<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Gelombang Covid-19 Lanjutan, Menko Luhut Ingin Sistem Bernegara Diperbaiki</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan adanya kemungkinan Indonesia menghadapi gelombang Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459650/waspada-gelombang-covid-19-lanjutan-menko-luhut-ingin-sistem-bernegara-diperbaiki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459650/waspada-gelombang-covid-19-lanjutan-menko-luhut-ingin-sistem-bernegara-diperbaiki"/><item><title>Waspada Gelombang Covid-19 Lanjutan, Menko Luhut Ingin Sistem Bernegara Diperbaiki</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459650/waspada-gelombang-covid-19-lanjutan-menko-luhut-ingin-sistem-bernegara-diperbaiki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459650/waspada-gelombang-covid-19-lanjutan-menko-luhut-ingin-sistem-bernegara-diperbaiki</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/320/2459650/waspada-gelombang-covid-19-lanjutan-menko-luhut-ingin-sistem-bernegara-diperbaiki-sA248wWSBv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut Waspadai Gelombang Covid-19 Lanjutan. (Foto: Okezone.com/Kemenko Maritim)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/320/2459650/waspada-gelombang-covid-19-lanjutan-menko-luhut-ingin-sistem-bernegara-diperbaiki-sA248wWSBv.jpg</image><title>Menko Luhut Waspadai Gelombang Covid-19 Lanjutan. (Foto: Okezone.com/Kemenko Maritim)</title></images><description>JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan adanya kemungkinan Indonesia menghadapi gelombang Covid-19 lainnya di masa yang akan datang. Untuk itu, kata Luhut, perlunya memperbaiki sistem ketatanegaraan yang ada.
&quot;Kalau kita lihat, varian Covid-19 terus bermutasi. Kita bisa saja menghadapi multiple wave di masa depan. Oleh karena itu, sistem kita harus diperbaiki. Saya mengatakan bahwa sistem bernegara kita, tata kelola bernegara kita musti perlu ada revisi secara nasional,&quot; kata Luhut, dikutip dari Antara, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Nota Keuangan, Simak Asumsi Makro hingga Target Belanja Negara di 2022
Luhut menyampaikan, hal tersebut karena pada keadaan darurat, ternyata sistem yang ada selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
&quot;Jadi, saya mengalami sekarang bagaimana misalnya garis komando dari pemerintah pusat ke gubernur ke kabupaten/kota perlu ada perbaikan di sana sini,&quot; ujar Luhut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jabar Hilang Pendapatan Rp20 Miliar/Hari Imbas PPKM, Ridwan Kamil: Kami Kesusahan
Luhut menambahkan, ekonomi menunjukkan pemulihan yang kuat hingga pada pertengahan tahun 2021 dengan adanya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang kemudian sedikit dilonggarkan.
Namun, dia memperingatkan agar masyarakat tetap harus berhati-hati dengan mulai banyaknya pertemuan tatap muka, terlebih masih ada yang belum divaksin dan tidak menggunakan masker, karena hal itu, lanjut Luhut, justru kembali memicu penyebaran Covid-19.Untuk itu, penggunaan aplikasi SiLacak dan PeduliLindungi menjadi sangat penting. Dengan kedua aplikasi itu, Indonesia menghadapi era hidup baru.
&quot;Karena kami hitung sampai akhir tahun, PeduliLindungi ini akan masuk lebih dari 100 juta orang, dan itu akan lebih bagus dari e-KTP yang membuat beberapa orang masuk penjara gara-gara itu,&quot; tukas Luhut.
Dia menegaskan, dalam penanganan Covid-19 seluruh pemangku kepentingan perlu bersatu dengan tidak ada merasa sebagai lembaga yang lebih hebat dari yang lain, karena situasi saat ini membutuhkan peran yang kolaboratif.
&quot;Tidak ada yang paling hebat, yang hebat adalah yang dapat bekerja sama dalam tim,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan adanya kemungkinan Indonesia menghadapi gelombang Covid-19 lainnya di masa yang akan datang. Untuk itu, kata Luhut, perlunya memperbaiki sistem ketatanegaraan yang ada.
&quot;Kalau kita lihat, varian Covid-19 terus bermutasi. Kita bisa saja menghadapi multiple wave di masa depan. Oleh karena itu, sistem kita harus diperbaiki. Saya mengatakan bahwa sistem bernegara kita, tata kelola bernegara kita musti perlu ada revisi secara nasional,&quot; kata Luhut, dikutip dari Antara, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Nota Keuangan, Simak Asumsi Makro hingga Target Belanja Negara di 2022
Luhut menyampaikan, hal tersebut karena pada keadaan darurat, ternyata sistem yang ada selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
&quot;Jadi, saya mengalami sekarang bagaimana misalnya garis komando dari pemerintah pusat ke gubernur ke kabupaten/kota perlu ada perbaikan di sana sini,&quot; ujar Luhut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jabar Hilang Pendapatan Rp20 Miliar/Hari Imbas PPKM, Ridwan Kamil: Kami Kesusahan
Luhut menambahkan, ekonomi menunjukkan pemulihan yang kuat hingga pada pertengahan tahun 2021 dengan adanya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang kemudian sedikit dilonggarkan.
Namun, dia memperingatkan agar masyarakat tetap harus berhati-hati dengan mulai banyaknya pertemuan tatap muka, terlebih masih ada yang belum divaksin dan tidak menggunakan masker, karena hal itu, lanjut Luhut, justru kembali memicu penyebaran Covid-19.Untuk itu, penggunaan aplikasi SiLacak dan PeduliLindungi menjadi sangat penting. Dengan kedua aplikasi itu, Indonesia menghadapi era hidup baru.
&quot;Karena kami hitung sampai akhir tahun, PeduliLindungi ini akan masuk lebih dari 100 juta orang, dan itu akan lebih bagus dari e-KTP yang membuat beberapa orang masuk penjara gara-gara itu,&quot; tukas Luhut.
Dia menegaskan, dalam penanganan Covid-19 seluruh pemangku kepentingan perlu bersatu dengan tidak ada merasa sebagai lembaga yang lebih hebat dari yang lain, karena situasi saat ini membutuhkan peran yang kolaboratif.
&quot;Tidak ada yang paling hebat, yang hebat adalah yang dapat bekerja sama dalam tim,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
