<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Prospek Cuan Saham-Saham BUMN</title><description>Setoran dividen dari perusahaan BUMN ditargetkan naik sebesar Rp35,6 triliun dalam RAPBN tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/278/2458848/mengintip-prospek-cuan-saham-saham-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/278/2458848/mengintip-prospek-cuan-saham-saham-bumn"/><item><title>Mengintip Prospek Cuan Saham-Saham BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/278/2458848/mengintip-prospek-cuan-saham-saham-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/278/2458848/mengintip-prospek-cuan-saham-saham-bumn</guid><pubDate>Sabtu 21 Agustus 2021 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/21/278/2458848/mengintip-prospek-cuan-saham-saham-bumn-cxjXJ6kptL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prospek saham BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/21/278/2458848/mengintip-prospek-cuan-saham-saham-bumn-cxjXJ6kptL.jpg</image><title>Prospek saham BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Setoran dividen dari perusahaan BUMN ditargetkan naik sebesar Rp35,6 triliun dalam RAPBN tahun 2022. Angka ini mengalami kenaikan dari outlook dividen BUMN pada tahun 2021 sebesar Rp30 triliun.
Diketahui, beberapa BUMN dan anak usahanya juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti emiten perbankan BUMN BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN, kemudian emiten konstruksi BUMN WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP, lalu emiten telekomunikasi BUMN TLKM, serta emiten pertambangan BUMN PTBA, ANTM, dan TINS, dan lain-lain.
Baca Juga: IHSG Mampu Bangkit Lagi ke 6.030, Apa Penyebabnya?
 
Melihat hal tersebut, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, prospek saham-saham emiten BUMN yang ada di Bursa trennya sedang memburuk belakangan ini.
&quot;Dari trennya tidak menarik, (saham-saham BUMN) downtrend semua,&quot; ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (20/8/2021).
Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke 6.030
 
Dari puluhan saham-saham emiten BUMN yang ada di Bursa, William menyebut saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) bisa dimanfaatkan oleh para investor di tengah peningkatan target dividen perusahaan BUMN.
&quot;Sektor Jalan tol, JSMR yang masih ada harapan untuk menguat saat ini diperdagangkan dalam range 3800 - 4300,&quot; kata dia.Dalam kesempatan yang berbeda, Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia  (AAEI), Reza Priyambada mengatakan, kenaikan target perolehan dividen  dari BUMN tidak serta merta bisa disamakan, karena kinerja sejumlah BUMN  khususnya yang melantai di Bursa mengalami berbagai situasi yang  berbeda.
&quot;Pemberian dividen dari sejumlah emiten tidak serta merta disamakan.  Kalau pemerintah minta persentase dividen gede ke BMRI atau BBRI itu  masih oke karena kinerjanya lagi tinggi pencapaiannya meski di tengah  pandemi,&quot; ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia.
&quot;Namun, ga sama seperti BBNI yang lagi menyelesaikan restrukturisasi  kredit dan mencoba untuk kembali meningkatkan kinerjanya. Apalagi, kalau  dengan GIAA yang masih survive. Jadi, tidak bisa dipaksakan untuk dapat  mencapai nilai tersebut,&quot; sambungnya.
Terkait prospek saham-saham BUMN yang menarik dan tercatat di Bursa,  Reza menyampaikan bahwa investor bisa memanfaatkan dari pilihan-pilihan  saham yang ada di dalam indeks IDXBUMN 20 maupun IDXMES BUMN 17 untuk  stock pick.
&quot;Ada BBRI, BRIS, ANTM, PTBA, TLKM, IPCC, PTPP, dan WIKA,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Setoran dividen dari perusahaan BUMN ditargetkan naik sebesar Rp35,6 triliun dalam RAPBN tahun 2022. Angka ini mengalami kenaikan dari outlook dividen BUMN pada tahun 2021 sebesar Rp30 triliun.
Diketahui, beberapa BUMN dan anak usahanya juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti emiten perbankan BUMN BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN, kemudian emiten konstruksi BUMN WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP, lalu emiten telekomunikasi BUMN TLKM, serta emiten pertambangan BUMN PTBA, ANTM, dan TINS, dan lain-lain.
Baca Juga: IHSG Mampu Bangkit Lagi ke 6.030, Apa Penyebabnya?
 
Melihat hal tersebut, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, prospek saham-saham emiten BUMN yang ada di Bursa trennya sedang memburuk belakangan ini.
&quot;Dari trennya tidak menarik, (saham-saham BUMN) downtrend semua,&quot; ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (20/8/2021).
Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke 6.030
 
Dari puluhan saham-saham emiten BUMN yang ada di Bursa, William menyebut saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) bisa dimanfaatkan oleh para investor di tengah peningkatan target dividen perusahaan BUMN.
&quot;Sektor Jalan tol, JSMR yang masih ada harapan untuk menguat saat ini diperdagangkan dalam range 3800 - 4300,&quot; kata dia.Dalam kesempatan yang berbeda, Analis Asosiasi Analis Efek Indonesia  (AAEI), Reza Priyambada mengatakan, kenaikan target perolehan dividen  dari BUMN tidak serta merta bisa disamakan, karena kinerja sejumlah BUMN  khususnya yang melantai di Bursa mengalami berbagai situasi yang  berbeda.
&quot;Pemberian dividen dari sejumlah emiten tidak serta merta disamakan.  Kalau pemerintah minta persentase dividen gede ke BMRI atau BBRI itu  masih oke karena kinerjanya lagi tinggi pencapaiannya meski di tengah  pandemi,&quot; ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia.
&quot;Namun, ga sama seperti BBNI yang lagi menyelesaikan restrukturisasi  kredit dan mencoba untuk kembali meningkatkan kinerjanya. Apalagi, kalau  dengan GIAA yang masih survive. Jadi, tidak bisa dipaksakan untuk dapat  mencapai nilai tersebut,&quot; sambungnya.
Terkait prospek saham-saham BUMN yang menarik dan tercatat di Bursa,  Reza menyampaikan bahwa investor bisa memanfaatkan dari pilihan-pilihan  saham yang ada di dalam indeks IDXBUMN 20 maupun IDXMES BUMN 17 untuk  stock pick.
&quot;Ada BBRI, BRIS, ANTM, PTBA, TLKM, IPCC, PTPP, dan WIKA,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
