<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Pakai Baju Adat Badui Bikin UMKM Ketiban Rezeki, Ini 5 Faktanya</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal selama menjabat kerap menggunakan pakaian adat daerah tertentu saat pidato kenegaraan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/22/320/2459090/jokowi-pakai-baju-adat-badui-bikin-umkm-ketiban-rezeki-ini-5-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/22/320/2459090/jokowi-pakai-baju-adat-badui-bikin-umkm-ketiban-rezeki-ini-5-faktanya"/><item><title>Jokowi Pakai Baju Adat Badui Bikin UMKM Ketiban Rezeki, Ini 5 Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/22/320/2459090/jokowi-pakai-baju-adat-badui-bikin-umkm-ketiban-rezeki-ini-5-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/22/320/2459090/jokowi-pakai-baju-adat-badui-bikin-umkm-ketiban-rezeki-ini-5-faktanya</guid><pubDate>Minggu 22 Agustus 2021 05:27 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2459090/jokowi-pakai-baju-adat-badui-bikin-umkm-ketiban-rezeki-ini-5-faktanya-Y4tqNo4p7O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi menggunakan baju adat badui (Foto: Youtube Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/21/320/2459090/jokowi-pakai-baju-adat-badui-bikin-umkm-ketiban-rezeki-ini-5-faktanya-Y4tqNo4p7O.jpg</image><title>Presiden Jokowi menggunakan baju adat badui (Foto: Youtube Setpres)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal selama menjabat kerap menggunakan pakaian adat daerah tertentu saat pidato kenegaraan. Pakaian adat yang dikenakan Jokowi tidak jarang menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat karena keunikannya.
Adapun saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021 dan sidang bersama DPR RI serta DPD RI, Jokowi memilih menggunakan pakaian adat Suku Badui.
&quot;Busana yang saya pakai ini adalah pakaian adat Suku Badui, saya suka karena desainnya sederhana, simpel dan nyaman dipakai, saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Jaro Saija tetua adat masyarakat Badui yang telah menyiapkan baju adat ini, terima kasih,&quot; ujar Jokowi saat pidato kenegaraan.
Berikut fakta-fakta Jokowi pakai baju adat Badui yang dirangkum Okezone di Jakarta.
Baca Juga: Jokowi Patok Ekonomi 2022 Capai 5%-5,5%, Ekonom: Lebih Realistis
 
1. Suka karena Desain yang Sederhana
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sidang tahunan MPR kali ini mengenakan baju adat Suku Badui. Di mana, Jokowi mengenakan semacam ikat kepala dengan pakaian berwana serba hitam dan tas selempang berwarna coklat.
Jokowi pun menyukai pakaian adat tersebut karena desainnya yang sederhana.
&amp;ldquo;Baju adat yang saya pakai ini adalah pakaian adat suku Badui. Saya suka karena desainnya yang sederhana, simple, dan nyaman dipakai,&amp;rdquo; katanya di Gedung MPR/DPR/DPD.
Baca Juga: Defisit APBN 2022 Diperkirakan Rp868 Triliun, Jokowi Bilang Begini 
 
2. Pakaian Disiapkan Langsung oleh Tetua Adat Masyarakat Badui
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa pakaian ini disiapkan langsung oleh Ketua Adat Masyarakat Badui.
&amp;ldquo;Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Jaro Saijah, Tetua Adat Masyarakat Badui yang telah menyiapkan baju adat ini,&amp;rdquo; pungkasnya.3. Bentuk Penghormatan dan Penghargaan kepada Suku Badui
Suku Badui berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Adapun alasan  memakai pakaian adat itu tidak lain sebagai bentuk penghormatan dan  penghargaan kepada Suku Badui. Selain itu, menandakan bahwa Indonesia  ialah bangsa yang majemuk yang memiliki kekayaan budaya.
&quot;Presiden memilih menggunakan pakaian adat suku Badui sebagai bentuk  penghormatan dan penghargaan pada keluhuran nilai-nilai adat dan budaya  suku Badui,&quot; terang @kantorstafpresidenri.
&quot;Ini juga sekaligus menunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang  majemuk yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kemajemukan  adalah kekuatan yang mahadasyat untuk mencapai Indonesia Maju. Selain  itu Presiden suka mengenakan busana ini karena desainnya yang sederhana,  simpel dan nyaman dipakai,&quot; imbuhnya.
 
4. Ada UMKM Langsung Ketiban Rezeki
Pelaku UMKM di kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak,  Banten kebanjiran pesanan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai  busana adat masyarakat Badui pada Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR/DPR  dan DPD di Jakarta.
&quot;Kami merasa kewalahan melayani pesanan dan di antaranya 30 konsumen  dari Bali, &quot; kata Kudil, seorang pelaku UMKM masyarakat Badui di lansir  dari Antara, Senin (16/8/2021).
Kebanyakan permintaan pesanan produk kerajinan pakaian pangsi yang  biasa digunakan sehari-hari masyarakat Badui. Permintaan terus  meningkat, sehingga berdampak terhadap omzet pendapatan pelaku UMKM.
Meningkatnya permintaan tersebut setelah Presiden Jokowi menggunakan  busana masyarakat adat Badui pada Sidang Kenegaraan yang dihadiri MPR,  DPR dan DPD.
&quot;Kami tidak menyangka meningkatnya permintaan pesanan itu berkah dipakai Presiden Jokowi itu, &quot; katanya.
 
5. Omzet Meningkat
Menurut Kudil, pelaku UMKM masyarakat Badui, dirinya kini mendapatkan  omzet sekitar Rp20 juta melalui pesanan tersebut. Padahal, saat ini  sangat sepi dan paling bantar omzet pendapatan Rp3 juta per pekan.
Namun, kata dia, Presiden Jokowi memberikan rejeki terhadap pelaku  UMKM masyarakat Badui dengan menggunakan pakaian busana adat Badui pada  Sidang Kenegaraan, sehingga permintaan pesanan meningkat drastis bahkan  permintaan dari negara tetangga.
Meningkatnya permintaan itu dipastikan dapat mendongkrak pertumbuhan  ekonomi masyarakat Badui di tengah pandemi Covid-19, di mana wisatawan  yang berkunjung ke permukiman Badui relatif kecil.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal selama menjabat kerap menggunakan pakaian adat daerah tertentu saat pidato kenegaraan. Pakaian adat yang dikenakan Jokowi tidak jarang menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat karena keunikannya.
Adapun saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021 dan sidang bersama DPR RI serta DPD RI, Jokowi memilih menggunakan pakaian adat Suku Badui.
&quot;Busana yang saya pakai ini adalah pakaian adat Suku Badui, saya suka karena desainnya sederhana, simpel dan nyaman dipakai, saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Jaro Saija tetua adat masyarakat Badui yang telah menyiapkan baju adat ini, terima kasih,&quot; ujar Jokowi saat pidato kenegaraan.
Berikut fakta-fakta Jokowi pakai baju adat Badui yang dirangkum Okezone di Jakarta.
Baca Juga: Jokowi Patok Ekonomi 2022 Capai 5%-5,5%, Ekonom: Lebih Realistis
 
1. Suka karena Desain yang Sederhana
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada sidang tahunan MPR kali ini mengenakan baju adat Suku Badui. Di mana, Jokowi mengenakan semacam ikat kepala dengan pakaian berwana serba hitam dan tas selempang berwarna coklat.
Jokowi pun menyukai pakaian adat tersebut karena desainnya yang sederhana.
&amp;ldquo;Baju adat yang saya pakai ini adalah pakaian adat suku Badui. Saya suka karena desainnya yang sederhana, simple, dan nyaman dipakai,&amp;rdquo; katanya di Gedung MPR/DPR/DPD.
Baca Juga: Defisit APBN 2022 Diperkirakan Rp868 Triliun, Jokowi Bilang Begini 
 
2. Pakaian Disiapkan Langsung oleh Tetua Adat Masyarakat Badui
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa pakaian ini disiapkan langsung oleh Ketua Adat Masyarakat Badui.
&amp;ldquo;Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Jaro Saijah, Tetua Adat Masyarakat Badui yang telah menyiapkan baju adat ini,&amp;rdquo; pungkasnya.3. Bentuk Penghormatan dan Penghargaan kepada Suku Badui
Suku Badui berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Adapun alasan  memakai pakaian adat itu tidak lain sebagai bentuk penghormatan dan  penghargaan kepada Suku Badui. Selain itu, menandakan bahwa Indonesia  ialah bangsa yang majemuk yang memiliki kekayaan budaya.
&quot;Presiden memilih menggunakan pakaian adat suku Badui sebagai bentuk  penghormatan dan penghargaan pada keluhuran nilai-nilai adat dan budaya  suku Badui,&quot; terang @kantorstafpresidenri.
&quot;Ini juga sekaligus menunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang  majemuk yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kemajemukan  adalah kekuatan yang mahadasyat untuk mencapai Indonesia Maju. Selain  itu Presiden suka mengenakan busana ini karena desainnya yang sederhana,  simpel dan nyaman dipakai,&quot; imbuhnya.
 
4. Ada UMKM Langsung Ketiban Rezeki
Pelaku UMKM di kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak,  Banten kebanjiran pesanan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai  busana adat masyarakat Badui pada Pidato Sidang Tahunan Bersama MPR/DPR  dan DPD di Jakarta.
&quot;Kami merasa kewalahan melayani pesanan dan di antaranya 30 konsumen  dari Bali, &quot; kata Kudil, seorang pelaku UMKM masyarakat Badui di lansir  dari Antara, Senin (16/8/2021).
Kebanyakan permintaan pesanan produk kerajinan pakaian pangsi yang  biasa digunakan sehari-hari masyarakat Badui. Permintaan terus  meningkat, sehingga berdampak terhadap omzet pendapatan pelaku UMKM.
Meningkatnya permintaan tersebut setelah Presiden Jokowi menggunakan  busana masyarakat adat Badui pada Sidang Kenegaraan yang dihadiri MPR,  DPR dan DPD.
&quot;Kami tidak menyangka meningkatnya permintaan pesanan itu berkah dipakai Presiden Jokowi itu, &quot; katanya.
 
5. Omzet Meningkat
Menurut Kudil, pelaku UMKM masyarakat Badui, dirinya kini mendapatkan  omzet sekitar Rp20 juta melalui pesanan tersebut. Padahal, saat ini  sangat sepi dan paling bantar omzet pendapatan Rp3 juta per pekan.
Namun, kata dia, Presiden Jokowi memberikan rejeki terhadap pelaku  UMKM masyarakat Badui dengan menggunakan pakaian busana adat Badui pada  Sidang Kenegaraan, sehingga permintaan pesanan meningkat drastis bahkan  permintaan dari negara tetangga.
Meningkatnya permintaan itu dipastikan dapat mendongkrak pertumbuhan  ekonomi masyarakat Badui di tengah pandemi Covid-19, di mana wisatawan  yang berkunjung ke permukiman Badui relatif kecil.</content:encoded></item></channel></rss>
