<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPEI: 353 Produk Indonesia Masuk Marketplace Alibaba</title><description>LPEI mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar siap memasuki pasar global meski di tengah pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/455/2457851/lpei-353-produk-indonesia-masuk-marketplace-alibaba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/455/2457851/lpei-353-produk-indonesia-masuk-marketplace-alibaba"/><item><title>LPEI: 353 Produk Indonesia Masuk Marketplace Alibaba</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/455/2457851/lpei-353-produk-indonesia-masuk-marketplace-alibaba</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/19/455/2457851/lpei-353-produk-indonesia-masuk-marketplace-alibaba</guid><pubDate>Kamis 19 Agustus 2021 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/19/455/2457851/lpei-353-produk-indonesia-masuk-marketplace-alibaba-S5ebrZbDUk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku UMKM ditargetkan masuk pasar global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/19/455/2457851/lpei-353-produk-indonesia-masuk-marketplace-alibaba-S5ebrZbDUk.jpg</image><title>Pelaku UMKM ditargetkan masuk pasar global (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar siap memasuki pasar global meski di tengah pandemi.
&quot;Tantangan pandemi tidak menghalangi kami untuk terus menciptakan eksportir baru. Salah satunya dengan program yang kami miliki yaitu memberikan pendampingan sehingga para UKM siap untuk diunggah ke global marketplace. Tercatat 353 produk Indonesia dari berbagai komoditas termasuk tekstil telah diunggah di Alibaba dengan harapan adanya pertemuan dengan buyer pada platform tersebut,&quot; kata Direktur Pelaksana II LPEI Maqin Noorhadi dilansir dari Antara, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Ketiban Rezeki, UMKM Kebanjiran Pesenan Usai Jokowi Pakai Baju Adat Badui
 
Sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional, LPEI memiliki komitmen untuk meningkatkan kelas UMKM tidak hanya melalui aspek finansial namun juga aspek non finansial.
Program-program seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru, Desa Devisa yaitu program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding atau program untuk memasarkan UKM lokal melalui marketplace global adalah di antaranya.
Baca Juga: LPEI: Pembiayaan Ekspor UMKM Capai Rp14,5 Triliun
Pergerakan industri berbasis UMKM di Indonesia terkendala akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Sektor UMKM yang juga merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia mengalami perlambatan, antara lain dari sisi ekspor tekstil yang merupakan salah satu komoditas unggulan, terguncang akibat kebijakan pembatasan mobilitas yang diberlakukan sejumlah negara tujuan ekspor.
Pandemi berdampak pada pembatalan sejumlah pesanan, pengurangan kapasitas produksi, hingga penutupan pabrik akibat tidak lagi mampu mencukupi beban operasional. Pengusaha tekstil pun mau tidak mau harus lebih jeli dalam memanfaatkan segala peluang yang ada. Setidaknya hal itulah yang disampaikan oleh Andri Setyawan, CEO dari CV Pria Tampan, UMKM eksportir batik asal Solo.&quot;Saat ini, kita, baik teman-teman yang baru memulai atau sudah lama  menjalankan bisnis, dihadapkan pada situasi yang kurang lebih sama yaitu  pandemi COVID-19. Sehingga sangat penting untuk tetap optimis dan  memiliki pola pikir positif bahwa kita dapat melewati situasi saat ini,&quot;  ujar Andri.
Selain itu, lanjut Andri, pelaku UMKM juga harus memanfaatkan segala  bantuan yang diberikan Pemerintah seperti dirinya yang telah  memanfaatkan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM dari LPEI.
&quot;Bantuan tersebut sangat membantu kita dalam menjalankan usaha khususnya ditengah situasi seperti ini,&quot; kata Andri.
Optimisme CV Pria Tampan menunjukkan hasil yang positif, yaitu per  April 2021, UMKM yang dikelola generasi kedua itu mampu melakukan  pengiriman kain batik ke luar negeri sebanyak tujuh kontainer atau  senilai 220 ribu dolar AS, setelah periode sebelumnya hanya lima  kontainer atau senilai 160 ribu dolar AS.
Selama tiga tahun terakhir, mayoritas negara tujuan dari UKM asal  Solo itu adalah Kanada dan Amerika Serikat. Bulir-bulir putih yang  timbul pada kain batik yang berasal dari proses pewarnaan kain merupakan  ciri khas yang membuatnya diminati oleh pasar mancanegara.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar siap memasuki pasar global meski di tengah pandemi.
&quot;Tantangan pandemi tidak menghalangi kami untuk terus menciptakan eksportir baru. Salah satunya dengan program yang kami miliki yaitu memberikan pendampingan sehingga para UKM siap untuk diunggah ke global marketplace. Tercatat 353 produk Indonesia dari berbagai komoditas termasuk tekstil telah diunggah di Alibaba dengan harapan adanya pertemuan dengan buyer pada platform tersebut,&quot; kata Direktur Pelaksana II LPEI Maqin Noorhadi dilansir dari Antara, Kamis (19/8/2021).
Baca Juga: Ketiban Rezeki, UMKM Kebanjiran Pesenan Usai Jokowi Pakai Baju Adat Badui
 
Sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional, LPEI memiliki komitmen untuk meningkatkan kelas UMKM tidak hanya melalui aspek finansial namun juga aspek non finansial.
Program-program seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru, Desa Devisa yaitu program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding atau program untuk memasarkan UKM lokal melalui marketplace global adalah di antaranya.
Baca Juga: LPEI: Pembiayaan Ekspor UMKM Capai Rp14,5 Triliun
Pergerakan industri berbasis UMKM di Indonesia terkendala akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Sektor UMKM yang juga merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia mengalami perlambatan, antara lain dari sisi ekspor tekstil yang merupakan salah satu komoditas unggulan, terguncang akibat kebijakan pembatasan mobilitas yang diberlakukan sejumlah negara tujuan ekspor.
Pandemi berdampak pada pembatalan sejumlah pesanan, pengurangan kapasitas produksi, hingga penutupan pabrik akibat tidak lagi mampu mencukupi beban operasional. Pengusaha tekstil pun mau tidak mau harus lebih jeli dalam memanfaatkan segala peluang yang ada. Setidaknya hal itulah yang disampaikan oleh Andri Setyawan, CEO dari CV Pria Tampan, UMKM eksportir batik asal Solo.&quot;Saat ini, kita, baik teman-teman yang baru memulai atau sudah lama  menjalankan bisnis, dihadapkan pada situasi yang kurang lebih sama yaitu  pandemi COVID-19. Sehingga sangat penting untuk tetap optimis dan  memiliki pola pikir positif bahwa kita dapat melewati situasi saat ini,&quot;  ujar Andri.
Selain itu, lanjut Andri, pelaku UMKM juga harus memanfaatkan segala  bantuan yang diberikan Pemerintah seperti dirinya yang telah  memanfaatkan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM dari LPEI.
&quot;Bantuan tersebut sangat membantu kita dalam menjalankan usaha khususnya ditengah situasi seperti ini,&quot; kata Andri.
Optimisme CV Pria Tampan menunjukkan hasil yang positif, yaitu per  April 2021, UMKM yang dikelola generasi kedua itu mampu melakukan  pengiriman kain batik ke luar negeri sebanyak tujuh kontainer atau  senilai 220 ribu dolar AS, setelah periode sebelumnya hanya lima  kontainer atau senilai 160 ribu dolar AS.
Selama tiga tahun terakhir, mayoritas negara tujuan dari UKM asal  Solo itu adalah Kanada dan Amerika Serikat. Bulir-bulir putih yang  timbul pada kain batik yang berasal dari proses pewarnaan kain merupakan  ciri khas yang membuatnya diminati oleh pasar mancanegara.</content:encoded></item></channel></rss>
