<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bansos untuk Orang Miskin Belum Cair Gegara Rekening Terblokir, Risma: Kasihan Mereka</title><description>Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Sragen, Jawa Tengah, mengalami hambatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458827/bansos-untuk-orang-miskin-belum-cair-gegara-rekening-terblokir-risma-kasihan-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458827/bansos-untuk-orang-miskin-belum-cair-gegara-rekening-terblokir-risma-kasihan-mereka"/><item><title>Bansos untuk Orang Miskin Belum Cair Gegara Rekening Terblokir, Risma: Kasihan Mereka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458827/bansos-untuk-orang-miskin-belum-cair-gegara-rekening-terblokir-risma-kasihan-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458827/bansos-untuk-orang-miskin-belum-cair-gegara-rekening-terblokir-risma-kasihan-mereka</guid><pubDate>Sabtu 21 Agustus 2021 09:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2458827/bansos-untuk-orang-miskin-belum-cair-gegara-rekening-terblokir-risma-kasihan-mereka-CdE4IHtKt7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran bansos terhambat rekening yang terblokir (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2458827/bansos-untuk-orang-miskin-belum-cair-gegara-rekening-terblokir-risma-kasihan-mereka-CdE4IHtKt7.jpg</image><title>Penyaluran bansos terhambat rekening yang terblokir (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Sragen, Jawa Tengah, mengalami hambatan. Sebab, para penerima manfaat bansos mengalami pemblokiran rekening bank dan prosedur yang berbelit sehingga mereka terlambat mencairkan bantuan itu.
&quot;Ada laporan, ribuan penerima bantuan belum cair bantuannya. Ini kan bantuan untuk rakyat miskin ya. Saya perlu mendengarkan laporan beberapa pihak terkait dimana sebenarnya masalahnya,&quot; kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dilansir dari Antara, Sabtu (21/8/2021).
Baca Juga: Orang Kaya Dapat Bansos, Laporin ke Sini
 
Mensos menggelar pertemuan dengan perwakilan Bank Nasional Indonesia (BNI), Koordinator Pendamping PKH, Wakil Bupati, pejabat eselon 1 Kemensos dan dari Bareskrim Polri. Pertemuan tersebut untuk mengklarifikasi laporan adanya ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan.
Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin dan jajaran, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama dan jajaran, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat.
Baca Juga: Bansos hingga BLT Subsidi Gaji Cair Lagi di 2022 dengan Anggaran Rp427 Triliun? Cek 5 Faktanya
Hadir pula anggota Komisi VIII DPR RI Paryono dan Endang Maria Astuti. Juga hadir perwakilan BNI di Sragen, Wonogiri, Surakarta dan para Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH serta Korkab Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Dalam pertemuan tersebut diketahui bahwa untuk pencairan dana  Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I Januari, Februari, Maret gelombang 1-11 dengan sasaran 35.497 KPM namun hanya 35.480 KPM yang mencairkan, sisanya 17 KPM belum mencairkan bantuan.Pada tahap II bulan April, Mei, Juni gelombang 1-15, target 37.225  KPM namun baru 35.396 KPM yang mencairkan bantuan, sebanyak 1.829 belum  cair. Sedangkan menurut laporan pendamping PKH sebanyak 1.868 rekening  KPM terblokir.
&quot;Saya minta ini harus segera selesai, kasihan mereka,&quot; ujar Risma.
Dalam pertemuan tersebut mencuat permasalahan berkisar pada  distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum terdistribusi,  rekening terblokir, adanya pendataan ganda, dan prosedur perbankan yang  dirasakan berbelit. Hal ini terjadi baik pada KPM PKH maupun BPNT atau  Program Sembako.
Terkait dengan rekening yang terblokir, Mensos meminta Bank BNI agar  secepatnya bisa dibuka. Bahkan Risma langsung menghubungi BNI pusat.  Perwakilan TKSK dalam pertemuan itu juga mengeluhkan adanya prosedur  berbelit yang dihadapi saat akan membuka blokir. Perwakilan dari  Bareskrim Mabes Polri Kombes Eka yang hadir dalam kesempatan itu  menyatakan bantuan ini ditunggu masyarakat miskin.
&quot;Bagi mereka Rp100 ribu-Rp200 ribu itu banyak. Jangan ditunda-tunda  pencariannya Pak. Nanti tertunda lagi masuk bulan berikutnya kena blokir  lagi. Kasihan Pak,  Mohon prosesnya bisa diperlancar Pak,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Sragen, Jawa Tengah, mengalami hambatan. Sebab, para penerima manfaat bansos mengalami pemblokiran rekening bank dan prosedur yang berbelit sehingga mereka terlambat mencairkan bantuan itu.
&quot;Ada laporan, ribuan penerima bantuan belum cair bantuannya. Ini kan bantuan untuk rakyat miskin ya. Saya perlu mendengarkan laporan beberapa pihak terkait dimana sebenarnya masalahnya,&quot; kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dilansir dari Antara, Sabtu (21/8/2021).
Baca Juga: Orang Kaya Dapat Bansos, Laporin ke Sini
 
Mensos menggelar pertemuan dengan perwakilan Bank Nasional Indonesia (BNI), Koordinator Pendamping PKH, Wakil Bupati, pejabat eselon 1 Kemensos dan dari Bareskrim Polri. Pertemuan tersebut untuk mengklarifikasi laporan adanya ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan.
Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin dan jajaran, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama dan jajaran, dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat.
Baca Juga: Bansos hingga BLT Subsidi Gaji Cair Lagi di 2022 dengan Anggaran Rp427 Triliun? Cek 5 Faktanya
Hadir pula anggota Komisi VIII DPR RI Paryono dan Endang Maria Astuti. Juga hadir perwakilan BNI di Sragen, Wonogiri, Surakarta dan para Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH serta Korkab Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Dalam pertemuan tersebut diketahui bahwa untuk pencairan dana  Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I Januari, Februari, Maret gelombang 1-11 dengan sasaran 35.497 KPM namun hanya 35.480 KPM yang mencairkan, sisanya 17 KPM belum mencairkan bantuan.Pada tahap II bulan April, Mei, Juni gelombang 1-15, target 37.225  KPM namun baru 35.396 KPM yang mencairkan bantuan, sebanyak 1.829 belum  cair. Sedangkan menurut laporan pendamping PKH sebanyak 1.868 rekening  KPM terblokir.
&quot;Saya minta ini harus segera selesai, kasihan mereka,&quot; ujar Risma.
Dalam pertemuan tersebut mencuat permasalahan berkisar pada  distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum terdistribusi,  rekening terblokir, adanya pendataan ganda, dan prosedur perbankan yang  dirasakan berbelit. Hal ini terjadi baik pada KPM PKH maupun BPNT atau  Program Sembako.
Terkait dengan rekening yang terblokir, Mensos meminta Bank BNI agar  secepatnya bisa dibuka. Bahkan Risma langsung menghubungi BNI pusat.  Perwakilan TKSK dalam pertemuan itu juga mengeluhkan adanya prosedur  berbelit yang dihadapi saat akan membuka blokir. Perwakilan dari  Bareskrim Mabes Polri Kombes Eka yang hadir dalam kesempatan itu  menyatakan bantuan ini ditunggu masyarakat miskin.
&quot;Bagi mereka Rp100 ribu-Rp200 ribu itu banyak. Jangan ditunda-tunda  pencariannya Pak. Nanti tertunda lagi masuk bulan berikutnya kena blokir  lagi. Kasihan Pak,  Mohon prosesnya bisa diperlancar Pak,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
