<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meraup Cuan dari Produksi Piring Pelepah Pinang</title><description>Penggunaan bahan plastik yang ternyata banyak memberi dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/455/2458943/meraup-cuan-dari-produksi-piring-pelepah-pinang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/455/2458943/meraup-cuan-dari-produksi-piring-pelepah-pinang"/><item><title>Meraup Cuan dari Produksi Piring Pelepah Pinang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/455/2458943/meraup-cuan-dari-produksi-piring-pelepah-pinang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/21/455/2458943/meraup-cuan-dari-produksi-piring-pelepah-pinang</guid><pubDate>Sabtu 21 Agustus 2021 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/21/455/2458943/meraup-cuan-dari-produksi-piring-pelepah-pinang-HWbh8eNYVL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inspirasi bisnis dari pelepah pinang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/21/455/2458943/meraup-cuan-dari-produksi-piring-pelepah-pinang-HWbh8eNYVL.jpeg</image><title>Inspirasi bisnis dari pelepah pinang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penggunaan bahan plastik yang ternyata banyak memberi dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan, sepertinya kini mulai ditinggalkan, seperti halnya sedotan plastik, piring plastik, gelas plastik.
Peralatan berbahan dasar plastik butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai secara alami. Sebut saja wadah makanan seperti styrofoam mengandung zat stirena yang dapat mengkontaminasi makanan sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan.
Bagi masyarakat Desa Sinar Wajo Kabupaten Tanjungjabung Timur, Propinsi Jambi, fenomena kembali ke alam tersebut terlihat nyata. Kini warga ramai memproduksi piring yang terbuat dari bahan pelepah pinang. Dua kelompok tani di desa ini, mendapatkan mesin sebagai alat produksi piring dari pelepah pisang buatan Universitas Jambi.
Baca Juga: 4 Tips Membangun Bisnis Kue Artis
 
Pelepah pinang yang sebelumnya menjadi bahan  terabaikan dan tidak berguna, belakangan pelepah itu bisa diolah untuk dimanfaatkan sebagai wadah makanan, pengganti pengganti bahan plastik sekali pakai. &quot;Kini kami siap untuk memproduksi dan memasarkannya,&quot; kata Sukardi warga Desa Sinar Wajo dilansir dari Antara, Sabtu (21/8/2021).
Sukardi menyampaikan bahwa saat ini warga tidak hanya memanen buah pinang seperti yang sudah dilakukan bertahun-tahun, tetapi ada hal yang lebih besar yaitu memungut pelapah pinang. Mereka mengambil  satu persatu pelepah ini dan kemudian memisahkannya dengan tangkai daun. Setelah terkumpul pelepah cukup banyak yang kemudian dijemur satu persatu.
Baca Juga: Tips Bisnis Kura-Kura Darat
 
Sukardi mengatakan, semua itu atas dukungan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, LPPM Universitas Jambi dan Rumah Jambee, pelepah pinang ini diolah menjadi piring dan bisa bernilai tinggi, mesin pembuat pelepah pinang ini sudah diserahkan pihak Rektor Unja diwakili Ketua LPPM Unja Ade Octavia kepada Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto untuk diteruskan ke Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Sinar Wajo dan Sungai Beras.
Di masing-masing desa, alat ini ditempatkan di rumah produksi yang di bangun secara swadaya oleh kedua kelompok usaha perhutanan sosial tersebut.Ke rumah produksi ini Sukardi membawa pelepah pinang yang sudah  kering dan siap untuk dijadikan piring. Ditaruhnya pelepah di tempat  yang sudah ditentukan dalam mesin pres dan kemudian mengoperasikan alat  pres dan tidak sampai satu menit, piring yang diinginkan sudah terbentuk  dan selanjutnya merapikan pinggiran dan piring pun sudah jadi.
Sukardi takjub memandangi piring yang baru saja dihasilkannya. Piring  kemudian dibolak-balik, seolah mengagumi produk yang baru  dihasilkannya. Selanjutnya kembali memasukkan pelepah dan menekan tuas  untuk mencetak piring dan akhirnya dalam waktu satu jam mampu  memproduksi 50 piring pelepah pinang.
Aktivitas inilah yang kini menjadi harapan baru bagi KUPS Lojo  Kleppaa. Sinar Wajo dan KUPS Mitra Madani Sungai Beras, Mendahara Ulu  Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di tengah upaya warga desa untuk  memulihkan ekonomi mereka pasca hantaman pandemi covid yang membuat  harga produksi perkebunan berjatuhan, termasuk pinang.
&quot;Harga pinang tidak stabil, kami cukup kesulitan untuk mencari harga  yang baik, kami harus mencari peluang baru untungnya ada mesin pengolah  pelepah ini sehingga ada nilai tambahnya lagi dari menanam pinang,&quot; kata  Sukardi.
Pelepah pinang merupakan potensi yang belum banyak diketahui para  petani pinang di Provinsi Jambi. Padahal dengan luas kebun 20.694 Ha  lahan perkebunan pinang berdasarkan data BPS 2018 membuat ketersediaan  bahan baku untuk membuat piring tersebut sangat berlimpah.</description><content:encoded>JAKARTA - Penggunaan bahan plastik yang ternyata banyak memberi dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan, sepertinya kini mulai ditinggalkan, seperti halnya sedotan plastik, piring plastik, gelas plastik.
Peralatan berbahan dasar plastik butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai secara alami. Sebut saja wadah makanan seperti styrofoam mengandung zat stirena yang dapat mengkontaminasi makanan sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan.
Bagi masyarakat Desa Sinar Wajo Kabupaten Tanjungjabung Timur, Propinsi Jambi, fenomena kembali ke alam tersebut terlihat nyata. Kini warga ramai memproduksi piring yang terbuat dari bahan pelepah pinang. Dua kelompok tani di desa ini, mendapatkan mesin sebagai alat produksi piring dari pelepah pisang buatan Universitas Jambi.
Baca Juga: 4 Tips Membangun Bisnis Kue Artis
 
Pelepah pinang yang sebelumnya menjadi bahan  terabaikan dan tidak berguna, belakangan pelepah itu bisa diolah untuk dimanfaatkan sebagai wadah makanan, pengganti pengganti bahan plastik sekali pakai. &quot;Kini kami siap untuk memproduksi dan memasarkannya,&quot; kata Sukardi warga Desa Sinar Wajo dilansir dari Antara, Sabtu (21/8/2021).
Sukardi menyampaikan bahwa saat ini warga tidak hanya memanen buah pinang seperti yang sudah dilakukan bertahun-tahun, tetapi ada hal yang lebih besar yaitu memungut pelapah pinang. Mereka mengambil  satu persatu pelepah ini dan kemudian memisahkannya dengan tangkai daun. Setelah terkumpul pelepah cukup banyak yang kemudian dijemur satu persatu.
Baca Juga: Tips Bisnis Kura-Kura Darat
 
Sukardi mengatakan, semua itu atas dukungan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, LPPM Universitas Jambi dan Rumah Jambee, pelepah pinang ini diolah menjadi piring dan bisa bernilai tinggi, mesin pembuat pelepah pinang ini sudah diserahkan pihak Rektor Unja diwakili Ketua LPPM Unja Ade Octavia kepada Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto untuk diteruskan ke Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Sinar Wajo dan Sungai Beras.
Di masing-masing desa, alat ini ditempatkan di rumah produksi yang di bangun secara swadaya oleh kedua kelompok usaha perhutanan sosial tersebut.Ke rumah produksi ini Sukardi membawa pelepah pinang yang sudah  kering dan siap untuk dijadikan piring. Ditaruhnya pelepah di tempat  yang sudah ditentukan dalam mesin pres dan kemudian mengoperasikan alat  pres dan tidak sampai satu menit, piring yang diinginkan sudah terbentuk  dan selanjutnya merapikan pinggiran dan piring pun sudah jadi.
Sukardi takjub memandangi piring yang baru saja dihasilkannya. Piring  kemudian dibolak-balik, seolah mengagumi produk yang baru  dihasilkannya. Selanjutnya kembali memasukkan pelepah dan menekan tuas  untuk mencetak piring dan akhirnya dalam waktu satu jam mampu  memproduksi 50 piring pelepah pinang.
Aktivitas inilah yang kini menjadi harapan baru bagi KUPS Lojo  Kleppaa. Sinar Wajo dan KUPS Mitra Madani Sungai Beras, Mendahara Ulu  Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di tengah upaya warga desa untuk  memulihkan ekonomi mereka pasca hantaman pandemi covid yang membuat  harga produksi perkebunan berjatuhan, termasuk pinang.
&quot;Harga pinang tidak stabil, kami cukup kesulitan untuk mencari harga  yang baik, kami harus mencari peluang baru untungnya ada mesin pengolah  pelepah ini sehingga ada nilai tambahnya lagi dari menanam pinang,&quot; kata  Sukardi.
Pelepah pinang merupakan potensi yang belum banyak diketahui para  petani pinang di Provinsi Jambi. Padahal dengan luas kebun 20.694 Ha  lahan perkebunan pinang berdasarkan data BPS 2018 membuat ketersediaan  bahan baku untuk membuat piring tersebut sangat berlimpah.</content:encoded></item></channel></rss>
