<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah dengan Listrik Watt Besar Terima Bansos, Risma: Ada yang Begitu</title><description>Penyaluran bantuan sosial (bansos) belum tepat sasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458863/rumah-dengan-listrik-watt-besar-terima-bansos-risma-ada-yang-begitu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458863/rumah-dengan-listrik-watt-besar-terima-bansos-risma-ada-yang-begitu"/><item><title>Rumah dengan Listrik Watt Besar Terima Bansos, Risma: Ada yang Begitu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458863/rumah-dengan-listrik-watt-besar-terima-bansos-risma-ada-yang-begitu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/320/2458863/rumah-dengan-listrik-watt-besar-terima-bansos-risma-ada-yang-begitu</guid><pubDate>Sabtu 21 Agustus 2021 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2458863/rumah-dengan-listrik-watt-besar-terima-bansos-risma-ada-yang-begitu-f61vy4zqdh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bansos listrik tidak tepat sasaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2458863/rumah-dengan-listrik-watt-besar-terima-bansos-risma-ada-yang-begitu-f61vy4zqdh.jpg</image><title>Bansos listrik tidak tepat sasaran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyaluran bantuan sosial (bansos) belum tepat sasaran. Pengakuan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tersebut menyusul adanya temuan warga pengguna listrik dengan daya tinggi ikut menerima program jaring pengaman sosial tersebut.
&quot;Jadi kalau bagaimana mungkin dia terima itu bantuan yang rumahnya misalkan 10.000 watt ternyata dia menerima bantuan dan ini ada yang begitu,&quot; ujar Risma, dikutip Sabtu (21/8/2021).
Baca Juga: Bansos untuk Orang Miskin Belum Cair Gegara Rekening Terblokir, Risma: Kasihan Mereka
 
Menanggapi perkara tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, perlu adanya perbaikan mekanisme penyaluran bansos melalui data terpadu.
Data terpadu berupa integrasi data kependudukan, data kemiskinan yang mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pelanggan listrik, data UMKM, data BPJS kesehatan, hingga data BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Orang Kaya Dapat Bansos, Laporin ke Sini
 
&quot;Jadi kalau komplit datanya, maka pemerintah bisa memiliki Social Security Number seperti di AS, tidak perlu banyak kartu dan database,&quot; ujar Bhima saat dimintai pendapatnya.
Dia menghitung, jumlah kelas menengah yang rentan miskin di Indonesia tercatat mencapai 115 juta orang sebelum pandemi Covid-19. Jumlah tersebut mengalami tren kenaikan selama pandemi berlangsung.Artinya, pandemi membuat kelas menengah menjadi orang miskin baru.  Karenanya, untuk memperoleh kelengkapan data pemerinta seyogyanya  melakukan pembaharuan dan verifikasi data bansos.
&quot;Masalah verifikasi di lapangan juga mendesak, misalnya ditemukan  penerima bansos daya listriknya besar atau bukan kategori pelanggan  tidak mampu, maka dilakukan verifikasi ke PLN histori biaya listriknya,  sampai menerjunkan petugas langsung untuk cek,&quot; tutur dia.
Untuk kasus di lapangan, tercatat ada warga  miskin yang menempati  kontrakan dengan kapasitas listrik 1.300 VA. Sementara kontrakan terdiri  dari sejumlah kamar, dimana, data tagihan listrik kontrakan tidak  dibagi per penyewa.
Perkaranya, kelas akar rumput ini perlu menerima bansos, bila tagihan  listrik menjadi indikator? Bhima memandang, mereka patut menerima  bantuan, asalkan data listrik harus dibarengi dengan data total  pengeluaran per bulan.
&quot;Selama pengeluaran per bulan per orang dibawah garis kemiskinan (Rp472.000) maka masuk kategori orang miskin,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyaluran bantuan sosial (bansos) belum tepat sasaran. Pengakuan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tersebut menyusul adanya temuan warga pengguna listrik dengan daya tinggi ikut menerima program jaring pengaman sosial tersebut.
&quot;Jadi kalau bagaimana mungkin dia terima itu bantuan yang rumahnya misalkan 10.000 watt ternyata dia menerima bantuan dan ini ada yang begitu,&quot; ujar Risma, dikutip Sabtu (21/8/2021).
Baca Juga: Bansos untuk Orang Miskin Belum Cair Gegara Rekening Terblokir, Risma: Kasihan Mereka
 
Menanggapi perkara tersebut, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, perlu adanya perbaikan mekanisme penyaluran bansos melalui data terpadu.
Data terpadu berupa integrasi data kependudukan, data kemiskinan yang mengacu pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pelanggan listrik, data UMKM, data BPJS kesehatan, hingga data BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Orang Kaya Dapat Bansos, Laporin ke Sini
 
&quot;Jadi kalau komplit datanya, maka pemerintah bisa memiliki Social Security Number seperti di AS, tidak perlu banyak kartu dan database,&quot; ujar Bhima saat dimintai pendapatnya.
Dia menghitung, jumlah kelas menengah yang rentan miskin di Indonesia tercatat mencapai 115 juta orang sebelum pandemi Covid-19. Jumlah tersebut mengalami tren kenaikan selama pandemi berlangsung.Artinya, pandemi membuat kelas menengah menjadi orang miskin baru.  Karenanya, untuk memperoleh kelengkapan data pemerinta seyogyanya  melakukan pembaharuan dan verifikasi data bansos.
&quot;Masalah verifikasi di lapangan juga mendesak, misalnya ditemukan  penerima bansos daya listriknya besar atau bukan kategori pelanggan  tidak mampu, maka dilakukan verifikasi ke PLN histori biaya listriknya,  sampai menerjunkan petugas langsung untuk cek,&quot; tutur dia.
Untuk kasus di lapangan, tercatat ada warga  miskin yang menempati  kontrakan dengan kapasitas listrik 1.300 VA. Sementara kontrakan terdiri  dari sejumlah kamar, dimana, data tagihan listrik kontrakan tidak  dibagi per penyewa.
Perkaranya, kelas akar rumput ini perlu menerima bansos, bila tagihan  listrik menjadi indikator? Bhima memandang, mereka patut menerima  bantuan, asalkan data listrik harus dibarengi dengan data total  pengeluaran per bulan.
&quot;Selama pengeluaran per bulan per orang dibawah garis kemiskinan (Rp472.000) maka masuk kategori orang miskin,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
