<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Gembira, SWF Belanda hingga UEA Siap Investasi di LPI</title><description>Tiga platform sovereign wealth fund (SWF) dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE) telah berkomitmen untuk berinvestasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/320/2458607/kabar-gembira-swf-belanda-hingga-uea-siap-investasi-di-lpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/320/2458607/kabar-gembira-swf-belanda-hingga-uea-siap-investasi-di-lpi"/><item><title>Kabar Gembira, SWF Belanda hingga UEA Siap Investasi di LPI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/320/2458607/kabar-gembira-swf-belanda-hingga-uea-siap-investasi-di-lpi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/320/2458607/kabar-gembira-swf-belanda-hingga-uea-siap-investasi-di-lpi</guid><pubDate>Jum'at 20 Agustus 2021 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/20/320/2458607/kabar-gembira-swf-belanda-hingga-uea-siap-investasi-di-lpi-ABhIAD70Xz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 SWF bakal investasi ke LPI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/20/320/2458607/kabar-gembira-swf-belanda-hingga-uea-siap-investasi-di-lpi-ABhIAD70Xz.jpg</image><title>3 SWF bakal investasi ke LPI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tiga platform sovereign wealth fund (SWF) dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE) telah berkomitmen untuk investasi sebesar USD3 miliar di Lembaga Pengelola Investasi (LPI).
Baca Juga:&amp;nbsp; Perbankan Diminta Biayai Industri Hulu Migas
 
&amp;ldquo;Terdapat tiga sovereign besar dari Belanda, Kanada, dan UAE yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sekitar 3 miliar dolar AS di LPI,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir dari Antara, Jumat (20/8/2021).
Menurutnya pemerintah juga akan menambah modal awal LPI atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar USD4 miliar untuk mengoptimalkan perannya sebagai SWF Indonesia.
Baca Juga: MNC Sekuritas: Mengenal Reksa Dana Lebih Dekat dan Maksimalkan Return Investasi
 
Pemerintah meresmikan INA pada 2020  dan telah mengalokasikan USD1 miliar pada platform tersebut. INA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Selain meluncurkan INA, untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, pemerintah baru-baru ini juga meresmikan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Pelaku usaha berukuran mikro sampai besar bisa mendapatkan perizinan usaha dengan lebih cepat dan mudah.Airlangga berharap INA dan OSS Berbasis Risiko dapat menarik masuk  lebih banyak investasi dan membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi  bagi masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga telah mengubah paradigma terhadap investasi dengan  mengganti daftar negatif investasi menjadi sektor investasi prioritas.  Investor yang berinvestasi di sektor-sektor prioritas akan mendapatkan  berbagai insentif baik fiskal maupun non-fiskal.
&amp;ldquo;Pemerintah fokus pada penyediaan kemudahan berusaha di sektor usaha  prioritas yang mana termasuk untuk proyek strategis nasional, industri  berteknologi tinggi, industri pionir, industri orientasi ekspor, dan  industri yang berbasis pada riset dan pembangunan,&amp;rdquo; kata Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiga platform sovereign wealth fund (SWF) dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE) telah berkomitmen untuk investasi sebesar USD3 miliar di Lembaga Pengelola Investasi (LPI).
Baca Juga:&amp;nbsp; Perbankan Diminta Biayai Industri Hulu Migas
 
&amp;ldquo;Terdapat tiga sovereign besar dari Belanda, Kanada, dan UAE yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sekitar 3 miliar dolar AS di LPI,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir dari Antara, Jumat (20/8/2021).
Menurutnya pemerintah juga akan menambah modal awal LPI atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar USD4 miliar untuk mengoptimalkan perannya sebagai SWF Indonesia.
Baca Juga: MNC Sekuritas: Mengenal Reksa Dana Lebih Dekat dan Maksimalkan Return Investasi
 
Pemerintah meresmikan INA pada 2020  dan telah mengalokasikan USD1 miliar pada platform tersebut. INA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Selain meluncurkan INA, untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, pemerintah baru-baru ini juga meresmikan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Pelaku usaha berukuran mikro sampai besar bisa mendapatkan perizinan usaha dengan lebih cepat dan mudah.Airlangga berharap INA dan OSS Berbasis Risiko dapat menarik masuk  lebih banyak investasi dan membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi  bagi masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga telah mengubah paradigma terhadap investasi dengan  mengganti daftar negatif investasi menjadi sektor investasi prioritas.  Investor yang berinvestasi di sektor-sektor prioritas akan mendapatkan  berbagai insentif baik fiskal maupun non-fiskal.
&amp;ldquo;Pemerintah fokus pada penyediaan kemudahan berusaha di sektor usaha  prioritas yang mana termasuk untuk proyek strategis nasional, industri  berteknologi tinggi, industri pionir, industri orientasi ekspor, dan  industri yang berbasis pada riset dan pembangunan,&amp;rdquo; kata Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
