<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simbol Negara Maju, Bappenas Libatkan Para Insinyur Bangun Ibu Kota Baru</title><description>Kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan dalam bidang: Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Pembangunan Ibukota Negara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458622/simbol-negara-maju-bappenas-libatkan-para-insinyur-bangun-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458622/simbol-negara-maju-bappenas-libatkan-para-insinyur-bangun-ibu-kota-baru"/><item><title>Simbol Negara Maju, Bappenas Libatkan Para Insinyur Bangun Ibu Kota Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458622/simbol-negara-maju-bappenas-libatkan-para-insinyur-bangun-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458622/simbol-negara-maju-bappenas-libatkan-para-insinyur-bangun-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Jum'at 20 Agustus 2021 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/20/470/2458622/simbol-negara-maju-bappenas-libatkan-para-insinyur-bangun-ibu-kota-baru-Az3XV2FItZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bappenas Gandeng Insinyur Indonesia Bangun Ibu Kota Negara. (Foto; Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/20/470/2458622/simbol-negara-maju-bappenas-libatkan-para-insinyur-bangun-ibu-kota-baru-Az3XV2FItZ.jpg</image><title>Bappenas Gandeng Insinyur Indonesia Bangun Ibu Kota Negara. (Foto; Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII)  sepakat melakukan kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional antara lain dalam bidang: Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Pembangunan Ibukota Negara (IKN), Pembangunan  Kepariwisataan serta Pembangunan Rendah Karbon / Ekonomi Hijau / Ekonomi Sirkular.&amp;nbsp;
Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan, semua pihak harus memberikan yang terbaik untuk negara, termasuk para insinyur yang menurutnya harus bisa memberikan yang terbaik untuk menjawab permasalahan-permasalahan di Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengelolaan Air di Ibu Kota Baru Pakai Sistem Smart Technology
&quot;Para insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun energi baru terbarukan untuk menggantikan energi fosil, tapi juga ditantang untuk melakukan transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan, yang mampu membuka potensi energi terbarukan di berbagai daerah di nusantara,&quot; ujar Heru, Jumat (20/8/2021).&amp;nbsp;
Menurut Heru, para insinyur yang nanti terlibat dalam pembangunan  IKN, tidak hanya ditantang untuk membangun kota yang smart, green, sustainable, modern, berstandar internasional dan bisa jadi identitas bangsa, akan tetapi juga ditantang untuk membangun IKN yang bisa mendorong perekonomian negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Fakta Proyek Ibu Kota Baru, Jokowi Siapkan Rumah Dinas PNS
&quot;Menjadi big push strategi pemulihan ekonomi nasional, acuan standar baru ibukota dunia, menjadi cawan bagi ledakan  kelahiran inovasi teknologi anak bangsa, dan menjadi pusat keuangan regional dan dunia yang baru,&quot; tegasnya.
Dia melanjutkan, para insinyur juga ditantang untuk mengubah paradigma ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkualitas dan berkelanjutan.Sementara itu, Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas, Himawan Hariyoga mengatakan, di kondisi saat ini, termasuk di kondisi pandemi, semua pihak tidak bisa lagi berpikir dengan cara yang sama. Kata dia, harus ada paradigma dan pendekatan baru yang diterapkan, termasuk dalam pembangunan nasional.
&quot;Kita memerlukan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, tidak cukup pemerintah bergerak sendirian, diperlukan kerjasama multipihak yang salah satunya dibutuhkan kerjasama dengan PII,&quot; ujarnya.
Dirinya berharap paradigma dan pendekatan baru, dapat diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, yang rencananya dibangun di wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara yang keduanya masuk di wilayah Kalimantan Timur.
&quot;Pengembangan IKN sebagai ajang pengembangan inovasi dan teknologi para insinyur. IKN akan diarahkan sebagai kota dunia untuk semua, simbol negara maju,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII)  sepakat melakukan kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional antara lain dalam bidang: Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Pembangunan Ibukota Negara (IKN), Pembangunan  Kepariwisataan serta Pembangunan Rendah Karbon / Ekonomi Hijau / Ekonomi Sirkular.&amp;nbsp;
Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan, semua pihak harus memberikan yang terbaik untuk negara, termasuk para insinyur yang menurutnya harus bisa memberikan yang terbaik untuk menjawab permasalahan-permasalahan di Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengelolaan Air di Ibu Kota Baru Pakai Sistem Smart Technology
&quot;Para insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun energi baru terbarukan untuk menggantikan energi fosil, tapi juga ditantang untuk melakukan transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan, yang mampu membuka potensi energi terbarukan di berbagai daerah di nusantara,&quot; ujar Heru, Jumat (20/8/2021).&amp;nbsp;
Menurut Heru, para insinyur yang nanti terlibat dalam pembangunan  IKN, tidak hanya ditantang untuk membangun kota yang smart, green, sustainable, modern, berstandar internasional dan bisa jadi identitas bangsa, akan tetapi juga ditantang untuk membangun IKN yang bisa mendorong perekonomian negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Fakta Proyek Ibu Kota Baru, Jokowi Siapkan Rumah Dinas PNS
&quot;Menjadi big push strategi pemulihan ekonomi nasional, acuan standar baru ibukota dunia, menjadi cawan bagi ledakan  kelahiran inovasi teknologi anak bangsa, dan menjadi pusat keuangan regional dan dunia yang baru,&quot; tegasnya.
Dia melanjutkan, para insinyur juga ditantang untuk mengubah paradigma ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkualitas dan berkelanjutan.Sementara itu, Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas, Himawan Hariyoga mengatakan, di kondisi saat ini, termasuk di kondisi pandemi, semua pihak tidak bisa lagi berpikir dengan cara yang sama. Kata dia, harus ada paradigma dan pendekatan baru yang diterapkan, termasuk dalam pembangunan nasional.
&quot;Kita memerlukan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, tidak cukup pemerintah bergerak sendirian, diperlukan kerjasama multipihak yang salah satunya dibutuhkan kerjasama dengan PII,&quot; ujarnya.
Dirinya berharap paradigma dan pendekatan baru, dapat diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, yang rencananya dibangun di wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara yang keduanya masuk di wilayah Kalimantan Timur.
&quot;Pengembangan IKN sebagai ajang pengembangan inovasi dan teknologi para insinyur. IKN akan diarahkan sebagai kota dunia untuk semua, simbol negara maju,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
