<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun 2,2%</title><description>Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (20/8/2021). Harga minyak mencatat kerugian mingguan yang nyata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458812/harga-minyak-dunia-turun-2-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458812/harga-minyak-dunia-turun-2-2"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun 2,2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458812/harga-minyak-dunia-turun-2-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458812/harga-minyak-dunia-turun-2-2</guid><pubDate>Sabtu 21 Agustus 2021 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2458812/harga-minyak-dunia-turun-2-2-pgDuxroq6R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun 2% (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2458812/harga-minyak-dunia-turun-2-2-pgDuxroq6R.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun 2% (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (20/8/2021). Harga minyak mencatat kerugian mingguan yang nyata.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September kehilangan USD1,37 atau hampir 2,2% menjadi menetap USD62,32 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX).
Baca Juga: Stok AS Turun, Harga Minyak Dunia Naik
 
Sedangkan, jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun USD1,27 atau 1,9% menjadi ditutup pada USD65,18 per barel di London ICE Futures Exchange.
Untuk minggu ini, patokan harga minyak mentah AS jatuh 8,9%, sementara Brent turun 7,7%.
Kemunduran terjadi karena para pedagang khawatir bahwa penyebaran cepat varian Delta dari COVID-19 akan memperlambat pemulihan permintaan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Kekhawatiran Covid-19 Varian Delta
 
&quot;Kami melihat penurunan harga ini berlebihan. Sejauh ini, kekhawatiran permintaan yang bertanggung jawab untuk itu, sebagian besar hanya ada di benak para pelaku pasar,&quot; kata Carsten Fritsch, analis energi Commerzbank Research, dalam sebuah catatan pada Jumat.
&quot;Terlepas revisi turun IEA dari perkiraan permintaan seminggu yang lalu, tidak ada data yang benar-benar kuat untuk mengonfirmasi hal ini,&quot; tambahnya, seperti dilansir Xinhua.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam laporan bulanannya,  yang diawasi ketat dan dirilis minggu lalu, pertumbuhan permintaan  tiba-tiba berbalik arah pada Juli setelah kenaikan nyata pada Juni, &quot;dan  prospek untuk sisa tahun 2021 telah diturunkan karena perkembangan yang  memburuk dari pandemi dan revisi data historis.&quot;
Pengawas energi internasional juga membayangkan akan ada surplus  pasokan yang cukup besar pada tahun depan jika OPEC+ tetap pada  rencananya dan sepenuhnya membalikkan pengurangan produksinya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (20/8/2021). Harga minyak mencatat kerugian mingguan yang nyata.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September kehilangan USD1,37 atau hampir 2,2% menjadi menetap USD62,32 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX).
Baca Juga: Stok AS Turun, Harga Minyak Dunia Naik
 
Sedangkan, jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun USD1,27 atau 1,9% menjadi ditutup pada USD65,18 per barel di London ICE Futures Exchange.
Untuk minggu ini, patokan harga minyak mentah AS jatuh 8,9%, sementara Brent turun 7,7%.
Kemunduran terjadi karena para pedagang khawatir bahwa penyebaran cepat varian Delta dari COVID-19 akan memperlambat pemulihan permintaan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Kekhawatiran Covid-19 Varian Delta
 
&quot;Kami melihat penurunan harga ini berlebihan. Sejauh ini, kekhawatiran permintaan yang bertanggung jawab untuk itu, sebagian besar hanya ada di benak para pelaku pasar,&quot; kata Carsten Fritsch, analis energi Commerzbank Research, dalam sebuah catatan pada Jumat.
&quot;Terlepas revisi turun IEA dari perkiraan permintaan seminggu yang lalu, tidak ada data yang benar-benar kuat untuk mengonfirmasi hal ini,&quot; tambahnya, seperti dilansir Xinhua.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam laporan bulanannya,  yang diawasi ketat dan dirilis minggu lalu, pertumbuhan permintaan  tiba-tiba berbalik arah pada Juli setelah kenaikan nyata pada Juni, &quot;dan  prospek untuk sisa tahun 2021 telah diturunkan karena perkembangan yang  memburuk dari pandemi dan revisi data historis.&quot;
Pengawas energi internasional juga membayangkan akan ada surplus  pasokan yang cukup besar pada tahun depan jika OPEC+ tetap pada  rencananya dan sepenuhnya membalikkan pengurangan produksinya.</content:encoded></item></channel></rss>
