<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BP Tapera Targetkan 309.000 Rumah Subsidi pada 2022</title><description>BP Tapera menargetkan 309.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458716/bp-tapera-targetkan-309-000-rumah-subsidi-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458716/bp-tapera-targetkan-309-000-rumah-subsidi-pada-2022"/><item><title>BP Tapera Targetkan 309.000 Rumah Subsidi pada 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458716/bp-tapera-targetkan-309-000-rumah-subsidi-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/20/470/2458716/bp-tapera-targetkan-309-000-rumah-subsidi-pada-2022</guid><pubDate>Jum'at 20 Agustus 2021 21:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/20/470/2458716/bp-tapera-targetkan-309-000-rumah-subsidi-pada-2022-GL2Gzrp8gH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BP Tapera salurkan rumah subsidi bagi MBR (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/20/470/2458716/bp-tapera-targetkan-309-000-rumah-subsidi-pada-2022-GL2Gzrp8gH.jpeg</image><title>BP Tapera salurkan rumah subsidi bagi MBR (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan 309.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR pada tahun 2022 setelah program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bergabung dengan BP Tapera.
&quot;Kalau kita lihat misalnya pada tahun 2022 saat program FLPP sudah bergabung ke dalam BP Tapera, sehingga FLPP sudah menjadi targetnya BP Tapera juga maka pada tahun depan nantinya total target menjadi 309.000 unit rumah,&quot; ujar Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera Nostra Tarigan dalam seminar daring di Jakarta, Jumat (20/8/2021).
Baca Juga: 460.000 Stok Rumah Subsidi Siap Dijual
Lebih lanjut Nostra menjelaskan bahwa total target tersebut terdiri dari target 109.000 unit rumah yang berasal dari BP Tapera, sedangkan target 200.000 unit rumah lainnya berasal dari dana FLPP.
&quot;Khusus untuk Tapera, hal ini sangat tergantung pada simpanan yang terkumpul. Walaupun sekarang sudah ada dana yang masuk dari dana eks Bapertarum-PNS, dana yang masuk tersebut tidak semua bisa dipakai dan dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan. Hal ini dikarenakan banyaknya PNS yang segera pensiun dalam waktu lima tahun ke depan,&quot; katanya.
Baca Juga: Dear Pengembang, Bangun Rumah Subsidi Harus Dipastikan Layak Huni
 
Nostra juga berharap nanti pada tahun 2022 terkait target yang 309.000 unit rumah itu bisa tercapai, khususnya Tapera tergantung dengan banyaknya nanti dana simpanan yang berhasil dikumpulkan oleh BP Tapera.
Sebelumnya Ketua Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyampaikan bahwa sesuai dengan target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Perumahan Tahun 2020 &amp;ndash; 2024, pihaknya akan menggunakan portal teknologi yang tersedia di PPDPP Kementerian PUPR sehingga layanan dipastikan berjalan lancar.Berdasarkan UU  No 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat  yang selanjutnya dituangkan pada Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020  tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, maka pada tahun 2022  mendatang pengelolaan FLPP yang sebelumnya dikelola oleh Badan Layanan  Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan dialihkan ke  BP Tapera.
Direktur PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin mengatakan bahwa  kendati FLPP dialihkan ke BP Tapera, PPDPP memastikan layanan yang telah  berjalan tidak akan terganggu. Terkait integrasi PPDPP ke BP Tapera  akan berjalan dengan mekanisme plug &amp;amp; play.
BP Tapera akan mengelola dua jenis dana, yaitu tabungan perumahan  rakyat, dan investasi pemerintah. Dalam mengelola FLPP, BP Tapera  bertindak sebagai Operator Investasi pemerintah, atau OIP.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan 309.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR pada tahun 2022 setelah program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bergabung dengan BP Tapera.
&quot;Kalau kita lihat misalnya pada tahun 2022 saat program FLPP sudah bergabung ke dalam BP Tapera, sehingga FLPP sudah menjadi targetnya BP Tapera juga maka pada tahun depan nantinya total target menjadi 309.000 unit rumah,&quot; ujar Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera Nostra Tarigan dalam seminar daring di Jakarta, Jumat (20/8/2021).
Baca Juga: 460.000 Stok Rumah Subsidi Siap Dijual
Lebih lanjut Nostra menjelaskan bahwa total target tersebut terdiri dari target 109.000 unit rumah yang berasal dari BP Tapera, sedangkan target 200.000 unit rumah lainnya berasal dari dana FLPP.
&quot;Khusus untuk Tapera, hal ini sangat tergantung pada simpanan yang terkumpul. Walaupun sekarang sudah ada dana yang masuk dari dana eks Bapertarum-PNS, dana yang masuk tersebut tidak semua bisa dipakai dan dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan. Hal ini dikarenakan banyaknya PNS yang segera pensiun dalam waktu lima tahun ke depan,&quot; katanya.
Baca Juga: Dear Pengembang, Bangun Rumah Subsidi Harus Dipastikan Layak Huni
 
Nostra juga berharap nanti pada tahun 2022 terkait target yang 309.000 unit rumah itu bisa tercapai, khususnya Tapera tergantung dengan banyaknya nanti dana simpanan yang berhasil dikumpulkan oleh BP Tapera.
Sebelumnya Ketua Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyampaikan bahwa sesuai dengan target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Perumahan Tahun 2020 &amp;ndash; 2024, pihaknya akan menggunakan portal teknologi yang tersedia di PPDPP Kementerian PUPR sehingga layanan dipastikan berjalan lancar.Berdasarkan UU  No 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat  yang selanjutnya dituangkan pada Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020  tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, maka pada tahun 2022  mendatang pengelolaan FLPP yang sebelumnya dikelola oleh Badan Layanan  Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan dialihkan ke  BP Tapera.
Direktur PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin mengatakan bahwa  kendati FLPP dialihkan ke BP Tapera, PPDPP memastikan layanan yang telah  berjalan tidak akan terganggu. Terkait integrasi PPDPP ke BP Tapera  akan berjalan dengan mekanisme plug &amp;amp; play.
BP Tapera akan mengelola dua jenis dana, yaitu tabungan perumahan  rakyat, dan investasi pemerintah. Dalam mengelola FLPP, BP Tapera  bertindak sebagai Operator Investasi pemerintah, atau OIP.</content:encoded></item></channel></rss>
