<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taliban Kuasai Afghanistan, Bank Tutup hingga Harga Makanan Meroket</title><description>Banyak warga di Ibu Kota Afghanistan menghadapi kesulitan setelah Taliban merebut Kabul.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459719/taliban-kuasai-afghanistan-bank-tutup-hingga-harga-makanan-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459719/taliban-kuasai-afghanistan-bank-tutup-hingga-harga-makanan-meroket"/><item><title>Taliban Kuasai Afghanistan, Bank Tutup hingga Harga Makanan Meroket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459719/taliban-kuasai-afghanistan-bank-tutup-hingga-harga-makanan-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459719/taliban-kuasai-afghanistan-bank-tutup-hingga-harga-makanan-meroket</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 15:00 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/320/2459719/taliban-kuasai-afghanistan-bank-tutup-hingga-harga-makanan-meroket-iwOMmmZ54q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taliban Rebut Kabul. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/320/2459719/taliban-kuasai-afghanistan-bank-tutup-hingga-harga-makanan-meroket-iwOMmmZ54q.jpg</image><title>Taliban Rebut Kabul. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Banyak warga di Ibu Kota Afghanistan menghadapi kesulitan setelah Taliban merebut Kabul. Mereka kehilangan pekerjaan, bank-bank masih tutup dan harga makanan melambung
Ribuan orang memadati pintu-pintu masuk bandara dan berebut agar bisa naik pesawat keluar Kabul. Keadaan itu menggambarkan situasi yang memburuk di kota itu sejak pemerintah yang didukung Barat terguling.
Baca Juga:&amp;nbsp;TNI AU Sukses Evakuasi WNI dari Afghanistan, Begini Kronologinya
Seiring berjalannya waktu, kekhawatiran mengenai makanan dan pendapatan semakin menambah ketidakpastian di negara yang ekonominya hancur karena tidak adanya bantuan internasional
&quot;Saya tidak tahu harus memikirkan apa dulu, keamanan saya atau memberi makan anak-anak dan keluarga saya,&quot; kata Seorang Mantan polisi yang kini bersembunyi, dikutip dari Voa Indonesia, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;NATO Janji Percepat Evakuasi dari Afghanistan
Dia kehilangan upah senilai Rp3,7 juta sebulan yang diandalkan untuk menghidupi isteri dan empat anaknya.
Sebelum Taliban memasuki kota itu sekalipun hari Minggu (15/8), kondisi semakin memburuk. Kemajuan pemberontak itu di berbagai kota menyebabkan nilai mata uang afghani melemah terhadap dolar AS, dan menyebabkan harga bahan pokok melambung.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak warga di Ibu Kota Afghanistan menghadapi kesulitan setelah Taliban merebut Kabul. Mereka kehilangan pekerjaan, bank-bank masih tutup dan harga makanan melambung
Ribuan orang memadati pintu-pintu masuk bandara dan berebut agar bisa naik pesawat keluar Kabul. Keadaan itu menggambarkan situasi yang memburuk di kota itu sejak pemerintah yang didukung Barat terguling.
Baca Juga:&amp;nbsp;TNI AU Sukses Evakuasi WNI dari Afghanistan, Begini Kronologinya
Seiring berjalannya waktu, kekhawatiran mengenai makanan dan pendapatan semakin menambah ketidakpastian di negara yang ekonominya hancur karena tidak adanya bantuan internasional
&quot;Saya tidak tahu harus memikirkan apa dulu, keamanan saya atau memberi makan anak-anak dan keluarga saya,&quot; kata Seorang Mantan polisi yang kini bersembunyi, dikutip dari Voa Indonesia, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;NATO Janji Percepat Evakuasi dari Afghanistan
Dia kehilangan upah senilai Rp3,7 juta sebulan yang diandalkan untuk menghidupi isteri dan empat anaknya.
Sebelum Taliban memasuki kota itu sekalipun hari Minggu (15/8), kondisi semakin memburuk. Kemajuan pemberontak itu di berbagai kota menyebabkan nilai mata uang afghani melemah terhadap dolar AS, dan menyebabkan harga bahan pokok melambung.</content:encoded></item></channel></rss>
