<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dear Investor Ritel, Pahami Dulu Risiko Sebelum Investasi di Saham Unicorn</title><description>Investor saham khususnya investor ritel harus memahami risiko dan manfaat apabila berinvestasi di saham unicorn.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/278/2459833/dear-investor-ritel-pahami-dulu-risiko-sebelum-investasi-di-saham-unicorn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/278/2459833/dear-investor-ritel-pahami-dulu-risiko-sebelum-investasi-di-saham-unicorn"/><item><title>Dear Investor Ritel, Pahami Dulu Risiko Sebelum Investasi di Saham Unicorn</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/278/2459833/dear-investor-ritel-pahami-dulu-risiko-sebelum-investasi-di-saham-unicorn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/278/2459833/dear-investor-ritel-pahami-dulu-risiko-sebelum-investasi-di-saham-unicorn</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/278/2459833/dear-investor-ritel-pahami-dulu-risiko-sebelum-investasi-di-saham-unicorn-gXaCAeazNE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor harus mencermati risiko investasi di Unicorn (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/278/2459833/dear-investor-ritel-pahami-dulu-risiko-sebelum-investasi-di-saham-unicorn-gXaCAeazNE.jpg</image><title>Investor harus mencermati risiko investasi di Unicorn (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Investor saham khususnya investor ritel harus memahami risiko dan manfaat apabila berinvestasi di saham unicorn. Founder dan CEO Emtrade Ellen May mengatakan investasi di saham unicorn memiliki risiko yang tinggi serta potensi untung yang tinggi pula.
Kendati demikian, investor mesti bisa melihat bagaimana prospek usaha, pangsa pasar, atau keberlangsungan digital karena teknologi itu bukan jangka pendek melainkan jangka panjang.
Baca Juga: Ada Fitur Baru MotionTrade: Belajar Apa Itu Manajer Investasi?
 
&quot;Ketika ingin membeli saham unicorn harus benar-benar pahami mengapa alasan belinya. Boleh alasan teknikal maupun fundamental,&quot; ujar Ellen dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021).
Ellen menyampaikan, jika tidak memahami fundamental, setidaknya investor dapat mengikuti tren harga naik dengan teknikal dan membatasi risiko ketika harga turun. Investor harus memegang prinsip utama &quot;Belilah sejumlah nominal yang kita siap dengan risikonya&quot;.
Baca Juga: MNC Sekuritas Dukung Investor Tangguh dari Kampus di Seminar Virtual Investment Challenge 2021 
 
&quot;Karena baik saham digital maupun non digital, saham old economy maupun new economy, semuanya mengandung risiko fluktuasi,&quot; kata Ellen.
Ellen pun membagikan tips memvaluasi saham yang diberikan melalui Emtrade. Pertama, cara memvaluasi saham-saham teknologi sangat berbeda dengan perusahaan konvensional. Investor tidak bisa melihat rasio harga saham terhadap laba perusahaan atau price to earning ratio (PER) dan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan atau price to book value (PBV).Untuk perusahaan teknologi, investor mesti bisa melihat kapitalisasi  pasar (market cap), pangsa pasar (market share), atau metrics-metrics  yang lain dan membandingkan kepada saham-saham teknologi yang sudah  tercatat di Amerika Serikat atau belahan dunia yang lain.
Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee  mengatakan, investor harus memperhatikan prospek perusahaan ke depannya  jika ingin membeli saham unicorn.
Menurut Hans, investor harus menyadari bahwa perusahaan unicorn bukan  perusahaan yang memperoleh keuntungan dengan instan dan cepat. Ia  mencontohkan perusahaan digital di Amerika Serikat butuh waktu puluhan  tahun untuk memperoleh keuntungan.
&quot;Investor harus rasional dalam mengambil keputusan. Kita harus bisa  melihat prospek ke depan apakah perusahaan unicorn ini akan menjadi  market leader atau tidak. Karena, dari 5-6 perusahaan sejenis, hanya  satu yang akan jadi pemenang. Jika kita berinvestasi di perusahaan  teknologi, kita harus melihat sebagai investasi jangka panjang,&quot; ujar  Hans.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor saham khususnya investor ritel harus memahami risiko dan manfaat apabila berinvestasi di saham unicorn. Founder dan CEO Emtrade Ellen May mengatakan investasi di saham unicorn memiliki risiko yang tinggi serta potensi untung yang tinggi pula.
Kendati demikian, investor mesti bisa melihat bagaimana prospek usaha, pangsa pasar, atau keberlangsungan digital karena teknologi itu bukan jangka pendek melainkan jangka panjang.
Baca Juga: Ada Fitur Baru MotionTrade: Belajar Apa Itu Manajer Investasi?
 
&quot;Ketika ingin membeli saham unicorn harus benar-benar pahami mengapa alasan belinya. Boleh alasan teknikal maupun fundamental,&quot; ujar Ellen dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021).
Ellen menyampaikan, jika tidak memahami fundamental, setidaknya investor dapat mengikuti tren harga naik dengan teknikal dan membatasi risiko ketika harga turun. Investor harus memegang prinsip utama &quot;Belilah sejumlah nominal yang kita siap dengan risikonya&quot;.
Baca Juga: MNC Sekuritas Dukung Investor Tangguh dari Kampus di Seminar Virtual Investment Challenge 2021 
 
&quot;Karena baik saham digital maupun non digital, saham old economy maupun new economy, semuanya mengandung risiko fluktuasi,&quot; kata Ellen.
Ellen pun membagikan tips memvaluasi saham yang diberikan melalui Emtrade. Pertama, cara memvaluasi saham-saham teknologi sangat berbeda dengan perusahaan konvensional. Investor tidak bisa melihat rasio harga saham terhadap laba perusahaan atau price to earning ratio (PER) dan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan atau price to book value (PBV).Untuk perusahaan teknologi, investor mesti bisa melihat kapitalisasi  pasar (market cap), pangsa pasar (market share), atau metrics-metrics  yang lain dan membandingkan kepada saham-saham teknologi yang sudah  tercatat di Amerika Serikat atau belahan dunia yang lain.
Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee  mengatakan, investor harus memperhatikan prospek perusahaan ke depannya  jika ingin membeli saham unicorn.
Menurut Hans, investor harus menyadari bahwa perusahaan unicorn bukan  perusahaan yang memperoleh keuntungan dengan instan dan cepat. Ia  mencontohkan perusahaan digital di Amerika Serikat butuh waktu puluhan  tahun untuk memperoleh keuntungan.
&quot;Investor harus rasional dalam mengambil keputusan. Kita harus bisa  melihat prospek ke depan apakah perusahaan unicorn ini akan menjadi  market leader atau tidak. Karena, dari 5-6 perusahaan sejenis, hanya  satu yang akan jadi pemenang. Jika kita berinvestasi di perusahaan  teknologi, kita harus melihat sebagai investasi jangka panjang,&quot; ujar  Hans.</content:encoded></item></channel></rss>
