<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Tes PCR Turun, Dirut Garuda Berharap Jumlah Penumpang Naik</title><description>Tarif tertinggi pemeriksaan screening virus corona (Covid-19) melalui tes PCR diturunkan menjadi Rp495.000.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458091/harga-tes-pcr-turun-dirut-garuda-berharap-jumlah-penumpang-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458091/harga-tes-pcr-turun-dirut-garuda-berharap-jumlah-penumpang-naik"/><item><title>Harga Tes PCR Turun, Dirut Garuda Berharap Jumlah Penumpang Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458091/harga-tes-pcr-turun-dirut-garuda-berharap-jumlah-penumpang-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/320/2458091/harga-tes-pcr-turun-dirut-garuda-berharap-jumlah-penumpang-naik</guid><pubDate>Kamis 19 Agustus 2021 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2458091/harga-tes-pcr-turun-dirut-garuda-berharap-jumlah-penumpang-naik-SRY2esYT8K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia berharap jumlah penumpang naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/320/2458091/harga-tes-pcr-turun-dirut-garuda-berharap-jumlah-penumpang-naik-SRY2esYT8K.jpg</image><title>Garuda Indonesia berharap jumlah penumpang naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tarif tertinggi pemeriksaan screening virus corona (Covid-19) melalui tes PCR diturunkan menjadi Rp495.000 untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp525.000 untuk daerah luar Jawa-Bali.
Menanggapi harga tes PCR yang turun, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra menyambut baik keputusan pemerintah mengenai turunnya tarif tes RT-PCR. Pasalnya, tes tersebut saat ini menjadi salah satu syarat untuk beberapa penerbangan.
Baca Juga: Garuda Indonesia Raih Rp1,3 Triliun dari Pendapatan Kargo
 
&quot;Memang kita menyadari ketika pengetatan perjalanan itu dilakukan dengan salah satu syarat harus PCR ini impact-nya terhadap penurunan jumlah penumpang. Oleh sebab itu, bila PCR ini turun harganya kita tentu saja berharap akan ada peningkatan traffic penerbangan di kemudian hari,&quot; ujar Irfan dalam Public Expose Garuda Indonesia secara virtual, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia dan Rolls Royce Sepakat Berdamai 
 
Irfan menambahkan, persyaratan tes RT-PCR tidak serta merta menjadi alasan mutlak adanya penurunan maupun peningkatan jumlah penumpang, tetapi juga disebabkan banyak kondisi lainnya seperti situasi di destinasi, pembatasan penerbangan untuk anak, dan sebagainya.
&quot;Kami pada dasarnya sangat setuju bersama-sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa penyebaran Covid ini bisa turun drastis,&quot; kata dia.
Selain itu, Irfan menyebut bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Tanah Air turut memberikan dampak terhadap  Perseroan, dimana jumlah penumpang rata-rata sebelum PPKM dikisaran  12.000 penumpang per hari, lalu selama PPKM turun menjadi 2.000  penumpang per hari.
&quot;Sebelum PPKM rata-rata penumpang atau beberapa minggu sblm ppkm itu  dikisaran 12.000 per hari, selama PPKM ini kisaran penumpang kita di  angka 2.000, itu jauh menurun sebelum PPKM, tapi 2.000 itu cukup hebat  dibanding pada 1 Syawal 2021 di mana jumlah penumpang kita hanya 700,&quot;  ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tarif tertinggi pemeriksaan screening virus corona (Covid-19) melalui tes PCR diturunkan menjadi Rp495.000 untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp525.000 untuk daerah luar Jawa-Bali.
Menanggapi harga tes PCR yang turun, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra menyambut baik keputusan pemerintah mengenai turunnya tarif tes RT-PCR. Pasalnya, tes tersebut saat ini menjadi salah satu syarat untuk beberapa penerbangan.
Baca Juga: Garuda Indonesia Raih Rp1,3 Triliun dari Pendapatan Kargo
 
&quot;Memang kita menyadari ketika pengetatan perjalanan itu dilakukan dengan salah satu syarat harus PCR ini impact-nya terhadap penurunan jumlah penumpang. Oleh sebab itu, bila PCR ini turun harganya kita tentu saja berharap akan ada peningkatan traffic penerbangan di kemudian hari,&quot; ujar Irfan dalam Public Expose Garuda Indonesia secara virtual, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia dan Rolls Royce Sepakat Berdamai 
 
Irfan menambahkan, persyaratan tes RT-PCR tidak serta merta menjadi alasan mutlak adanya penurunan maupun peningkatan jumlah penumpang, tetapi juga disebabkan banyak kondisi lainnya seperti situasi di destinasi, pembatasan penerbangan untuk anak, dan sebagainya.
&quot;Kami pada dasarnya sangat setuju bersama-sama dengan pemerintah untuk memastikan bahwa penyebaran Covid ini bisa turun drastis,&quot; kata dia.
Selain itu, Irfan menyebut bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Tanah Air turut memberikan dampak terhadap  Perseroan, dimana jumlah penumpang rata-rata sebelum PPKM dikisaran  12.000 penumpang per hari, lalu selama PPKM turun menjadi 2.000  penumpang per hari.
&quot;Sebelum PPKM rata-rata penumpang atau beberapa minggu sblm ppkm itu  dikisaran 12.000 per hari, selama PPKM ini kisaran penumpang kita di  angka 2.000, itu jauh menurun sebelum PPKM, tapi 2.000 itu cukup hebat  dibanding pada 1 Syawal 2021 di mana jumlah penumpang kita hanya 700,&quot;  ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
