegaskan kebijakan sistem pembayaran BI terus diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional dan mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif, aman, dan efisien.
Selain itu volume transaksi digital banking juga tercatat meningkat sebesar 56,07% (yoy) mencapai 649,8 juta transaksi.
Baca Juga: BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 3,5%-4,3% di 2021
 
Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pun naik 57,71% (yoy) mencapai Rp25,4 triliun, serta nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit tercatat Rp642,3 triliun, tumbuh 6,84% (yoy), seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
&quot;Selanjutnya BI akan terus mendorong peningkatan transaksi nontunai  termasuk perluasan merchant QRIS serta berkoordinasi dengan  kementerian/lembaga dan Penyedia Jasa Pembayaran untuk mengakselerasi  pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital,&quot; ujar Perry  Warjiyo.
Di sisi tunai, bank sentral mencatat Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD)  pada Juli 2021 mencapai Rp852,9 triliun, meningkat 11,82% (yoy).
Gubernur BI itu menekankan bahwa pihaknya akan terus memperkuat  sistem distribusi yang efektif dan aman di tengah pembatasan kegiatan  masyarakat untuk menjamin ketersediaan dan kecukupan uang kartal di  masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
